Comscore Tracker

Pesan Jokowi ke Rakyat Hadapi Ancaman Bencana di Indonesia

Indonesia menghadapi 3.253 bencana pada tahun lalu

Jakarta, IDN Times – Presiden Joko "Jokowi" Widodo meminta warga Indonesia untuk menyiapkan diri menghadapi berbagai macam bencana yang mungkin terjadi. Apalagi, faktanya Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rawan bencana di dunia.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, yang juga berbicara dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana pada Rabu (3/3/2021) menjelaskan, Indonesia menghadapi lebih dari 3.000 bencana hanya sepanjang 2020.

"Saya ingin mengingatkan, Indonesia adalah negara yang rawan terhadap bencana. Masuk 35 paling rawan risiko bencana di dunia. Tadi, Pak Doni Monardo dari BNPB telah menyampaikan, setahun kemarin saja kita menghadapi 3.253 bencana. Per hari berarti kurang lebih sembilan bencana. Bukan sebuah angka yang kecil," kata Jokowi.

"Tapi cobaan, ujian, dan tantangan itu harus kita hadapi," lanjutnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tak Setuju Wacana Perpres Jokowi Soal Industri Miras

1. Menjadikan bencana sebagai cara memperkokoh ketangguhan RI

Pesan Jokowi ke Rakyat Hadapi Ancaman Bencana di IndonesiaJokowi tinjau food estate di Kalimantan Tengah (Dok. IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)

Dalam pemaparannya, Jokowi mengungkapkan sejumlah bencana, dari alam sampai non-alam seperti pandemik COVID-19, juga dihadapi negara-negara di seluruh belahan dunia.

Pandemik COVID-19 memang telah menjadi bencana terbesar di lebih dari 215 negara pada 2020 lalu. Pandemik tersebut bukan hanya membawa dampak kesehatan yang besar, tapi juga menghancurkan ekonomi banyak negara, termasuk Indonesia.

Namun, Jokowi mengatakan momen tersebut tidak boleh dipandang sebagai kejatuhan, melainkan harus dilihat sebagai cara untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam dan luar negeri.

Jokowi juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil peran dalam menanggulangi bencana di Indonesia.

"Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BNPB yang telah mendedikasikan seluruh waktunya, ikut bekerja dalam menangani dan menyelesaikan krisis sekarang," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Pengalaman ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk memperkokoh ketangguhan dalam menghadapi segala bentuk bencana," lanjutnya.

2. Kunci utama menghadapi bencana

Pesan Jokowi ke Rakyat Hadapi Ancaman Bencana di IndonesiaPresiden Joko "Jokowi" Widodo ketika berkunjung ke mall di Bekasi untuk kesiapan new normal (www.twitter.com/@jokowi)

Jokowi, lebih lanjut, membahas soal kunci utama yang harus diingat untuk menghadapi bencana. Menurutnya, itu adalah aspek pencegahan dan mitigasi bencana.

Tapi, dia juga menekankan pentingnya untuk juga memperhatikan aspek lainnya, seperti kesiapan diri dengan antisipasi yang benar-benar terencana dan detail.

"Saya melihat kunci utama dalam mengurangi risiko adalah terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana, yang selalu saya sampaikan berulang-ulang. Pencegahan, pencegahan. Jangan terlambat, jangan terlambat," ujar Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Cabut Perpres Miras hingga Varian Mutasi B117 di Indonesia

3. Peringatan Jokowi

Pesan Jokowi ke Rakyat Hadapi Ancaman Bencana di IndonesiaPresiden Jokowi bersama dengan Istrinya Ibu Iriana (Dok. IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)

Jokowi juga memperingatkan agar warga Indonesia tidak sampai mengalami perpecahan dan saling menyalahkan ketika menghadapi bencana. Untuk itu, dia kembali mengingatkan pentingnya untuk menyiapkan diri.

Demi membantu mencegah hal-hal yang tidak diharapkan tersebut, Indonesia saat ini telah memiliki rencana induk penanggulangan bencana 2020 hingga 2024 melalui Perpres 87 tahun 2020.

"Sudah ada. Poin pentingnya bukan hanya berhenti dengan memiliki desain besar dalam jangka panjang. Tapi, rencana itu harus bisa diturunkan dalam kebijakan-kebijakan, berbagai perencanaan, termasuk tata ruang yang sensitif memperhatikan aspek kerawanan bencana," terang Jokowi.

"Lalu, tentu saja dilanjutkan dengan audit, pengendalian kebijakan, serta tata ruang yang berjalan di lapangan. Bukan di atas kertas saja, yang juga sudah berulang-ulang saya sampaikan," lanjutnya.

Baca Juga: 1 Tahun Pandemik, Mengingat Kasus COVID-19 Pertama yang Diumumkan Jokowi

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya