Comscore Tracker

Punya Penyakit Bawaan Tapi Mau Vaksinasi COVID-19? Ini Kata Dokter IDI

Ternyata orang dengan penyakit bawaan bisa divaksinasi

Jakarta, IDN Times - Berbagai pro-kontra soal vaksinasi COVID-19 pada orang lanjut usia atau lansia dan orang-orang yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, terus menjadi perbincangan hangat masyarakat di tengah berjalannya vaksinasi saat ini.

Hal tersebut lantaran banyak informasi yang menyebut vaksin COVID-19 akan memiliki efek samping negatif pada orang-orang dengan penyakit bawaan maupun lansia.

Lantas, seperti apa faktanya? Berikut penjelasan menurut Tim Advokasi Vaksinasi COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

Baca Juga: Trump dan Istri Diam-diam Sudah Vaksinasi

1. Orang-orang dengan penyakit bawaan

Punya Penyakit Bawaan Tapi Mau Vaksinasi COVID-19? Ini Kata Dokter IDIIlustrasi Penyuntikan Vaksin (ANTARA FOTO/AAP Image/David Mariuz via REUTERS)

Menurut Dr. Ahmad Tawakal, penderita diabetes dapat menerima vaksin COVID-19 apabila diabetesnya dalam kondisi terkendali. Namun ia menyarankan agar berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter yang biasa menangani penyakit pasien tersebut.

Sementara, penyandang penyakit menahun juga bisa vaksinasi COVID-19, asal tidak ada kondisi akut, menurut DR. Dr. Sally Aman Nasution, yang juga ketua umum pengurus besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI).

Untuk penderita penyakit jantung akut atau tidak stabil dengan gejala sesak napas, nyeri dada, berdebar, penurunan kesadaran, atau tekanan darah lebih dari 18/100 mmHg, Ketua Satgas COVID-19 PP PERKI DR Dr Anwar Santoso mengatakan, belum merekomendasikan vaksinasi COVID-19.

Sedangkan untuk penderita asma yang terkontrol baik boleh mendapatkan vaksinasi, menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia DR. Dr. Agus Dwi Susanto.

Ia mengategorikan penderita asma yang terkontrol dengan baik dengan ciri mengalami asma kurang dari dua kali seminggu, tidak terbangun malam hari karena sesak, tidak dibatasi aktivitasnya, dan tidak butuh pelega lebih dari dua kali per minggu.

Selanjutnya, untuk penderita hipertensi, Dr. Meta Melvina menyebut penderita dapat menerima vaksin COVID-19 apabila tekanan darah sesaat sebelum vaksinasi di bawah 180/110 mmHg. “Konsultasikan ke dokter Anda tentang hal ini,” katanya.

Sementara untuk penyintas penyakit jantung (gagal jantung, penyakit jantung koroner, pasca-prosedur intervensi/stent, atau pasca-bedah jantung) yang stabil atau tanpa keluhan, maka bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19, kata Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia DR. Dr. Isman Firdaus.

2. Vaksinasi ibu hamil atau menyusui dan bayi atau anak-anak

Punya Penyakit Bawaan Tapi Mau Vaksinasi COVID-19? Ini Kata Dokter IDIIlustrasi ibu hamil. IDN Times/Arief Rahmat

Profesor DR. Dr. H. Faried Anfasa Moeloek mengatakan, ibu menyusui boleh mendapatkan vaksin COVID-19. Namun ibu hamil akan diberikan setelah melahirkan.

Sementara, menurut Profesor DR. Dr. Aman B. Pulungan, bayi dan anak perlu dilindungi, namun vaksin COVID-19 untuk anak masih menunggu hasil uji klinis.

“Sambil menunggu, ayo lengkapi imunisasi anak Anda sesuai rekomendasi,” katanya.

Untuk lansia, DR. Dr. Kuntjoro Harimurti mengatakan lansia perlu mendapatkan vaksin COVID-19 karena merupakan kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi dan menjadi berat ketika terinfeksi COVID-19.

Baca Juga: Nasib Vaksinasi COVID-19 Setelah Muncul Mutasi Virus B117 di Indonesia

3. Memiliki riwayat alergi obat

Punya Penyakit Bawaan Tapi Mau Vaksinasi COVID-19? Ini Kata Dokter IDIIlustrasi Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara, DR. Dr. Gatot Soegiarto mengatakan, orang dengan riwayat alergi obat boleh mendapatkan vaksin COVID-19 karena bisa jadi ia tidak alergi terhadap vaksin.

“Alergi terhadap suatu obat, hanya memicu reaksi spesifik terhadap obat tersebut dan belum tentu muncul dengan konsumsi obat lain, termasuk vaksin COVID-19. Jadi vaksinasi diperbolehkan,” kata dia.

Baca Juga: Nasib Vaksinasi COVID-19 Setelah Muncul Mutasi Virus B117 di Indonesia

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya