Antisipasi Gagal Panen, Kementan Ajak Petani Manfaatkan AUTP

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau kepada para petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk memanfaatkan asuransi pertanian di program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) guna mengantisipasi gagal panen.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, AUTP merupakan program proteksi agar petani tak mengalami kerugian ketika terjadi gagal panen. AUTP, lanjut Syahrul, bisa menjamin petani dapat terus berproduksi meski mengalami gagal panen.
"AUTP akan memberikan pertanggungan kepada petani. Program ini memang dirancang untuk melindungi petani agar tak mengalami kerugian akibat gagal panen karena perubahan iklim maupun OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)," jelas Mentan Syahrul.
1. Pertanggungan Rp6 juta per hektare
Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, Kementan memahami kenyataan bahwa sektor pertanian amat rentan dalam berbagai kondisi.
"Dengan AUTP petani akan tenang dalam menjalankan budi daya pertanian mereka. Mereka tak perlu khawatir, karena jika pun mengalami gagal panen akan mendapat pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare per musim," tutur Ali.
Baca Juga: AUTP, Solusi Agar Petani Gianyar Tak Rugi akibat Kekeringan
2. Bisa digunakan untuk modal
Ali juga mengatakan, pertanggungan yang diberikan AUTP bisa dijadikan modal untuk memulai kembali budi daya pertanian. Dengan begitu, produktivitas pertanian akan dapat terjaga dengan baik.
"AUTP ini juga bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian. AUTP sebagai upaya menuju pembangunan pertanian nasional, yakni menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, menyejahterakan petani dan menggenjot ekspor," papar Ali.
3. Harus bergabung dengan kelompok tani
Direktur Pembiayaan Ditjen Kementan Indah Megahwati menyarankan kepada petani mengikuti program AUTP karena kaya manfaat. Cara mengikuti program AUTP pun cukup mudah. Salah satunya adalah petani diharuskan bergabung dengan kelompok tani terlebih dahulu.
"Daftarkan AUTP 30 hari sebelum masa tanam dimulai. Untuk biaya premi petani cukup membayar Rp36 ribu, karena sisanya sebesar Rp144 ribu disubsidi oleh pemerintah," tutur Indah. (WEB)
Baca Juga: 15 Ribu Lahan Sawah Petani di Tabanan Dicover AUTP