Ratusan WNI Dikarantina, Pemkab Natuna Sempat Liburkan Sekolah

Surat edaran libur sekolah kini telah dicabut

Jakarta, IDN Times - Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mencabut surat edaran sekretaris daerah setempat, dengan nomor 800/DISDIK/46/2020 dan 800/DISDIK/47/2020, tentang kebijakan meliburkan sekolah. Surat edaran ini terkait adanya karantina ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok pada akhir pekan lalu.

Pencabutan surat edaran tersebut, berdasarkan surat edaran nomor 800/DISDIK/48/2020 tertanggal 3 Februari 2020, yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Wan Siswandi. Dengan demikian, proses belajar mengajar di sekolah tetap dilaksanakan seperti biasa mulai Selasa, (4/2).

1. Pemkab Natuna meliburkan sekolah karena Natuna menjadi tempat karantina WNI dari Tiongkok

Ratusan WNI Dikarantina, Pemkab Natuna Sempat Liburkan SekolahKota Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (3/2) terlihat sepi setelah adanya karantina ratusan WNI dari Wuhan, Tiongkok, di wilayah ini. (FOTO ANTARA/ Cherman)

Seperti dilansir Antara, Dinas Pendidikan Natuna mengambil kebijakan meliburkan sekolah sejak 3 hingga 17 Februari 2020, terkait penempatan daerah itu sebagai lokasi observasi ratusan WNI yang baru dievakuasi untuk mencegah penularan wabah virus corona di Wuhan, Tiongkok.

Kemudian Kementerian Dalam Negeri mengirimkan telegram kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, yang meminta Bupati Natuna mencabut surat edaran tersebut.
Kemendagri beralasan, liburnya sekolah selama dua pekan akan mengganggu proses belajar siswa.

Telegram Menteri Dalam Negeri tersebut, dalam hal ini Dirjen Otonomi Daerah Nomor T.422.3/666/OTDA tentang permintaan pencabutan surat edaran Dinas Pendidikan Natuna.

Baca Juga: Takut Tertular Virus Corona, Ratusan Warga Tinggalkan Natuna

2. Masyarakat Natuna mulai tenang

Ratusan WNI Dikarantina, Pemkab Natuna Sempat Liburkan SekolahTim evakuasi saat menyambut kedatangan 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok, di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (2/2). (Twitter/@infoppkk)

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menyebutkan, masyarakat Natuna sudah mulai tenang pasca-evakuasi 238 WNI dari Wuhan, ke Natuna karena wabah virus corona.

"Sekarang nampaknya sudah mulai mengerti tentang apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Jadi sudah mulai tenanglah," kata Abdul usai bertemu Menko Polhukam Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/2).

Menurut dia, penolakan dari warga Natuna karena lokasi karantina ratusan WNI dari Wuhan itu, berdekatan dengan permukiman warga dan informasi yang disampaikan pemerintah pusat terlambat.

"Seperti kata Pak Mahfud (Menko Polhukam) karena terlalu cepat evakuasinya, jadi ya mungkin informasinya (dari pemerintah pusat) agak sedikit terlambat," kata Abdul.

3. Kekhawatiran warga Natuna wajar karena korban virus corona terus bertambah

Ratusan WNI Dikarantina, Pemkab Natuna Sempat Liburkan SekolahTim evakuasi saat persiapan menyambut 238 WNI dari Tiongkok, di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). (Twitter/@infoppkk)

Menurut Abdul, hal wajar bila masyarakat cemas terhadap ratusan WNI yang dievakuasi ke Natuna karena virus corona, mengingat saat ini jumlah korban virus ini terus bertambah.

"Ini mendadak, sehingga belum sempat kita sosialisasikan. Jadi, sedikit ada kecemasan dari masyarakat. Sekarang ini, tim kita di lapangan menyosialisasikan agar masyarakat tenang dan tidak terlalu was-was," tutur dia.

Terlebih, kata Abdul, pihaknya sudah mendapatkan penjelasan dari Menko Polhukam, Menkes Terawan Agus Putranto dan Mendagri Tito Karnavian, bahwa pemerintah akan menangani semua permasalahan yang ada di Natuna dengan masyarakat setempat.

"Jadi, tidak hanya menangani yang pulang, tapi masyarakat Natuna juga ditangani," kata dia.

4. Lokasi permukiman warga dengan tempat karantina sekitar 2 km

Ratusan WNI Dikarantina, Pemkab Natuna Sempat Liburkan SekolahTim evakuasi saat persiapan menyambut 238 WNI dari Tiongkok, di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). (Twitter/@infoppkk)

Dalam kesempatan itu, Abdul mengatakan, lokasi karantina dengan permukiman masyarakat berjarak sekitar dua kilometer. Kendati, dia menilai jarak tersebut masih aman bagi warga Natuna.

"Lebih kurang (jaraknya) 2 kilometer lah. Jadi saya kira masih amanlah, " ujar dia.

Abdul juga menyebutkan tidak warga yang melakukan eksodus dari Natuna. "Kalau masyarakat eksodus, Natuna bakal kosong," ujar dia.

5. Sebanyak 238 WNI dievakuasi dari Tiongkok

Ratusan WNI Dikarantina, Pemkab Natuna Sempat Liburkan SekolahSebanyak 238 WNI dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok, Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). (Twitter/@infoppkk)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan dalam rapat terbatas yang dilakukan di Bandara Halim Perdana Kusuma pada Minggu (2/2), terdapat enam keputusan. Di antaranya pemerintah berhasil memulangkan 243 WNI dari Wuhan, termasuk tim evakuasi.

"Dari rapat terbatas yang langsung oleh dipimpin oleh bapak presiden ingin kami sampaikan beberapa pertama, alhamdulillah total 243 orang, termasuk di antaranya lima orang tim yang kita pulangkan dari Wuhan telah tiba dengan selamat," ujar Retno.

Retno menjelaskan 243 orang akan melalui masa observasi selama 14 hari di Natuna. Bahkan, 42 tim penjemput WNI dari Wuhan juga akan menjalankan masa observasi. Sehingga total orang yang menjalankan observasi adalah 285 orang.

"Saat ini alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat," ujar Menlu.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga menyebutkan sebanyak tujuh dari 245 WNI batal dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok. Empat orang tidak bersedia dipulangkan ke tanah air dan tiga lainnya tidak lolos screening kesehatan. Sehingga hanya 238 orang yang berhasil dievakuasi dari negeri Tirai Bambu.

Sebanyak 238 WNI itu tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2) sekitar pukul 08.30 WIB, menggunakan pesawat Batik Air. Mereka keluar dari pesawat sekitar pukul 09.00 WIB, dan langsung diterbangkan ke Hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, untuk menjalani obeservasi. Mereka diobeservasi bersama 42 tim evakuasi.

Ratusan WNI Dikarantina, Pemkab Natuna Sempat Liburkan Sekolah(IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: Kelelawar Hingga Wudu, Ini Daftar 54 Hoaks Virus Corona Temuan Kominfo

Topik:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya