Comscore Tracker

Semeru Erupsi, Waspada Ancaman Awan Panas Guguran dan Aliran Lahar   

Terjadi 2.919 kali gempa letusan selama satu bulan terakhir

Jakarta, IDN Times - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi sejak beberapa hari ini. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), perkembangan terakhir aktivitas Semeru 1 November 2022 hingga 2 Desember 2022 pukul 24.00 WIB, terjadi letusan abu terjadi dengan rata-rata 88 kali erupsi per hari.

"Awan panas guguran terjadi dua kali dengan jarak luncur maksimal mencapai 4.5 km dari puncak. Asap kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi mencapai 50-1.500 meter dari puncak," tulis laporan PVMBG di laman resminya dikutip Minggu (4/12/2022).

Baca Juga: Jalan Kaki ke Jakarta, 3 Korban Erupsi Semeru Curhat Masalah Tambang

1. Terjadi 2.919 kali gempa letusan selama satu bulan terakhir

Semeru Erupsi, Waspada Ancaman Awan Panas Guguran dan Aliran Lahar   (dok. PVMBG)

Selama satu bulan terakhir itu, aktivitas kegempaan Semeru terekam 2.919 kali gempa letusan, 2 kali gempa awan panas, 81 gempa guguran, dan 137 kali gempa hembusan.

Hal ini menunjukkan aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi, karena adanya endapan material dari pusat erupsi. Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi, mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Semeru.

Pemantauan deformasi masih menunjukkan terjadinya inflasi (peningkatan tekanan) yang menunjukkan masih terjadinya proses suplai magma ke dalam kantong magma maupun ke permukaan. Pemantauan area panas (hotspot) menunjukkan adanya anomali thermal sekitar 12 Mw di sekitar area kawah yang mengindikasikan masih adanya tumpukan material panas pada kawah Gunung Api Semeru.

Mengingat kegiatan Semeru masih tinggi dan serta masih berpotensi terjadinya awanpanas guguran serta aliran lava, maka Badan Geologi menyatakan Tingkat Aktivitas Gunung Api Semeru masih berada pada Level III (Siaga) hingga 2 Desember 2022.

2. Tiga rekomendasi dari PVMBG kepada masyarakat

Semeru Erupsi, Waspada Ancaman Awan Panas Guguran dan Aliran Lahar   (dok. PVMBG)

Sehubungan tingkat aktivitas Semeru saat ini masih berada di level Level III, Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, atau wisatawan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Rekomendasi tersebut antara lain, pertama, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Kedua, tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Ketiga, mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Terakhir, masyarakat diharapkan tidak terpancing berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Semeru, dan mengikuti arahan dari instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan kementerian/lembaga, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

Informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru terkini juga dapat diperoleh melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram pvmbg_).

Baca Juga: Korban Semeru Mengadu ke Komnas HAM, Begini Tanggapan Bupati Lumajang

3. Karakter erupsi Gunung Semeru saat ini

Semeru Erupsi, Waspada Ancaman Awan Panas Guguran dan Aliran Lahar   (dok. PVMBG)

Gunungapi Semeru secara administratif terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis berada pada posisi 8° 6,5’ LS dan 112° 55’ BT dengan tinggi puncaknya 3676 mdpl.

Gunungapi Semeru dipantau secara visual dan instrumental dari 2 Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yang berada di Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, serta di Desa Agrosuko, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Karakter erupsi Gunung Semeru saat ini adalah berupa erupsi eksplosif yang berselang seling dengan erupsi efusif. Letusan abu bertipe vulcanian terjadi setiap hari, yang terkadang disertai guguran lava serta awan panas guguran.

Aliran awan panas guguran tersebut mengarah ke bukaan kawah sebelah tenggara, yaitu mengarah ke hulu Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar. Tingkat aktivitas Semeru pada saat ini adalah Level III (Siaga) sejak 16 Desember 2021.

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya