Comscore Tracker

Kontak dengan Pasien COVID-19, 100 Wartawan di Depok Ikuti Rapid Test

Meski WFH, wartawan tak henti bekerja mengejar berita!

Depok, IDN Times - Buat sebagian wartawan, work from home jadi momen untuk lebih produktif menggarap berita. Mengejar narasumber untuk diwawancarai atau menunggu siaran pers langsung dari instansi pemerintahan jadi hal yang tetap mereka lakoni saban hari demi menyiarkan berita terkini atas perkembangan pandemik COVID-19.

Setiap wartawan dalam proses peliputan berkejar dengan rasa cemas tertular virus asal Wuhan, Tiongkok. Untuk itu, di Kota Depok, Jawa Barat, sebagai langkah antisipasi penularan COVID-19 di kalangan awak media, pemerintah kota menginisiasi rapid test terhadap 100 wartawan.

1. Beberapa wartawan pernah kontak dengan mantan penyintas COVID-19

Kontak dengan Pasien COVID-19, 100 Wartawan di Depok Ikuti Rapid TestDok.IDN Times/Istimewa

Rapid test COVID-19 bagi ratusan wartawan Kota Depok yang tergabung dalam PWI, Depok Media Center (DMC), Kelompok Kerja Wartawan Depok (Pokja) itu dilaksanakan di Rumah Sakit Bunda Margonda, Senin (5/4).

Ketua Pokja Wartawan Depok, Rinna Ratna Purnama, menuturkan adanya kegiatan ini begitu membantu para jurnalis di Kota Depok guna memeriksakan kesehatannya.

"Banyak banyak dari kami yang tetap bekerja di lapangan, meski sebagian ada juga yang bekerja secara WFH. Jadi, wajib bagi kami menjalani rapid test ini," kata Rinna Ratna kepada IDN Times Senin, (6/3).

Dia menambahkan, beberapa wartawan yang bertugas di Depok mungkin rentan tertular meski tanpa bergejala, karena pernah mewawancarai mantan penyintas COVID-19.

"Potensi tertular di lingkaran kami cukup tinggi. Karena beberapa waktu lalu, beberapa teman kami ada yang mewawancarai penyintas COVID-19 pasien 01, 02, dan 03 yang memang warga Depok," kata Rinna.

Sebagaimana berita sebelumnya, studi terbaru dari Jerman menemukan bahwa virus corona tidak sepenuhnya hilang dari tubuh pasien yang sudah sembuh. Mereka akan tetap berada di dalamnya selama beberapa waktu.

Baca Juga: Ikut Rapid Test, Seluruh Wartawan Pemkot Bandung Negatif Virus Corona!

2. Inisiasi rapid test untuk wartawan dicetus oleh Wakil Wali Kota Pradi Supriatna

Kontak dengan Pasien COVID-19, 100 Wartawan di Depok Ikuti Rapid TestWakil Wali Kota Depok, Pradi Supritatna menyaksikan pelaksanaan rapid test (IDN Times/Rohman Wibowo)

Dalam berita sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, awal April. Dari hasil pertemuan itu, Depok diberi bantuan sekitar 2.400 alat rapid test.

Dari bantuan ini, beberapa didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas serta seratus di antaranya untuk beberapa wartawan yang dikira rentan kondisi kesehatannya terkait penularan COVID-19. 

Pradi yang hadir dalam pelaksanaan rapid test mengatakan peranan insan pers begitu penting dalam kondisi sekarang guna menghindari penyebaran hoaks oleh oknum tertentu dan yang terpenting sebagai garda terdepan mengawal kebijakan pemerintah dalam penanganan COVID-19. Karena itu, dia berharap yang terbaik bagi kesehatan para awak media.

“Insyaallah ini adalah dalam rangka berbuat untuk kebaikan, saya berdoa semoga semua hasilnya negatif dan teman-teman bisa menjalankan fungsi dan tugasnya dalam mengawal pekerjaan Pemerintah Kota Depok," katanya.

Pradi sendiri notabenenya tak masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanaganan COVID-19 Kota Depok, dan dia sempat mengaku tak pernah dilibatkan dalam pengambilan kebijakan penanganan COVID-19 di wilayahnya. Terkait soal inisiasi rapid test untuk wartawan, pun bukan datang dari Wali Kota Mohammad Idris selaku Ketua Pengarah Gugus Tugas, melainkan datang dari wakilnya, Pradi. 

3. Hasil rapid test belum keluar

Kontak dengan Pasien COVID-19, 100 Wartawan di Depok Ikuti Rapid TestDok.Humas Jabar

Sementara itu, hasil rapid test belum keluar hingga berita ini disusun. Pihak Dinas Kesehatan Bogor dan RS Bunda Margonda masih menunggu hasil pasti dari akumulasi hasil tes.

Kepala RS Bunda, Imelda Rahmawati menjelaskan rapid test merupakan langkah untuk menekan penyebaran pandemik COVID-19.

Rapid test untuk screening saja semoga hasilnya semua negatif, semua normal," ujarnya.

Dia juga berujar agar langkah-langkah preventif dan kewaspadaan tetap dilakukan oleh seluruh awak media dalam setiap kegiatan peliputan. Hal yang paling penting, kata dia adalah tetap disiplin menjaga jarak dan mengenakan masker, karena penularan bisa dibawa oleh siapa pun melalui droplet (percikan bersin).

"Ketiga adalah selalu cuci tangan menggunakan air mengalir bukan dengan hand sanitizer," tuturnya.

Baca Juga: Begini Pengalaman Wartawan Tes Virus Corona di RSPI Sulianti Saroso

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya