Comscore Tracker

Pembatasan Sosial Skala Besar Versi Bogor: Bentuk RW Siaga COVID-19

RW siaga corona membatasi ruang gerak masyarakat

Bogor, IDN Times - Meski sudah punya plan A dan B untuk kebijakan lockdown, akhirnya Pemerintah Kota Bogor memutuskan langkah penanganan COVID-19 melalui karantina wilayah parsial (KWP). Keputusan tersebut merujuk arahan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, agar setiap wilayah melaksanakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB).

“Teknis pelaksanaannya (PSSB) sebagai wujud karantina wilayah parsial diserahkan ke masing-masing daerah untuk menindaklanjutinya dengan catatan masih tetap memperbolehkan arus barang pertanian, perdagangan, BBM, gas, penanganan medis dan logistik yang melintas antar daerah,” kata Wakil Wali Kota Dedie Rachim kepada IDN Times, Selasa (31/3).

Dia mengatakan Kota Bogor memilih cara pelaksanaan PSSB melalui pengelolaan area pencegahan penyebaran COVID-19 dan memberdayakan potensi masyarakat dalam bentuk RW Siaga Corona.

“Dibentuknya RW Siaga Corona bertujuan mengontrol keluar masuk pendatang atau penduduk sehingga diperoleh data asal dan tujuan kehadiran di wilayah masing-masing,” tuturnya.

“Prediksi PSSB akan berlangsung hingga tanggal 23 Mei 2020,” dia menambahkan.

1. RW siaga corona membatasi pergerakan keluar masuk warga

Pembatasan Sosial Skala Besar Versi Bogor: Bentuk RW Siaga COVID-19Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. (IDN Times/Auriga Agustina)

Dedie menjelaskan pembentukan RW siaga corona dikoordinir oleh lurah beserta camat masing-masing daerah dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat yang ada. Mulai dari Pengurus RW sendiri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, dan Pengurus LPM.

"Mereka yang bertugas dalam membatasi pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing. Kemudian memasang spanduk RW Peduli Corona dan menggiatkan Siskamling,” ucapnya.

RW siaga corona, Dedie melanjutkan, diberi tugas untuk melarang kegiatan sosial dan keagamaan yang menimbulkan kerumunan sehingga berdampak penularan COVID-19.

Baca Juga: Hasil Rapid Test di Bogor, 3 Orang Dinyatakan Positif Virus Corona

2. RW siaga corona mengawal kesejahteraan warga selama masa pandemik

Pembatasan Sosial Skala Besar Versi Bogor: Bentuk RW Siaga COVID-19Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Wabah COVID-19 ini selain merenggut nyawa, juga merenggut mata pencarian banyak orang, terlebih mereka yang bergantung pada penghasilan sehari-hari, seperti pemulung, pedagang asongan hingga tukang bakso keliling.

Aturan physical distancing membuat ruang gerak mereka terbatas, sehingga tak jarang mengurungka niat untuk keluar cari nafkah. Sementara itu, dapur harus tetap ngebul, alih-alih bertahan hidup.

Melalui RW siaga corona ini, maka bantuan disiapkan untuk mereka yang daya ekonominya lemah selama masa PSSB.

“RW siaga corona agar melakukan pemetaan dan pendataan masyarakat terdampak dan membuat daftar di luar Database Kemiskinan Kota Bogor atau di luar penerima Program Keluarga Harapan (PKH),” kata Dedie.

Dia juga mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk penanganan COVID-19, termasuk program RW siaga ini mencapai Rp40 miliar.

3. RW siaga corona membantu ketersediaan pangan warga

Pembatasan Sosial Skala Besar Versi Bogor: Bentuk RW Siaga COVID-19Ilustrasi Supermarket (IDN Times/Sunariyah)

Dia juga mengatakan kehadiran RW siaga corona diharapkan bisa membantu tugas pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar warga.

“RW siaga corona berfungsi menyiapkan langkah pengamanan ketersediaan bahan pokok, bahan bakar dan air minum bagi warga dengan mengkalkulasi seluruh resiko dan solusi apabila diterapkan pembatasan dalam jangka waktu tertentu,” katanya.

Namun, esensi dari RW siaga corona ini, kata dia untuk masyarakat menerapkan prinsip gotong royong, solidaritas antar warga, peduli sesama, peduli tetangga dan tolong menolong.

Baca Juga: Klaster COVID-19 di Kota Bogor Berasal dari Turki hingga Seminar GPIB

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya