Comscore Tracker

Bima Arya Blusukan di Bogor, Dengarkan Curhatan Warga Terdampak PPKM

Bima Arya turut membagikan sembago dan vitamin pada warga

Bogor, IDN Times - Di tengah masa PPKM Level 4, Wali Kota Bogor Bima Arya, melakukan blusukan ke beberapa wilayah di Kota Bogor untuk memberikan bantuan paket sembako dan vitamin bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam blusukan tersebut, Bima Arya mengunjungi wilayah Kelurahan Genteng, Kecamatan Selatan dan Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah.

Tepatnya di Kampung Awan, RT 002 RW 010, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor, Bima Arya sempat berdialog dengan beberapa warga menanyakan kondisi yang tengah dihadapi.

1. Bima Arya terima keluhan sopir angkot sulit cari penumpang di masa PPKM

Bima Arya Blusukan di Bogor, Dengarkan Curhatan Warga Terdampak PPKMWali Kota Bogor Bima Arya saat memantau wilayahnya di lapangan sebelum pandemik. (kotabogor.go.id)

Di antara warga yang ditemui Bima Arya, ada dua orang anak yang sudah ditinggal wafat ibunya, tengah menunggu di rumah. Sementara sang ayah tengah bekerja.

Selain itu, ada juga warga yang berprofesi sebagai sopir angkot trayek 11, Tyson (30) langsung menyampaikan sulitnya mencari penumpang di masa PPKM darurat saat ini.

Untuk menyiasatinya, Tyson mengaku menjual voucher pulsa dan menggunakan tabungan yang dimiliki untuk kebutuhan hidupnya.

Baca Juga: Bertemu 2 Jam, Ini Kesepakatan Bima Arya dan Simpatisan Rizieq Shihab

2. Berikan paket sembako dan vitamin untuk warga, serta kuota internet untuk siswa

Bima Arya Blusukan di Bogor, Dengarkan Curhatan Warga Terdampak PPKMWali Kota Bogor Bima Arya (Instagram.com/bimaaryasugiarto)

Dalam blusukan tersebut, selain menanyakan kondisi, Bima Arya yang didampingi Camat Bogor Selatan, Hidayatullah juga memberikan bantuan paket sembako dan vitamin dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor bagi warga yang terdampak pandemik COVID-19.

Khusus untuk siswa, Bima Arya juga memberikan bantuan untuk membeli kuota guna membantu pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Tadi kita ke Kampung Awan, kurang lebih ada 15 rumah. Mayoritas pekerjaannya buruh, mengurus makam dan ada juga sopir angkot, semuanya terdampak karena pandemi Covid-19, penghasilannya jadi berkurang. Ada juga anak yang ditinggal wafat ibunya atau ditinggal orang tuanya bekerja, semuanya berjuang dan masih bersyukur di tengah keterbatasan yang ada. Hal yang mengagumkan adalah orang tuanya masih bisa menyisihkan hasil yang didapat untuk anaknya agar bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Sekecil apapun pemasukan yang diterima selalu ada yang disisihkan untuk itu," kata Bima Arya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, lanjut Bima Arya, akan terus berupaya semaksimal mungkin membantu warga yang terdampak, sambil mendoakan agar semua warga Kota Bogor diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi pandemik ini.

3. Bima Arya datangi rumah Zulfa, Zulfan dan Zahira yang telah kehilangan ibu akibat COVID-19

Bima Arya Blusukan di Bogor, Dengarkan Curhatan Warga Terdampak PPKM(Wali Kota Bogor Bima Arya) IDN Times/Margith Juita Damanik

Sementara itu, di wilayah Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Bima Arya juga didampingi Sekretaris Kecamatan Bogor Tengah, Dicky Iman Nugraha mendatangi beberapa warga untuk memberikan sembako dan vitamin.

Ia juga sempat mendatangi warga, tepatnya di jalan Abesin, yang ibunya meninggal dunia 7 hari yang lalu setelah terpapar COVID-19.

Zulfa, Zulfan dan Zahira telah kehilangan ibunda tercinta. Sedangkan ayahnya sudah 7 tahun berpisah dengan ibunya. Ketiganya terlihat tabah dan tegar.

Dalam kesempatan itu, Bima Arya langsung menelpon Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi meminta untuk memperhatikan pendidikan Zulfan dan Zahira yang masih duduk di bangku sekolah.

"Saya meminta Kepala Disdik Kota Bogor untuk pastikan agar Zulfan dan Zahira dapat bantuan fasilitas pendidikan yang dibutuhkan sampai lulus SMP dan masuk ke jenjang SMA nanti," katanya.

Sebelum memulai blusukan, Bima Arya secara simbolis menerima bantuan paket sembako dari Pemprov Jawa Barat yang diserahkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, Ahmad Hadadi didampingi para staf, di Posko Logistik PPKM Kota Bogor didampingi perwakilan Dinsos, Dinkes dan Koordinator Posko Logistik, Muzakkir.

Baca Juga: RS di Bogor Butuh Oksigen 14 Ton Sehari, Tapi Baru Terpenuhi 6 Ton

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya