Comscore Tracker

Duka Penggali Kubur Pasien COVID-19, Dikucilkan hingga 'Diusir' Istri

Disuruh tidur di luar rumah setelah pemakaman pasien COVID

Bogor, IDN Times - Sejak virus corona mewabah, beban kerja Ade Saepudin semakin bertambah, jam kerja pun semakin tak karuan, kadang baru berakhir pada larut malam. Ade sehari-hari memang bekerja sebagai petugas gali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Situ Gede, Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. 

Sebelum pandemik melanda Indonesia, biasanya ia sudah bisa pulang ke rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Namun saat ini, dia dan rekan-rekannya sesama petugas makam bekerja lebih keras hingga tengah malam. Karena tugas menyiapkan tempat penguburan jenazah pasien COVID-19 tak pernah bisa ditebak waktunya.

Kepada IDN Times, Ade menceritakan suka duka bekerja sebagai penggali kubur jenazah pasien COVID-19. Bahkan, salah satu rekannya pernah sampai dilarang istri tidur di dalam rumah, karena takut keluarganya terpapar virus corona.

1. Pakai APD saat turun ke liang kubur rasanya seperti mabuk, panas sekali

Duka Penggali Kubur Pasien COVID-19, Dikucilkan hingga 'Diusir' IstriAde Saepudin, Petugas TPU Situ Gede, Bogor (IDN Times/Rubiakto)

Ade mengakui, dirinya resah dan takut saat harus memakamkan jenazah pasien COVID-19 di TPU tempat ia bekerja. Apalagi hingga kini belum juga ditemukan obatnya.

“Awal-awal saya khawatir dan takut, tetapi ini adalah bagian dari pekerjaan dan tanggung jawab saya,” kata dia.

Pekerjaan gali kubur adalah mata pencarian utama bagi Ade. Pekerjaan ini bukan hanya berjibaku dengan teriknya matahari. Tapi, dia juga harus 'berperang' melawan virus COVID-19 yang sewaktu-waktu bisa saja menginfeksi dirinya. Alhasil, protokol menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat prosesi pemakaman jenazah pasien COVID-19 pun dilakoninya.

"Saya harus pakai APD. Padahal, saat turun ke dalam kubur menggali itu rasanya mabuk, badan panas. Tapi mau bagaimana lagi, harus dipakai," ungkapnya.

Baca Juga: Kisah Pilu Pemakaman Jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon

2. Ade dan keluarga dikucilkan tetangga

Duka Penggali Kubur Pasien COVID-19, Dikucilkan hingga 'Diusir' IstriAde Saepudin, Petugas TPU Situ Gede, Bogor (IDN Times/Rubiakto)

Kesulitan tidak hanya dirasakan Ade saat bekerja, begitu pula saat pulang ke rumah, masalah baru pun timbul. Tetangga mulai menjauh ketika dirinya pulang dari TPU, karena dianggap bisa menularkan virus kepada lingkungan sekitar. 

"Karena saya kerja di TPU, dan sering memakamkan korban COVID-19, saya jadi dijauhi tetangga, bahkan keluarga sempat dijauhi juga," kata Ade. 

3. Disuruh tidur di luar rumah oleh istri karena takut menularkan COVID-19

Duka Penggali Kubur Pasien COVID-19, Dikucilkan hingga 'Diusir' IstriProses pemakaman salah satu jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon pada Selasa (16/9/2020) (IDN Times/Aldila Muharma&Fiqih Damarjati)

Cerita duka lainnya juga dialami Korlap TPU Setu Gede, Herman. Dia mengaku merasakan perubahan besar dalam hidupnya setelah virus corona mewabah, terlebih saat mulai banyak korban jiwa berjatuhan akibat COVID-19 dan dimakamkan di TPU Situ Gede.

Dia bercerita, saat itu sudah sangat larut, pemakaman pasien COVID-19 baru selesai sekitar pukul 01.00 dini hari. Saat tiba di rumah, istri Herman tak mau membukakan pintu.

"Istri saya hanya buka gorden, dan cuma teriak-teriak, tapi saya gak dengar," kata Herman, mengenang pengalamannya kala itu.

Sampai akhirnya sang istri mengambil selimut dan mengeluarkannya lewat ventilasi rumah. "Istri saya kasih selimut lewat ventilasi, sambil bilang, 'Papa tidur di luar ya, saya dan anak-anak takut tertular'," ucapnya lirih.

Baca Juga: Cerita Petugas TPU Pondok Ranggon, Sehari Makamkan 10 Jenazah COVID-19

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya