Comscore Tracker

Nekat Beroperasi di Masa PPKM Darurat, 2 Pabrik di Bogor Ditutup

60 karyawan pabrik positif COVID-19, perusahaan tak melapor

Bogor, IDN Times - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah menutup sementara dua perusahaan di wilayah Citeureup, yakni PT Banteng Pratama Citeureup dan PT Shihan Garmen, Selasa (13/7/2021). 

Penutupan dilakukan karena dua perusahaan itu nekat beroperasi di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Bogor.

1. Masyarakat adukan dua pabrik masih beroperasi saat PPKM Darurat

Nekat Beroperasi di Masa PPKM Darurat, 2 Pabrik di Bogor DitutupDok Humas Pemkab Bogor

Agus mengatakan, penutupan dilakukan karena dua perusahaan itu nekat beroperasi di masa PPKM Darurat. 

"Penutupan dua pabrik ini berdasarkan aduan dari masyarakat kepada Bupati Bogor. Kemudian kami diinstruksikan Ibu Bupati untuk menutup dua pabrik ini karena nekat beroperasi di masa PPKM Darurat," ujar Agus.

Baca Juga: Bupati Bogor Gelisah, Klaim BPJS Kesehatan Rp261 Miliar Belum Dibayar

2. 60 karyawan pabrik positif COVID-19 tapi perusahaan tidak melapor ke satgas

Nekat Beroperasi di Masa PPKM Darurat, 2 Pabrik di Bogor DitutupIlustrasi buruh pabrik. IDN Times/Dhana Kencana

Selain itu, terdapat pelanggaran yang dilakukan PT Banteng Pratama Citeureup karena tidak melapor kepada Satgas Covid-19 Kecamatan dan Satgas Kabupaten Bogor terkait adanya 60 karyawan di perusahaan itu yang positif COVID-19.

Agus Ridhallah menambahkan, bahwa dirinya sudah bertemu dengan manajemen pabrik tersebut untuk diberikan penjelasan terkait penutupan tersebut. 

3. Dinkes lakukan tracking pada karyawan pabrik yang terpapar COVID-19

Nekat Beroperasi di Masa PPKM Darurat, 2 Pabrik di Bogor DitutupIlustrasi swab test. ANTARA FOTO/Fauzan

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menyatakan, pihaknya juga diinstruksikan untuk melakukan tracking ke para karyawan di PT Banteng Pratama.

"Hari ini pihak Puskesmas Citeureup sudah kami turunkan untuk melakukan tracking PT Banteng Pratama," imbuhnya. 

Baca Juga: Usai Viral Video Karaoke, Bupati Bogor Copot Kepala Puskesmas

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya