Comscore Tracker

Akibat Klaster Hajatan, 28 Orang di Purbalingga Positif COVID-19

Desa Brecek kini lockdown akibat klaster hajatan

Purbalingga, IDN Times - Sebanyak 28 orang terpapar COVID-19 dalam klaster hajatan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Persisnya di Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga menyatakan hingga Rabu, 23 Juni 2021, sebanyak 28 orang terkonfirmasi positif COVID-19 usai tes swab antigen.

Baca Juga: Lagi, Klaster Baru Muncul di Kota Malang, 12 Orang Positif COVID-19

1. Klaster bermula dari acara hajatan yang dihadiri keluarga dari luar kota

Akibat Klaster Hajatan, 28 Orang di Purbalingga Positif COVID-19Warga Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga memasang palang pintu di jalan menuju RT 6 RW 2 usai muncul klaster hajatan, Rabu (23/6/2021). Foto: Rudal Afgani/IDNTimes

Kasus di Desa Brecek bermula dari hajatan khitanan warga RT 6 RW 2, pada Kamis, 17 Juni 2021. Saat itu, hadir keluarga dari Semarang, Jawa Tengah dan menginap semalam di rumah tetangga tuan rumah.

Kepala Desa Brecek Siti Rokhmaningsih mengatakan, usai hajatan tuan rumah mengeluhkan gejala seperti batuk, pilek, sakit kepala, dan demam. Selain keluarga, tenaga pramusaji hajatan itu juga mengeluhkan gejala yang sama.

"Yang punya hajat kondisinya sakit; batuk, panas, demam. Terus merambat ke tetangga, hajatan kan punya rewang ya, nah itu pada sakit," kata Siti.

Pihak desa kemudian membawa delapan anggota keluarga yang sakit ke Puskesmas Kalikajar untuk dites antigen pada Jumat, 18 Juni 2021. Hasilnya lima orang positif COVID-19.

Senin, 21 Juni 2021, ia kembali membawa 24 orang yang kontak erat dengan warga yang positif COVID-19 ke Puskesmas. Hasilnya, sebanyak 15 orang terkonfirmasi positif virus corona.

Pihak desa kembali menggelar tracing. Sebanyak 34 anggota keluarga dari pasien diminta menjalani tes swab. Kali ini, petugas Puskesmas Kalikajar datang ke Desa Brecek pada Rabu, 23 Juni 2021. Hasilnya sembilan orang positif.

"Hasil musyawarah dengan Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, dan Puskesmas memutuskan hari ini lockdown," tutur Situ, Rabu.

2. Warga desa galang aksi solidaritas untuk warga yang lockdown

Akibat Klaster Hajatan, 28 Orang di Purbalingga Positif COVID-19Jalan menuju RT 6 RW 2 Desa Brecek, Kaligondang, Purbalingga ditutup palang pintu usai ditemukan klaster hajatan, Rabu (23/6/2021). Foto: Rudal Afgani/IDNTimes

Usai muncul klaster COVID-19, Pemerintah Desa Brecek menggelar musyawarah lintas instansi. Desa berencana mengaktifkan Satgas Jogo Tonggo.

Desa meminta sembilan dari 10 RT mengalokasikan bantuan masing-masing Rp300 ribu. Selain itu, Tim Penggerak PKK desa juga menggalang donasi warga dalam bentuk apapun untuk warga RT 6 RW 2 yang tengah menjalani lockdown. Desa juga membagikan sembako kepada warga setempat.

"Hari ini juga, baik yang terpapar atau tidak menjadi tanggung jawab kami selama isolasi mandiri. Desa akan bertanggung jawab sampai isolasi selesai," ucap Siti.

Siti menjelaskan, semua warga yang terkonfirmasi positif virus corona menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Puskesmas telah membuatkan rujukan jika sewaktu-waktu ada warga yang menunjukkan gejala berat seperti sesak napas.

3. Setiap hari ada yang meninggal akibat COVID-19 di Purbalingga

Akibat Klaster Hajatan, 28 Orang di Purbalingga Positif COVID-19Petugas Puskesmas Kalikajar Purbalingga membuka posko tes antigen di Desa Brecek, Kaligondang. Purbalingga usai ditemukan klaster hajatan, Rabu (23/6/2021). Foto: Rudal Afgani/IDNTimes

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, kasus aktif COVID-19 di kabupatennya akhir-akhir ini mengkhawatirkan. Hingga 22 Juni 2021, kasus aktif mencapai 677 kasus, yang menjalani perawatan di rumah sakit 165 orang, dan isolasi mandiri di rumah 512 orang. Setiap hari ada pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

“Tingkat kematian karena COVID-19 mengalami peningkatan. Pada minggu kemarin ada 10 orang yang meninggal dunia, jadi setiap hari ada yang meninggal. Termasuk minggu ini juga ada peningkatan angka mortalitas,” kata Tiwi, sapaan Dyah di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD), Rabu.

Peningkatan kasus COVID-19 di Purbalingga akibat munculnya klaster-klaster baru, seperti klaster hajatan, klaster perpisahan SD, klaster rumah ibadah gereja dan masjid, serta klaster perkantoran.

4. Tokoh agama diimbau berpartisipasi

Akibat Klaster Hajatan, 28 Orang di Purbalingga Positif COVID-19Para jemaah jaga jarak saat mendengarkan khotbah salat Jumat di Masjid Kauman Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Tiwi mengimbau tokoh agama turut serta membantu pemerintah menyosialisasikan pembatasan jumlah warga yang beribadah di rumah-rumah ibadah, dan pengetatan penerapan protokol kesehatan.

“Ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Purbalingga, salah satunya dengan memperketat PPKM Mikro. Melalui Surat Edaran Bupati, dari 21-28 Juni 2021 berbagai kegiatan hajatan, pengajian, dan kegiatan-kegiatan yang menimbulkan keramaian untuk sementara waktu ditiadakan,” tutur dia.

Di samping kegiatan masyarakat tersebut, dalam satu minggu ke depan tempat-tempat wisata juga ditutup, termasuk tempat hiburan. Minggu depan upaya ini akan dievaluasi untuk melihat efektivitasnya. Jika kasus COVID-19 di Purbalingga terus meningkat, maka pengetatan PPKM Mikro akan terus diperpanjang.

5. Vaksinasi massal digencarkan

Akibat Klaster Hajatan, 28 Orang di Purbalingga Positif COVID-19Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, memantau vaksinasi massal Hari Bhayangkara ke-75 di Pendapa Dipokusumo, Senin (21/6/2021). Foto: Istimewa

Di samping pengetatan PPMK Mikro, Pemkab Purbalingga juga menggelar vaksinasi massal COVID-19. Sejauh ini vaksinasi massal dalam rangka HUT Bayangkara telah mencapai 1.600 orang lebih. Pada 26 Juni 2021, juga akan dilakukan vaksinasi massal di GOR Goentoer Darjono.

“Kita juga akan menambah ruang karantina di eks SMPN 3. Pasalnya, saat ini BOR (tingkat hunian) rumah sakit sudah mencapai 75 persen. Sehingga harus ada upaya karantina terpusat, untuk mengatasi lonjakan angka COVID-19 di kemudian hari,“ ujar Tiwi.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Tiwi meminta agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan, mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kerumuman.

“Apabila tidak ada kegiatan yang mendesak, lebih baik di rumah saja,” ujar dia.

Baca Juga: Tahap Pertama, Purbalingga Akan Terima 1.326 Vaksin COVID-19 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya