Comscore Tracker

Klaim Bisa Tarik Harta Karun Sukarno, Tukang Batagor di Jateng Dicokok

WJ bermodal uang dan emas batangan palsu

Kebumen, IDN Times - Seorang pedagang batagor keliling berinisial WJ menawarkan jasa jalan pintas untuk menjadi orang kaya. Warga Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah itu memasarkan harta karun warisan Presiden pertama RI Sukarno.

Jasa yang ditawarkan pun mempunyai syarat, yaitu siapa yang berminat harus menyerahkan mahar berupa uang hingga belasan juta rupiah. Uniknya, tidak sedikit yang berminat pada jasa yang ditawarkan pria 58 tahun itu.

Baca Juga: Pilkada 2020, Mengenal Kabupaten Kebumen, Partisipasi Pemilih Jadi PR

1. Bermodalkan uang dan emas batangan palsu

Klaim Bisa Tarik Harta Karun Sukarno, Tukang Batagor di Jateng Dicokok(Dok. Humas Polres Kebumen)

WJ menipu korbannya bermodalkan bergepok-gepok uang pecahan ratusan ribu rupiah dan emas batangan yang bertuliskan Bank Swiss, serta gambar Sukarno. Emas batangan yang digunakan merupakan emas imitasi yang terbuat dari kuningan, begitu pun uang jutaan yang ia miliki, juga palsu.

WJ akhirnya ditetapkan tersangka kasus penipuan. Salah satu korban yang diperdaya ialah SN (68), warga Kelurahan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.

Baca Juga: Penipuan Wedding Organizer di Depok Tipu Korban Hingga Rp2,5 Miliar

2. WJ mengelabui korbannya dengan dongeng harta karun peninggalan Presiden Sukarno

Klaim Bisa Tarik Harta Karun Sukarno, Tukang Batagor di Jateng Dicokok(Dok. Humas Polres Kebumen)

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan rangkaian penipuan ini dimulai dari cerita fiktif WJ soal emas seberat 2 kilogram, yang siap diambil di pekarangan rumah SN.

Dari cerita yang ia karang, emas itu adalah harta karun peninggalan presiden Sukarno. Ia mengatakan emas yang disimpan di Bank Swiss tersebut bisa diambil WJ dengan cara gaib.

"Syarat untuk menarik emas itu, korban harus menyiapkan kembang tujuh rupa serta mahar Rp18 juta, selanjutnya diserahkan ke tersangka," kata Rudi didampingi Kapolsek Karanganyar AKP Kusnadi saat konferensi pers, Minggu (16/2).

3. Koran tergiur karena hasil yang didapat berlipat ganda dari mahar yang disetorkan

Klaim Bisa Tarik Harta Karun Sukarno, Tukang Batagor di Jateng Dicokok(Dok. Humas Polres Kebumen)

Meskipun cerita itu tak masuk akal, kata Rudy, korban tetap percaya. Korban tergiur lantaran secara ekonomi hasil yang didapatkan berlipat ganda. SN menyerahkan uang mahar pada WJ pada Senin (6/1) lalu.

Guna meyakinkan korban, WJ selanjutnya pada hari yang sama, berpura-pura melakukan ritual di kamar korban. Ritual dilakukan untuk menarik harta karun yang bisa membuat SN kaya mendadak.

Usai ritual digelar, emas palsu yang dibungkus kain kafan putih diserahkan WJ kepada SN. Tersangka berpesan emas hanya boleh dibuka satu bulan kemudian, setelah emas diserahkan. Jika dibuka sebelum waktunya, WJ menyebut ritual bisa gagal.

4. Korban lapor polisi setelah sadar telah ditipu

Klaim Bisa Tarik Harta Karun Sukarno, Tukang Batagor di Jateng Dicokok(Dok. Humas Polres Kebumen)

Korban terkejut, setelah membuka bungkusan emas itu. Sebab, emas yang diberikan adalah emas imitasi. Korban kemudian melaporkan tersangka ke Polsek Karanganyar.

"Saya sebetulnya bukan dukun. Saya tidak bisa menarik emas batangan itu. Saya terpaksa berbohong, karena butuh uang," ungkap WJ kepada polisi.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Kebumen masih melakukan pengembangan kasus penipuan ini. Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Baca Juga: Modus Penipuan Sewa Apartemen, Pelaku Jajakan Lapak dari dalam Sel

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya