Comscore Tracker

Butuh Mendesak, Wanita Ini Menangis Saat Antre Isi Tabung Oksigen

Atrean panjang terjadi di tempat pengisian tabung oksigen

Jakarta, IDNTimes - Air mata Nurdini tak terbendung lagi. Sambil memegang tabung oksigen kosong, ia mecoba meminta belas kasih dari warga yang telah lama mengantre di tempat pengisian tabung oksigen Jalan Minangkabau Timur, Pasar Manggis, Jakarta Selatan, Minggu (4/7/2021).

Dini mengungkapkan ayahnya sedang dalam keadaan sesak dan membutuhkan oksigen segera. Ia mengaku sebelumnya sudah berputar-putar mencari lokasi pengisian oksigen sejak pagi hari, namun hasilnya nihil.

Hingga akhirnya, ia sampai di tempat pengisian tabung oksigen di Jalan Minangkabau Timur. Sayangnya, ketika warga Pisangan Baru itu tiba di lokasi, petugas sedang beristirahat dan sudah ada banyak warga yang mengantre.

Petugas pengisian tabung oksigen pun meminta warga pengantre, termasuk Dini untuk menunggu. Akan tetapi, karena kebutuhan mendesak, Dini pun meminta petugas agar tabungnya segera diisi.

"Tolong Pak, saya urgent, bapak saya sesak-sesak," ujar Dini kepada petugas pengisian tabung oksigen sembari menangis.

"Ibu tolong izin ke warga yang antre dari pagi," balas petugas.

Nurdini lantas meminta izin kepada sejumlah warga yang telah lama mengantre.

"Pak, Bu, saya mohon bisa duluan isi (oksigen). Bapak saya sesak-sesak," ucapnya di hadapan warga.

1. Dini khawatir kondisi ayahnya memburuk

Butuh Mendesak, Wanita Ini Menangis Saat Antre Isi Tabung OksigenIlustrasi tabung oksigen medis. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi).

Warga pun memenuhi permintaan Dini dan mempersilakannya untuk mengisi tabung oksigen terlebih dulu. Usai diizinkan warga, Dini pun mengisi satu tabung oksigen yang dibawanya.

"(Saya buru-buru) karena bapak saya sudah parah, sudah nyesek-nyesek. Sekarang lagi ngerasain nyesek, lagi parah. Kirain saya gak ngantre, tahunya ngantre. Saya kaget," ucap Dini.

Dia khawatir kondisi ayahnya yang pernah terkena COVID-19 memburuk bila tidak segera mendapatkan oksigen. Setelah mendapatkan oksigen, ia pun bergegas pulang bersama seorang anggota keluarganya menggunakan sepeda motor. 

"Bener-bener (mendesak). Kalau gak (mendesak) gini, saya gak mau gini (meminta didahulukan). Saya sudah muter-muter, habis, gak kebagian. Saya dari pagi nyari oksigen. (Bapak saya) soalnya sudah pernah COVID, tahun kemarin," tambahnya.

Baca Juga: 8 Potret Antrean Panjang Pengisian Tabung Oksigen

2. Warga rela antre dua jam lebih demi isi tabung oksigen

Butuh Mendesak, Wanita Ini Menangis Saat Antre Isi Tabung OksigenPotret antrean pengisian tabung oksigen di Jakarta Selatan. (IDN Times/ Sachril Agustin Berutu)

Dini bukan satu-satunya yang membutuhkan oksigen. Sejumlah warga setidaknya telah dua jam lebih mengantre untuk mengisi tabung mereka. Salah satunya adalah Darus Amsor warga Tebet, Jakarta Selatan.

"Saya dari rumah jam 07.30 WIB. Sampai sini jam 09.00 WIB," ujar Darus.

Ia mengaku baru sekali ini mengisi tabung oksigen. Rencananya, tabung oksigen ini untuk membantu teman kerjanya yang positif COVID-19.

Dia menambahkan dirinya sempat berkeliling untuk mencari pengisian tabung oksigen, sebelum sampai di Jalan Minangkabau Timur. Namun, tempat yang didatangi sebelumnya tutup.

"Aku nyari ke Pancoran, tutup. Cari, kata temen ada di Minangkabau, pas lewat ternyata banyak yang antre. Ya sudah, aku ikut antre juga," kata Darus.

Saat datang, dia mengambil nomor antrean. Darus mengatakan dirinya mendapat giliran pengisian di gelombang kedua. Gelombang kedua pengisian ini dimulai dari pukul 10.00 WIB.

"Saya dapat antrean nomor 96," katanya.

3. Harga tabung dan pengisian oksigen naik

Butuh Mendesak, Wanita Ini Menangis Saat Antre Isi Tabung OksigenAtrean panjang pengisian tabung oksigen di Jakarta Selatan. (IDN Times/Sachril Agustin Berutu)

Tak hanya rela mengantre, harga tabung oksigen dan pengisiannya yang melabung tinggi pun rela ditebus. Darus bercerita tabung oksigen miliknya dibeli dengan harga Rp3 juta karena langka, padahal sebelumnya hanya sekitar Rp1 juta.

"Sekarang sudah Rp3 juta, untuk tabungnya (saja). Sekarang sudah langka kan. Untuk pengisiannya juga harus sabar kita, antre," ucap Darus.

Warga lainnya, Revi (44), menambahkan harga pengisian oksigen mengalami kenaikan. Biasanya, ia mengisi tabung oksigen seharga Rp15 ribu.

"Sebelumnya Rp 15 ribu, sekarang Rp 18 ribu. Saya datang dari jam 09.00 WIB," kata Revi.

4. Cerita warga isi tabung oksigen setiap tiga hari sekali

Butuh Mendesak, Wanita Ini Menangis Saat Antre Isi Tabung OksigenAtrean panjang pengisian tabung oksigen di Jakarta Selatan. (IDN Times/Sachril Agustin Berutu)

Sementara itu, Hamsirwan, mengatakan dirinya datang ke tempat pengisian oksigen di Jalan Minangkabau Timur sekitar pukul 11.00 WIB. Saat dirinya datang, antrean pengisian sudah penuh.

Hamsirwan mengatakan dirinya mendapat pengisian oksigen di gelombang ketiga, atau yang dimulai pukul 14.00 WIB.

"Saya dapat nomor antrean satu, diulang lagi kan, jam 14.00 WIB (mulainya)," ucapnya.

Dia mengaku rutin mengisi tabung oksigen sejak 2009 lalu. Sebab, istrinya membutuhkan oksigen lebih karena mengalami sesak napas.

"(Tapi) belakangan istri saya kena COVID, makanya saya isi buru-buru. Kena COVID," ungkap Hamsirwan.

Ia mengungkapkan jangka waktu penggunaan oksigen dari satu tabung tak menentu. Namun, Hamsirwan mengaku setiap tiga hari sekali pasti mengisi tabung oksigen untuk istrinya.

"Kalau irit-irit, tiga hari sekali, kalau gak dua hari sudah habis. Antrean sudah lama, sudah semingguan, pas itu kan banyak yang kena (COVID), ya sudah antrean banyak. Biasanya saya datang, langsung (bisa) ngisi (oksigen)," ujarnya.

Baca Juga: Tabung Oksigen Gratis bagi Pasien COVID di Jabodetabek, Ini Syaratnya 

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya