Comscore Tracker

Daun Sungkai Disebut Bisa Obati COVID-19, Hoaks atau Benar?

Pemerintah dukung obat tradisional asalkan dapat izin BPOM

Jakarta, IDN Times - Wabah virus corona masih melanda dunia. Informasi mengenai obat-obat tradisional dapat menyembuhkan penderita COVID-19 pun bermunculan. Kali ini, muncul kabar daun sungkai dapat menyembuhkan pasien positif COVID-19.

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito angkat bicara mengenai daun sungkai yang disebut bisa menyembuhkan orang terpapar virus Corona. Wiku mengatakan uji klinis perlu dilakukan terlebih dahulu.

"Masyarakat perlu mengetahui bahwa sebelum dapat mengklaim sebuah obat, maka perlu adanya uji klinis yang dilakukan terlebih dahulu," kata Wiku, saat konpers virtual di YouTube BNPB, dikutip Rabu (4/8/2021).

Baca Juga: Kabar Vaksin COVID Munculkan Varian Baru hingga Picu Kematian Hoaks!

1. Wiku sebut pemerintah akan mendukung obat tradisional sebagai obat COVID-19, tapi...

Daun Sungkai Disebut Bisa Obati COVID-19, Hoaks atau Benar?Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan situasi penularan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta perlu mendapatkan perhatian masyarakat secara luas dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Wiku mengatakan riset-riset ilmiah untuk menemukan obat terapi COVID-19 terus dilakukan dan berkembang. Beberapa di antaranya, menurut Wiku, terbukti berkhasiat berdasarkan berbagai uji klinis.

World Health Organization (WHO), lanjutnya, telah menyarankan sejumlah jenis obat untuk pasien COVID-19, yakni kortikosteroid, remdesevir, hidroklorokuin, dan lopinavir-ritonavir. Wiku mengatakan obat-obatan ini bisa dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

Dia lalu menerangkan pemerintah Indonesia bisa mendukung obat tradisional COVID-19 yang ada, seperti daun sungkai. Asalkan, sambung Wiku, obat yang diklaim itu telah mendapat izin BPOM.

"Namun, pemerintah mendukung penggunaan obat tradisional oleh masyarakat asalkan obat tersebut telah mendapatkan izin berupa lisensi dari Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," tegas Wiku.

2.Wiku tegaskan isu vaksin menyebabkan orang mati dan memunculkan varian baru adalah hoaks

Daun Sungkai Disebut Bisa Obati COVID-19, Hoaks atau Benar?ilustrasi vaksinasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Informasi tentang vaksin COVID-19 terus bermunculan. Terbaru, muncul informasi orang yang telah disuntikkan vaksin COVID-19 akan mati. Mengenai hal ini, Wiku menegaskan informasi ini tidak benar atau hoax.

"Terkait dengan pernyataan Luc Montagnier yang menyatakan semua orang yang divaksinasi akan mati dalam dua tahun adalah tidak benar. Kutipan itu secara keliru dikaitkan dalam meme berita palsu yang telah beredar secara luas," kata Wiku Adisasmito, dilansir Antara.

Selain disebut orang akan mati bila sudah disuntik, muncul kabar juga yang menyebutkan vaksin COVID-19 memunculkan varian virus Corona baru. Mengenai hal ini, Wiku menyatakan kabar itu juga hoax.

World Health Organization (WHO), kata Wiku, menjelaskan vaksinasi tidak dapat menyebabkan virus corona bermutasi menjadi varian baru.

"Mutasi terjadi ketika virus memperbanyak diri pada inang hidup. Pada vaksin, virus yang digunakan adalah virus yang sudah dimatikan, virus yang tidak utuh dan virus yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mampu memperbanyak diri dalam tubuh," katanya.

Baca Juga: Satgas: 500 Hewan Positif COVID-19 Selama Pandemik

3. Wiku ingin masyarakat selektif dalam menerima informasi

Daun Sungkai Disebut Bisa Obati COVID-19, Hoaks atau Benar?ilustrasi hoax (IDN Times/Sukma Shakti)

Wiku pun ingin agar masyarakat bijak memilih dan mengabar informasi. Hal ini agar informasi hoaks tidak semakin menyebar ke publik.

"Penting untuk diketahui bahwa hoax dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap upaya penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama," katanya.

Wiku lalu kembali mengingatkan tentang protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Untuk menekan laju penyebaran virus, pemerintah melakukan 3T (testing, tracing dan treatment) serta vaksinasi.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19 secara menyeluruh.

Baca Juga: 7 Menu Makanan Pasien COVID-19 RSMH Palembang, Ada Daun Sungkai Juga

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya