Comscore Tracker

Menag: Angka Kasus yang Kita Dengar Itu Nyawa, Bukan Cuma Statistik

Menag minta masyarakat kompak atasi pandemik COVID-19

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta semua pihak untuk bersatu melawan pandemik COVID-19 ini. Sebab, penanganan pandemik COVID-19 berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

"Semua elemen bangsa dalam hemat saya harus kompak, bersatu dan melakukan langkah yang saling dukung dan terpadu untuk menyelamatkan nyawa rakyat yang bukan hanya sekadar angka-angka statistik," kata Menag Yaqut saat memberi sambutan di acara Tahlil Nasional Doa untuk Syuhada, di YouTube Kemenag RI, Kamis (22/7/2021).

"Di dalam angka-angka yang tiap hari kita dengar, kita baca itu ada nyawa-nyawa, ada jiwa-jiwa yang mungkin itu adalah orang yang kita kenal, orang-orang yang kita cintai, orang-orang kita hormati," lanjutnya.

Baca Juga: 8 Juta Vaksin Sinovac Tiba Hari Ini, Total 83,9 Juta Dosis Diterima RI

1. Menag ingin semua elemen masyarakat mendukung pelaksanaan PPKM level 3 dan 4

Menag: Angka Kasus yang Kita Dengar Itu Nyawa, Bukan Cuma StatistikJalan Raya Warung Buncit, Jakarta Selatan arah Mampang pada hari ketiga PPKM Darurat, Senin (5/7/2021). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Yaqut mengatakan dukungan tokoh agama, kiai, ustaz, organisasi masyarakat (ormas) islam, dan lainnya sangat dibutuhkan untuk menyukseskan PPKM darurat yang sedang diberlakukan. Dia menjelaskan wabah COVID-19 bisa diatasi bila semua pihak solid.

"Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak kita semuanya untuk mendukung kebijakan PPKM level 4 dan level 3 yang sudah diputuskan oleh pemerintah untuk menyempurnakan ikhtiar kita melawan COVID-19 dan menjaga kemaslahatan di tengah masyarakat," ujarnya.

2. Menag ingin masyarakat patuh prokes dan ikut dalam program vaksinasi

Menag: Angka Kasus yang Kita Dengar Itu Nyawa, Bukan Cuma StatistikMenteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas (ANTARA/Vicki Febrianto)

Dia melanjutkan ikhtiar diperlukan untuk melawan wabah COVID-19. Salah satu ikhtiar, lanjutnya, dengan menjalankan protokol kesehatan COVID-19 dan mau disuntikkan vaksin.

"Sesuai konsep tauhid, takdir, dan tawakal manusia ini semua diperintahkan untuk melakukan ikhtiar terlebih dahulu dan baru setelahnya bertawakal kepada Allah SWT. Tidak ada tawakal yang tidak didahului oleh ikhtiar," kata Menag.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Tinggi, Menag: Bersabar dan Lakukan Ibadah di Rumah

3. Indonesia terima 8 juta kedatangan vaksin Sinovac

Menag: Angka Kasus yang Kita Dengar Itu Nyawa, Bukan Cuma StatistikVaksin Sinovac. Dok. Kementerian Kesehatan

Sebelumnya, Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac. Sebanyak 8 juta dosis tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 10.55 WIB tadi.

Jutaan dosis vaksin itu dibawa dalam beberapa envirotainer atau fasilitas pendingin setelah diturunkan dari Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA891.

“Kita kedatangan Vaksin Sinovac tahap ke-29 sebanyak 8 juta dosis, ini merupakan komitmen pemerintah menjaga seluruh rakyat Indonesia dari bahaya COVID-19,” kata Yaqut Cholil Qoumas dalam jumpa persnya secara virtual di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/7/2021).

Yaqut menjelaskan, kedatangan vaksin ini akan mendorong percepatan vaksinasi secara nasional. Program vaksinasi nasional ini juga menurutnya tidak bisa berjalan baik jika tidak didukung masyarakat luas.

“Oleh karena itu kami mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen bangsa untuk mendorong program vaksinasi dengan proaktif,” ujar Yaqut.

Baca Juga: Kritisi PPKM, Netty PKS: Jangan Bius Rakyat dengan Kebahagiaan Semu

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya