Comscore Tracker

PDIP: Dulu Survei Ganjar Rendah Tapi Menang Jadi Gubernur Berkat Puan

PDIP menghormati hasil survei Indostrategic

Jakarta, IDN Times - Lembaga Indostrategic merilis hasil surveinya dan menyatakan elektabilitas politikus Puan Maharani rendah. PDIP tak ambil pusing soal hasil survei tersebut.

"Pada prinsipnya kami menghormati hasil survei Indostrategic, silakan saja. Kami santai saja, karena kami kan belum bergerak, Mba Puan pun belum sama sekali bergerak, beliau masih sibuk urus COVID," kata politisi PDIP, Arteria Dahlan, kepada wartawan, dikutip Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: Puan Maharani Klaim Tak Pernah Paksa Megawati Ambil Keputusan

1. Arteria sebut Ganjar memenangkan pilkada berkat Puan

PDIP: Dulu Survei Ganjar Rendah Tapi Menang Jadi Gubernur Berkat PuanANTARA FOTO/Reno Esnir

Dia menjelaskan, Pemilu 2024 masih jauh. Lembaga eksekutif dan legislatif serta struktur partai disebutnya masih fokus untuk menangani wabah COVID-19.

"Jujur, saat ini tiga pilar partai yang ada di eksekutif, legislatif dan struktur partai semua lagi gak mikirin survei, popularitas, atau pencitraan. Karena ada kepentingan yang lebih besar yakni membantu pemerintah untuk keluar dari pandemik COVID gelombang kedua ini sesegera mungkin," ujarnya.

Kembali mengenai hasil survei, Arteria ingin publik kembali melihat sejarah. Politisi PDIP ini mengatakan, Ganjar Pranowo terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) meski hasil surveinya rendah.

"Gak pa-pa kalau hasil survei seperti itu, kan bisa lihat sejarah. Dulu Mas Ganjar surveinya berapa, kan gak sampai 5 persen, tapi melalui kepemimpinan panglima tempur dalam Pilkada Jateng yang waktu itu dipimpin oleh Mba Puan toh beliau menang mutlak jadi gubernur terpilih," ucapnya.

2. Arteria tegaskan baliho Puan bukan untuk Pilpres 2024

PDIP: Dulu Survei Ganjar Rendah Tapi Menang Jadi Gubernur Berkat PuanBaliho Ketua DPR Puan Maharani di Bogor. (IDN Times/Sunariyah)

Arteria mengatakan, baliho Puan bukanlah untuk Pilpres 2024. Dia menjelaskan, baliho berwajah Puan itu merupakan pemicu semangat kader PDIP. Selain itu, sambungnya, juga merupakan bentuk kebanggaan kader PDIP kepada Puan Maharani.

"Saya ingin meluruskan opini yang berkembang, pemasangan baliho maupun billboard (Puan) itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan Pemilu Presiden 2024," katanya.

"Billboard tersebut sebagai penambah semangat juang bagi pasukan, mengingatkan bahwa kerja keras tim pemenangan. Tidak hanya sudah berhasil menjadikan saya sebagai anggota DPR RI, tapi juga menjadikan Mba Puan sebagai Ketua DPR RI," tambahnya.

Dia lalu menerangkan, Puan adalah Ketua DPR perempuan pertama di Indonesia. Capaian Puan ini merupakan sejarah baru di Indonesia.

"Jadi pemasangan billboard Mba Puan di sejumlah daerah itu lebih bersifat internal atau kalau diperluas seyogyanya dimaknai terkait dengan posisi beliau sebagai ketua DPR, bukan yang lain apalagi terkait dengan pemilu presiden. Karena kalau di PDI Perjuangan, kami semua patuh dan tegak lurus konstitusi partai yang telah memberikan kewenangan penuh kepada Ibu Ketua Umum untuk memutus siapa yang akan dicalonkan," tutupnya.

Baca Juga: PDIP 'Serang' Balik Demokrat soal Pesawat: Kok SBY Pesan Warna Biru?

3. Elektabilitas Puan rendah dari hasil survei

PDIP: Dulu Survei Ganjar Rendah Tapi Menang Jadi Gubernur Berkat PuanIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Sebelumnya, Indostrategic merilis hasil survei, di antaranya elektabilitas calon presiden pada Pilpres 2024. Dari deretan nama, muncul beberapa nama capres perempuan antara lain Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa, dan Puan Maharani.

Hasil survei tersebut menyatakan, tingkat elektabilitas ketiga capres perempuan itu masih terbilang rendah. Bahkan, Puan Maharani masih di bawah 0 persen. Dari ketiga capres perempuan tersebut, tingkat elektabilitas tertinggi diperoleh Tri Rismaharini atau Risma dengan perolehan 4,1 persen.

Sementara, tingkat elektabilitas nomor dua adalah Khofifah dengan angka 1,8 persen atau sejajar dengan perolehan Gatot Nurmantyo. Sedangkan tingkat elektabilitas terendah adalah Puan Maharani yakni 0,6 persen. Perolehan Puan sejajar dengan Ahmad Syaikhu dan Surya Paloh.

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya