Comscore Tracker

Wakil Ketua DPR Ingatkan Orang Tua Jaga Anak saat ke Mal, Cegah COVID!

Dasco juga minta masyarakat menahan diri saat akhir tahun

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat tak abai menerapkan protokol kesehatan, untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19. Dia juga mengingatkan orang tua agar menjaga anaknya saat pergi ke mal atau pusat perbelanjaan.

"Oleh karena itu untuk mengantisipasi supaya terjadi gelombang ketiga, katakanlah seperti prediksi yang dikeluarkan oleh ahli-ahli itu, mari kita sama-sama kepada bangsa Indonesia kita jangan lengah, kita tetap (melakukan) prokes. Kita tetap saling mengingatkan," kata Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Sandiaga Ramal Ada Lonjakan Wisata usai PPKM yang Bikin Stres

1. Dasco mengingatkan orang tua agar perhatikan anaknya saat masuk mal

Wakil Ketua DPR Ingatkan Orang Tua Jaga Anak saat ke Mal, Cegah COVID!Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (IDN Times/Sachril Agustin Berutu)

Diketahui, pemerintah telah melonggarkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level, yakni mengizinkan anak di bawah 12 tahun masuk mal. Politikus Partai Gerindra ini pun mengatakan pelonggaran aturan ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sudah dilakukan pemerintah.

"Nah, untuk anak-anak di bawah 12 tahun itu saya rasa pemerintah sudah punya pertimbangan, terutama dari selain sisi kesehatan tapi juga sisi perbaikan ekonomi dan lain-lain," kata dia.

Dasco menyebut kondisi Indonesia saat ini mengejutkan. Sebab, berhasil menurunkan laju penyebaran COVID-19 dan mendapat pengakuan dari negara lain. Karena kasus menurun, pemerintah pun mengizinkan anak di bawah 12 tahun masuk mal.

Meski ada pelonggaran, Dasco mengajak orang tua tetap waspada agar anak-anaknya tak tertular COVID-19 saat mengajak buah hatinya ke mal atau tempat perbelanjaan lainnya.

"Kita tetep ingatkan kepada para orang tua untuk waspada, untuk menjaga anak-anaknya tetap menjaga prokes," ucap Dasco.

2. Dasco ajak masyarakat menahan diri saat akhir tahun

Wakil Ketua DPR Ingatkan Orang Tua Jaga Anak saat ke Mal, Cegah COVID!Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan jalur Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/10/2020) (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Dasco mengingatkan, akhir tahun nanti akan ada libur panjang atau long weekend. Dia pun mengingatkan masyarakat agar menahan diri tidak bepergian hingga menimbulkan kerumunan. Karena penyebaran COVID-19 bisa ditekan bila pemerintah dan masyarakat saling bahu-membahu.

"Kita tetap harus saling menahan diri," katanya.

Selain itu, Dasco juga mendorong pemerintah menyiapkan sarana prasarana yang memadai, untuk mewaspadai munculnya lonjakan kasus baru COVID-19. Seperti menambah kapasitas rumah sakit, obat-obatan, dan oksigen.

"Kalau gelombang ketiga (datang) itu ada kita sudah siap," kata dia.

Baca Juga: Guru Besar UGM: Kopi Bisa Cegah dan Deteksi COVID-19  

3. Pemerintah siap menghadapi lonjakan ketiga kasus COVID-19

Wakil Ketua DPR Ingatkan Orang Tua Jaga Anak saat ke Mal, Cegah COVID!Ilustrasi seorang pasien COVID-19. (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

Sebelumnya, Presiden Joko “Jokowi” Widodo meminta jajarannya mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga kasus COVID-19. Terkait perintah Presiden itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, pemerintah sudah lebih siap menghadapi lonjakan kasus COVID-19 berikutnya dibandingkan empat bulan lalu, saat varian Delta menyerang Tanah Air.

“Sekarang kesiapan kita saya kira jauh lebih siap dari empat bulan lalu, setelah mengalami terpaan Delta varian ini," tutur Luhut dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/9/2021).

Lebih lanjut, Luhut menyebut, berdasarkan salah satu studi di scientific report berjudul “Multiwave pandemic dynamics explained: how to tame the next wave of infectious diseases”, kunci menahan gelombang baru adalah dengan mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling (ketika kasus sedang rendah).

Dalam studi tersebut, Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu melanjutkan, jumlah kasus disarankan ditahan pada tingkat 10 kasus per juta penduduk per hari.

“Atau dalam kasus Indonesia di sekitar 2.700 atau 3 ribuan kasus. Saya yakin kita bisa mengendalikan kasus pada angka tersebut dan kuncinya adalah 3T, 3M, serta penggunaan PeduliLindungi,” terang Luhut.

Baca Juga: Guru Besar UGM: Kopi Bisa Cegah dan Deteksi COVID-19  

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya