Comscore Tracker

Ungkap Kasus Senpi Rakitan, Polda Sulsel Temukan Peluru PT Pindad

Senjata api rakitan ada yang dijual ke Jakarta

Makassar, IDN Times - Polda Sulawesi Selatan menemukan sejumlah peluru bermerek PT Pindad, saat mengungkap kasus rumah produksi senjata rakitan di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel masih mendalami temuan tersebut. 

Dalam pengungkapan kasus ini, selain mengamankan lima orang, petugas juga menyita 43 unit senjata berbagai jenis dilengkapi ratusan butir peluru.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, fokus pengembangan kasus ini, mencari tahu sumber material senjata yang diproduksi dalam bisnis ilegal tersebut.

"Kita dalami lagi. Terkait bahan baku dari (PT) Pindad, itu cuma salah satu merek di peluru kaliber 56 senjata laras panjang," kata Ibrahim di Makassar, Sulsel, Selasa (18/2).

1. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembuatan senjata api rakitan

Ungkap Kasus Senpi Rakitan, Polda Sulsel Temukan Peluru PT PindadPolda Sulsel dalam ekspos rumah industri senpi rakitan. (IDN Times / Humas Polda Sulsel)

Pengungkapan kasus ini berawal saat polisi lebih dulu menangkap Asriyani (51). Warga Kecamatan Tempe itu merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di kantor pemerintahan setempat.

Dia ditangkap menyusul temuan sejumlah unit senjata api rakitan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (14/2). Senjata api itu rencananya akan dikirim ke Jakarta melalui jalur udara.

"Kalau Asriyani itu cuma alamatnya yang digunakan mengirim. Dia tidak tahu permasalahan itu. Dia cuma jadi saksi saja," kata Ibrahim.

Begitu pun dengan salah satu pelaku, Adel Ismawan (47), kata Ibrahim, yang alamatnya digunakan dalam tujuan pengiriman di Jakarta. Hanya saja, yang bersangkutan masih ditahan mengingat petugas masih membutuhkan keterangannya.

Sementara tiga orang lainnya, Chairil Anwar (39), Sahabuddin (45) dan Darmawati (42), telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tetapi untuk merencanakan progres pembuatan, dia (Adel Ismawan) belum memberikan keterangan, akan tetapi kita lakukan pendalaman," ucap Ibrahim.

Baca Juga: Penjual Jengkol Jual Senpi Rakitan di Toko Online Seharga Rp13 Juta

2. Polisi selidiki penadah senjata api rakitan

Ungkap Kasus Senpi Rakitan, Polda Sulsel Temukan Peluru PT PindadPolda Sulsel dalam ekspose rumah industri senpi rakitan. (IDN Times / Humas Polda Sulsel)

Polisi sebelumnya berkesimpulan, bisnis ilegal ini dijalankan dengan peran berbeda-beda. Chairil Anwar, disebutkan memiliki keahlian merakit senjata api, mengingat, latar belakangnya adalah seorang yang berprofesi sebagai tukang las.

Sementara yang lainnya, ada yang bertindak sebagai pemilik dan pengelola rumah industri senjata hingga membantu mengedarkan. Hanya saja dalam proses pemeriksaan, seluruh tersangka memberikan keterangan berbelit kepada penyidik.

"Sedang kita dalami ke mana saja senjata itu atau siapa saja pembelinya. Karena saat pemeriksaan, para tersangka masih berbelit-belit memberikan informasi," kata mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Utara ini.

3. Senjata api rakitan yang diproduksi dijual kisaran Rp10 juta hingga Rp25 juta

Ungkap Kasus Senpi Rakitan, Polda Sulsel Temukan Peluru PT PindadPolda Sulsel dalam ekspos rumah industri senpi rakitan. (IDN Times/Humas Polda Sulsel)

Hasil pemeriksaan terungkap, senjata api rakitan ini dijual dengan harga beragam. Kisaran Rp10 juta hingga Rp25 juta. Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe sebelumnya mengatakan, hingga kini, pihaknya masih menyelidiki sudah berapa lama para pelaku mengelola rumah industri senjata api rakitan ini.

"Kita akan kembangkan lagi yang bersangkutan. Memang alasan mereka bahwa dia (Chairil) membuat ini karena ketidaktahuannya (senpi rakitan) dijual untuk menghasilkan uang. Sehingga tetap dilaksanakan produksi," sebut Guntur dalam ekspose di kantornya, Senin (17/2).

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga mengamankan alat-alat kelengkapan produksi senjata api rakitan. Mulai dari mesin bor, alat pres laras, hingga pipa.

Ketiga tersangka telah ditahan di Mako Polda Sulsel untuk diperiksa lebih lanjut. Mereka disangkakan melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 15 Tahun 1951, juncto Pasal 55 KUHPidana. Mereka terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup.

Baca Juga: Koboi Lamborghini Beli Senjata Api Ilegal dari Anak Ayu Azhari 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya