Comscore Tracker

Terseret Arus Banjir, Rumah di Sulsel Bergeser Hingga ke Tengah Jalan

Bencana banjir menghancurkan sejumlah rumah warga

Makassar, IDN Times - Banjir yang menerjang Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Jumat (12/6) malam, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan sejumlah kerugian materi. Dua kecamatan yakni Kecamatan Bisappu dan Kecamatan Bantaeng, menjadi daerah terdampak paling parah.

Satu orang warga meninggal dunia akibat terseret arus banjir. Selebihnya banjir mengakibatkan rumah-rumah warga dan beberapa fasilitas umum rusak.

"Kecamatan Bantaeng sendiri, bentuk parahnya itu sampai ada rumah bergeser sampai ke tengah jalan. Itu karena derasnya arus. Dan ada beberapa rumah memang yang hancur," ujar Koordinator Pos Basarnas Bantaeng, Arman saat memberikan keterangan pers pada Sabtu (13/6).

1. Situasi mulai kondusif, warga bersihkan sisa material banjir yang merendam rumah mereka

Terseret Arus Banjir, Rumah di Sulsel Bergeser Hingga ke Tengah Jalan(Sampah menumpuk akibat terseret arus banjir bandang di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/6/2020)) ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Seorang warga yang meninggal dunia akibat banjir masih berusia 19 tahun. Pemuda asal Kampung Beru, Kecamatan Bissappu itu, dilaporkan terseret arus banjir saat hendak mengamankan peti ikan milik kakaknya di pasar setempat, sekitar pukul 19.00 WITA. Jasadnya ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi awal. Jenazah dikabarkan telah dimakamkan oleh keluarganya pada Sabtu siang.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang melanda daerah itu hampir seharian. Belum lagi meluapnya air di Sungai Calendu dan rusaknya penampungan Cekdam Balang Sikuyu yang tidak mampu menampung debit air. Imbasnya, air merendam sebagian besar ruas jalan di kecamatan setempat hingga rumah-rumah warga.

Saat ini, kata Arman, kondisi Bantaeng pascabanjir berangsur membaik. "Hingga malam hari ini kondisi aman sudah kondusif. Sudah kondisi aman, cuaca juga sudah mulai bersahabat," ujar Arman.

Sejumlah warga terdampak banjir yang sebelumnya mengungsi, saat ini dikabarkan mulai kembali untuk membersihkan sisa material banjir yang merendam rumah mereka.

Baca Juga: Seorang Remaja Hilang Ditelan Banjir di Bantaeng Sulawesi Selatan

2. Longsor di Jeneponto, seorang warga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

Terseret Arus Banjir, Rumah di Sulsel Bergeser Hingga ke Tengah JalanEvakuasi warga tertimbun longsor di Rumbia, Jeneponto, Sulsel. IDN Times/Basarnas Makassar

Arman mengatakan, saat ini pihaknya akan fokus di sejumlah lokasi bencana lainnya. Selain di Bantaeng, banjir disertai tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Jeneponto. Kejadian bencana itu, kata dia, nyaris bersamaan dengan Banteng.

Dampak longsor paling parah di Jeneponto  terjadi di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia. Dikabarkan ada empat korban terjebak longsoran tanah. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia berinsial MD, sekitar pukul 15.05 WITA sore tadi.

"Dari laporan teman-teman di lapangan. Ada yang terbawa arus ada yang tertimbun longsor. Laporan yang masuk dari semalam ada empat orang yang dicari. Tadi sore ditemukan satu," jelas Arman.

3. Pencarian korban yang tertimbun tanah longsor di Jeneponto dilanjutkan hari ini

Terseret Arus Banjir, Rumah di Sulsel Bergeser Hingga ke Tengah JalanEvakuasi warga tertimbun longsor di Rumbia, Jeneponto, Sulsel. IDN Times/Basarnas Makassar

Arman menjelaskan, proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsor dihentikan sementara pada Sabtu kemarin. Penghentian menyusul kondisi medan yang berada di dataran tinggi dan kurangnya pencahayaan. Selain itu, tim SAR juga membutuhkan waktu untuk menenangkan kondisi fisik.

Proses pencarian sisa korban rencananya akan dilanjutkan pada Minggu (14/6) pagi. Empat warga yang menjadi korban telah diketahui identitasnya, masing-masing adalah, Madeng (50), Yabu (60), Neneng (60), dan cucunya NN.

Keempatnya disebutkan merupakan warga setempat. Longsor diketahui terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang melanda daerah itu sejak Jumat (13/6) malam kemarin. Selain longsor, banjir juga dilaporkan merendam beberapa lokasi di Jeneponto.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir dan tanah longsor di Jeneponto mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya mengatakan, banjir juga menyeret mobil mini bus dan enam rumah panggung rusak berat. Akses jalan poros bahkan disebutkan tertimbun material longsor.

"Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto, banjir dan longsor tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak pukul 13.00 Wita (kemarin)," kata Raditya dalam siaran pers yang diterima jurnalis di Makassar.

Baca Juga: Sungai Calendu Meluap, 7 Kelurahan di Sulsel Terendam Banjir

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya