Comscore Tracker

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Senin 23 Mei 2022

Kasus harian COVID-19 tertinggi ditemukan di DKI Jakarta

Jakarta, IDN Times - Seiring dengan keinginan pemerintah beralih ke fase endemik, kasus harian COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Tidak ada lonjakan kasus seperti yang dikhawatirkan sejumlah pihak usai lebih dari 80 juta orang melakukan mudik ke kampung halaman. 

Mengutip data satgas penanganan COVID-19 per Senin, (23/5/2022), kasus harian dalam 24 jam bertambah 174. Maka, sejak Maret 2020 lalu, akumulasi kasus COVID-19 di tanah air sudah mencapai 6.052.764. 

Sedangkan, kasus kematian harian bertambah 12 jiwa. Maka, akumulasi kematian akibat COVID-19 sejak Maret 2020 lalu telah mencapai 156.534. 

Di sisi lain, jumlah kasus harian yang sembuh bertambah 929. Maka, akumulasi warga yang berhasil pulih dari COVID-19 sejak Maret 2020 lalu mencapai 5.893.340. 

Namun, kabar yang menggembirakan yakni kasus aktif COVID-19 terus menurun dibandingkan pekan lalu. Pada hari ini, angkanya tersisa 2.890. 

Lalu, di daerah mana kasus harian COVID-19 paling banyak ditemukan?

1. Kasus harian tertinggi ditemukan di DKI Jakarta

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Senin 23 Mei 2022Monumen Nasional (IDN Times/Besse Fadhilah)

Sementara, berdasarkan data selama 24 jam terakhir yang dilaporkan Satgas Penanganan COVID-19, kasus harian tertinggi terdapat di DKI Jakarta yakni 58 kasus. Di bawah DKI Jakarta terdapat Jawa Barat dengan 31 kasus baru dan Banteng 28 kasus baru. 

Satgas juga melaporkan bahwa 14 provinsi melaporkan nol kasus harian COVID-19. Artinya, 20 provinsi lainnya melaporkan terdapat penambahan kasus harian. 

Di sisi lain, jumlah kematian harian tertinggi ditemukan di DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Angka kematian di masing-masing provinsi itu mencapai tiga jiwa. Selain itu, di Jawa Barat dilaporkan ada dua warga yang meninggal akibat COVID-19. 

Baca Juga: Wamenkes: Ada 14 Kasus Hepatitis Akut, 4 Pasien Meninggal

2. Papua menjadi provinsi yang cakupan vaksinasi COVID-19 terendah

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Senin 23 Mei 2022Ilustrasi Pulau Papua (IDN Times/Mardya Shakti)

Di sisi lain, sudah dua tahun pandemik, belum semua provinsi di tanah air cakupan vaksinnya sudah tinggi. Berdasarkan data dari situs resmi Kementerian Kesehatan per 10 Mei 2022, Papua menjadi satu-satunya provinsi dengan tingkat cakupan vaksinasi dosis kedua baru 24,97 persen. Hal ini menyebabkan warga Papua rentan tertular kembali COVID-19. 

Sementara, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) pada akhir Agustus 2021 lalu sempat mengusulkan kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo agar tenaga vaksinator di Papua berasal dari unsur sipil, bukan TNI-Polri. Ketua Umum PGI, Gomar Goltum mengatakan justru karena vaksinator dari unsur TNI-Polri menyebabkan warga tak mau divaksinasi.

Penolakan itu tak lepas dari persoalan yang terjadi di Papua. Sebagian warga bahkan trauma ketika melihat petugas TNI dan Polri. 

"Kalau tenaga kurang, gereja-gereja siap membantu mengirimkan relawan. TNI dan Polri dapat menopang dari belakang," kata Gomar dalam keterangan tertulis. 

Gomar sudah menyampaikan usulan ini lebih dulu ketika bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Selain itu, ia juga meminta kepada Jokowi untuk memperhatikan Papua terkait vaksinasi. Sebab, vaksinasi di luar Jawa-Bali selama ini kurang merata.

Ia menggarisbawahi jumlah warga di luar Pulau Jawa dan Bali yang harus divaksinasi tidak kalah besar. "Ada kesenjangan antar wilayah menyangkut akses vaksinasi ini, khususnya di daerah terpencil dan daerah timur Indonesia," kata dia.

Gomar lalu meminta semua pihak berkonsentrasi dan gotong royong mengatasi pandemik. Ia juga meminta tidak menggunakan pandemik sebagai ajang untuk panggung kontestasi politik.

"Gonjang-ganjing politik tidak perlu yang diakibatkan oleh syahwat politik yang tinggi dari para elite politik yang sudah tak sabar dengan Pileg dan Pilpres 2024," ujar Gultom lagi. 

Selain Papua, dua provinsi lainnya yang juga cakupan vaksinasinya rendah yakni Maluku (45,73 persen) dan Papua Barat (44,86 persen).

3. Daftar sebaran akumulasi kasus COVID-19 di 34 provinsi di Indonesia

Data Lengkap Kasus COVID-19 di Indonesia per Senin 23 Mei 2022ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)

Berikut daftar lengkap akumulasi kasus COVID-19 di 34 provinsi per Senin, (23/5/2022):

Aceh: 43.700 kasus
Sumatra Utara: 155.050 kasus
Sumatra Barat: 103.818 kasus
Riau: 150.828 kasus
Jambi: 38.254 kasus
Sumatra Selatan: 80.469 kasus
Bengkulu: 29.114 kasus
Lampung: 74.449 kasus
Bangka Belitung: 65.604 kasus
Kepulauan Riau: 70.186 kasus
DKI Jakarta: 1.249.800 kasus
Jawa Barat: 1.106.291 kasus
Jawa Tengah: 627.525 kasus
DI Yogyakarta: 220.641 kasus
Jawa Timur: 576.110 kasus
Banten: 292.964 kasus
Bali: 157.513 kasus
NTB: 36.072 kasus
NTT: 93.827 kasus
Kalimantan Barat: 64.671 kasus
Kalimantan Tengah: 56.042 kasus
Kalimantan Selatan: 84.296 kasus
Kalimantan Timur:  206.306 kasus
Kalimantan Utara: 45.315 kasus
Sulawesi Utara: 51.513 kasus
Sulawesi Tengah: 60.796 kasus
Sulawesi Selatan: 143.501 kasus
Sulawesi Tenggara: 25.586 kasus
Gorontalo: 13.900 kasus
Sulawesi Barat: 15.554 kasus
Maluku: 18.564 kasus
Maluku Utara: 14.518 kasus
Papua: 48.591 kasus
Papua Barat: 31.396 kasus.

Total kasus secara nasional: 6.052.764

Baca Juga: Pakar: Kasus Hepatitis Misterius pada Anak Tak Terkait Vaksin COVID-19

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya