Dipanggil KPK, Ketum PPP Romahurmuziy Malah Absen

Rommy tersandung korupsi?

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy absen dalam pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini.

Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, staf pria yang akrab disapa Rommy itu datang ke kantor lembaga antirasuah itu, untuk menyampaikan ketidakhadirannya. 

"Ada kegiatan lain katanya," ujar Febri melalui keterangan tertulis hari ini, Senin (20/8).

Sementara, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menyebutkan, Romy tidak dapat hadir ke KPK karena ia sudah terlanjur ada di luar kota, sehingga ia meminta agar dijadwalkan kembali pada Kamis mendatang (23/8).

Lalu, keterangan apa yang dibutuhkan KPK dari Rommy? 

1. Rommy sebagai saksi kasus korupsi dana perimbangan

Dipanggil KPK, Ketum PPP Romahurmuziy Malah AbsenIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Rommy semula dipanggil hari ini dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka kasus korupsi mantan pegawai Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. 

"Hari ini, selain Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, kami juga mengagendakan Bupati Labuhan Batu Utara Khaerudinsyah Sitorus," ujar Febri melalui keterangan tertulis hari ini. 

Yaya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 4 Mei lalu. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan total uang yang diterima Yaya mencapai Rp500 juta. Sebagai bukti, dari OTT tersebut ditemukan barang bukti berupa transfer Rp100 juta dan proposal. 

Ketika penyidik menggeledah apartemen Yaya juga ditemukan barang bukti lainnya yakni emas seberat 1,9 kilogram, uang tunai Rp1,4 miliar, mata uang asing dalam bentuk SGD63 ribu dan US$12 ribu. 

Yaya diduga berperan ikut membantu proses pengusulan di perubahan APBN. Selain Yaya, penyidik KPK juga menangkap mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono.

Lalu, apa hubungan antara Amin dengan Yaya? Amin ternyata pernah bekerja di Direktorat Jenderal Kemenkeu pada 1970an hingga 2007. Artinya, ada kedekatan antara Yaya dengan Amin. 

Amin diduga ikut memuluskan proses perubahan APBN di DPR. Sementara, setiap daerah yang berharap meminta ada perubahan APBN, mereka diduga mendekati Yaya. 

Baca Juga: Mahfud MD Jadi Ketua Tim Sukses Jokowi-Ma'ruf Amin? Ini Jawaban PPP

2. KPK sempat menemukan uang Rp1,4 miliar di kediaman politikus PPP

Dipanggil KPK, Ketum PPP Romahurmuziy Malah AbsenANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Febri sebelumnya juga mengatakan KPK sempat melakukan penggeledahan di kediaman Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono. Penyidik menemukan uang di area Graha Raya Bintaro itu mencapai Rp1,4 miliar. 

"Jadi, ada sejumlah uang sekitar Rp1,4 miliar yang ditemukan dan disita di sana dalam bentuk Dollar Singapura," ujar Febri pada (31/7) lalu.

Selain menyita uang, penyidik KPK juga menyita satu mobil Toyota Camry milik staf khusus anggota DPR dari Fraksi PAN. Ada pula beberapa dokumen di rumah dinas anggota DPR dari Fraksi PAN yang ikut ditemukan. 

3. KPK menduga PPP ikut menerima uang korupsi dana perimbangan daerah

Dipanggil KPK, Ketum PPP Romahurmuziy Malah AbsenIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Wakil Bendahara Umum PPP memang sempat datang ke kantor KPK pada (9/8) lalu, untuk diperiksa sebagai saksi. Ia diperiksa untuk tersangka Amin. 

Febri mengatakan Puji diperiksa untuk dikonfirmasi mengenai uang senilai Rp1,4 miliar yang disita dari rumahnya. Diduga uang tersebut berasal dari dana korupsi perimbangan daerah. 

Penyidik KPK juga menggali mengenai keterlibatan Puji dalam proses pembahasan anggaran dana perimbangan daerah tersebut. 

"Tentu yang dilihat lebih jauh yakni mengenai asal-usul uang itu dan pengetahuan saksi terkait dengan proses pembahasan anggaran," ujar Febri ketika itu.

Baca Juga: Minta Urusan Internal Tak Dicampuri, KPK Anti Terhadap Kritik?

Topik:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya