Comscore Tracker

Duduk Perkara Polwan yang Kena Bogem Anggota TNI di Kalimantan Tengah

Kejadian ribut itu terekam video dan viral di media sosial

Jakarta, IDN Times - Anggota Ditsamapta Polda Kalimantan Tengah yakni Bripda TNS menjadi korban pemukulan anggota TNI dari Batalyon Raider 613 Antang pada Minggu, 5 Desember 2021.

Bripda TNS yang merupakan seorang polwan ikut kena bogem di bagian kepala belakang dan tangan kiri ketika hendak melerai keributan di Jalan Tijilik Riwut kilometer 2, Kota Palangkaraya. Padahal, ketika itu, Bripda TNS dan Bripda NLR sedang dalam perjalanan menuju ke markas usai melakukan patroli. 

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes (Pol) Kismanto Eko Saputro mengatakan ketika terlibat perkelahian, Bripda TNS masih mengenakan seragam patroli lengkap dengan body armor dan helm. Salah satu rekan Bripda TNS dari tim Raimas sudah mengimbau agar menghentikan perkelahian tapi tak didengar. 

"Bripda TNS sudah bilang kalau dia seorang polwan pada malam itu. Tapi, tetap dipukuli, ujar Kismanto kepada media pada Senin, 6 Desember 2021 lalu. 

Aksi saling baku hantam itu sempat terekam video dan viral di media sosial. Komandan Korem 102 Panju Panjung, Brigjen TNI Yudianto Putrajaya mengatakan peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari adalah sebuah kesalah pahaman. 

"Kejadian kemarin itu murni kesalahpahaman belaka," kata Yudianto ketika menggelar jumpa pers di aula Makorem pada Selasa (7/12/2021) dan dikutip dari kantor berita ANTARA

Lalu, apakah personel TNI Angkatan Darat (AD) yang terlibat baku hantam dan memukul personel Polwan bakal dijatuhi sanksi?

Baca Juga: Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Sebut Ada Indikasi Komunis Masuk TNI

1. Anggota TNI AD yang terlibat baku hantam akan dijatuhkan sanksi

Duduk Perkara Polwan yang Kena Bogem Anggota TNI di Kalimantan TengahIlustrasi prajurit TNI AD (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Sementara, menurut Kapenrem 102 Panju Panjung, Mayor Mahsun Abadi mengatakan baik dari pihak kepolisian dan TNI sudah saling memaafkan. Tetapi, sesuai dengan arahan pimpinan, siapapun yang terlibat di dalam aksi baku hantam itu akan ditindak sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku. 

Mayor Mahsun memastikan Brigjen TNI Yudianto akan memberikan sanksi kepada anggota TNI AD yang terlibat dalam aksi baku fisik. Sebab, peristiwa yang terjadi di sebuah kafe itu masuk kategori pelanggaran berat yang sudah dicanangkan oleh institusi TNI AD. Aturan tersebut tidak boleh dilanggar. 

"Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga karena sinergitas TNI-Polri harus tetap dirawat dan diperkuat. Itu merupakan hal yang mutlak," kata Mahsun. 

Sejauh ini, katanya lagi, sudah ada tiga personel TNI AD yang menjalani pemeriksaan. 

Baca Juga: Anggota Kopassus Bentrok dengan Brimob di Mimika, Dipicu Urusan Rokok

2. Anggota kepolisian yang sempat dipukul oleh personel TNI AD telah mendapatkan pengobatan

Duduk Perkara Polwan yang Kena Bogem Anggota TNI di Kalimantan TengahIlustrasi kekerasan anak (IDN Times/Mardya Shakti)

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes (Pol) Kismanto Eko Saputro yang ikut dalam pemberian keterangan pers itu mengatakan pihaknya mendukung penuh dan menyerahkan seluruh proses penanganan terhadap para pelaku kepada Korem 102 Panju Panjung. Kismanto juga menyebut korban pemukulan anggota TNI sudah diberikan pengobatan. 

"Saat ini yang bersangkutan sudah dalam kondisi sehat," kata Kismanto. 

Ia juga mendorong agar masyarakat tetap menjaga ketertiban bersama. Menurut Kismanto, sinergitas antara Polri dan TNI akan selalu dijaga dan sudah menjadi harga mati. 

Baca Juga: Kopassus Gadungan, Modal Celana Loreng Embat 3 Motor di Semarang

3. Anggota Polri dan TNI juga sempat ribut di Mimika dipicu isu rokok

Duduk Perkara Polwan yang Kena Bogem Anggota TNI di Kalimantan TengahIlustrasi Pulau Papua (IDN Times/Mardya Shakti)

Insiden bentrok antara petugas kepolisian dan TNI bukan kali itu saja terjadi. Sebelumnya, bentrokan juga terjadi antara anggota Satgas Nanggala Kopassus TNI dengan personel Brimob Polri di Kabupaten Mimika, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes (Pol) Ahmad Mustofa Kamal mengatakan kejadian bentrok itu terjadi di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72, tepatnya depan Mess Hall, Timika, Papua pada Sabtu, 27 November 2021. Penyebabnya pun sepele, diduga dipicu perselisihan soal harga rokok.

Gara-gara masalah tersebut memicu aksi pengeroyokan yang dilakukan Satgas Nanggala Kopassus, terhadap anggota Satgas Amole dari Brimob Polri. 

"Kesalahpahaman tersebut berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72, yang sedang berjualan rokok. Lalu, tiba personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang yang ingin membeli rokok. Mereka complaint mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 Penugasan," ungkap Ahmad ketika dikonfirmasi, 29 November 2021. 

Anggota Kopassus, kata Ahmad, menganiaya enam personel Brimob Polri dengan benda tajam dan tumpul. Lima anggota Brimob mengalami luka ringan, termasuk bagian tubuhnya tergores sangkur. 

Namun, Ahmad mengatakan, masalah tersebut telah diselesaikan. Kedua pihak sudah berdamai. Ia pun memastikan kondisi Kabupaten Mimika, khususnya di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 Mimika, Papua sudah aman dan kondusif.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya