Comscore Tracker

Kemendagri: E-KTP di Duren Sawit Bukan Tercecer, Tapi Sengaja Dibuang

Ia menduga ada orang dalam yang sengaja melakukan itu

Jakarta, IDN Times - Kementerian Dalam Negeri menegaskan, temuan ribuan KTP elektronik (e-KTP) di kawasan Duren Sawit bukan karena tercecer, melainkan ada pihak tertentu yang sengaja membuang dokumen berisi identitas itu di pinggir sawah.

Menurut Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, ada orang yang sengaja membawa e-KTP itu dari gudang ke pinggir sawah. 

"Ada beberapa analisa yang saat ini tengah kami telusuri siapa yang membuang (e-KTP). Kami khawatir ada insider, orang dalam yang berkhianat mengambil KTP elektronik untuk membuat gaduh," ujar Zudan ketika berbicara di acara ILC yang tayang di tvOne, Selasa (11/12) malam. 

Ada pula analisa, lembaga yang sudah mencetak namun belum sempat didistribusikan lalu dibuang. Dugaan lainnya, KTP elektronik dicuri orang yang tidak bertanggung jawab lalu dijual, tapi tidak laku dan kemudian dibuang. 

"Jadi, hingga kini kami masih mencari pelakunya siapa," kata dia. 

Zudan menggaris bawahi peristiwa temuan e-KTP di Duren Sawit berbeda dengan kejadian di Bogor dan Serang. KTP di dua area tadi memang ditemukan tercecer dan merupakan kelalaian dari pihak Kemendagri. 

Lalu, apakah e-KTP yang mereka klaim sengaja dibuang itu terkait dengan Pemilu 2019?

1. E-KTP yang ditemukan di Duren Sawit merupakan generasi lama

Kemendagri: E-KTP di Duren Sawit Bukan Tercecer, Tapi Sengaja DibuangIDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Menurut Zudan, 2.158 keping e-KTP yang ditemukan di area Duren Sawit, Jakarta Timur merupakan fase tata kelola kartu identitas generasi pertama yang dibuat 2011-2013. 

"Kalau periode itu ada masa kadaluarsanya, sementara yang sekarang kan berlaku seumur hidup," kata Zudan. 

Ada salah satu e-KTP yang identitasnya sempat beredar di media yakni bernama Novandi. KTP-nya, kata Zudan, memang ikut terbuang di area Duren Sawit. 

"Setelah kami cek, yang bersangkutan pernah mencetak e-KTP di tahun 2016, lalu di 2018, pernah mencetak lagi untuk mengubah status pernikahan dan informasi soal pekerjaan," tutur dia. 

Saat ini, ribuan keping e-KTP itu sudah diamankan di Polsek Duren Sawit sehingga tidak akan disalah gunakan. 

Baca Juga: Tersangka Penjual Blangko e-KTP Ternyata Punya 3 Akun di Tokopedia

2. Kemendagri akui proses pengawasan pembagian e-KTP tidak mudah dilakukan

Kemendagri: E-KTP di Duren Sawit Bukan Tercecer, Tapi Sengaja DibuangIDN Times/Reza Iqbal Ghafari

Dalam kesempatan itu, Zudan menjelaskan prosedur setelah KTP Elektronik dicetak di kecamatan, maka harus segera dibagikan. Kalau masih ada sisa maka harus langsung dikembalikan ke Dukcapil. 

"Nah, pengawasannya ini tidak mudah. Sebab, ada 514 kabupaten, 520 kelurahan di DKI dan lebih banyak area lainnya yang harus diawasi untuk memastikan, semua KTP yang sudah dicetak telah didistribusikan," kata dia. 

 

3. Kemendagri memastikan e-KTP di Duren Sawit tidak terkait pemilu

Kemendagri: E-KTP di Duren Sawit Bukan Tercecer, Tapi Sengaja DibuangDok. IDN Times/Istimewa

Dirjen Dukcapil Zudan juga memastikan, ribuan e-KTP yang ditemukan di Duren Sawit tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2019. Menurut dia, semua kejadian itu murni tindakan pidana. 

"Ini tidak terkait dengan hal-hal kepemiluan dan tidak akan mengganggu tahapan pemilu," kata dia. 

Baca Juga: Mendagri Curiga Pelaku Pembuangan e-KTP di Bogor dan Duren Sawit Sama

4. Kemendagri berkoordinasi dengan Bareskrim Polri usut kasus temuan e-KTP di Duren Sawit

Kemendagri: E-KTP di Duren Sawit Bukan Tercecer, Tapi Sengaja DibuangIDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Zudan mengaku sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan investigasi bersama dan menangkap pelakunya. Namun, Zudan tidak membantah bisa saja e-KTP yang sudah dibuang itu dipakai untuk masuk ke bilik suara. 

"Oleh sebab itu, perlu dibangun ekosistem dan arsitektur yang lebih maju," katanya. 

Ekosistem yang dimaksud yakni alat pembaca kartu atau card reader, sehingga bisa diketahui apakah itu e-KTP asli atau palsu. 

Baca Juga: Tersangka Penjual Blangko e-KTP Secara Online Ternyata Anak Pejabat 

Topic:

  • Sunariyah

Just For You