Comscore Tracker

KPK Konfirmasi Komunikasi dari Harun Masiku ke Penjaga Kantor PDIP

Nurhasan adalah saksi kunci perkara suap OTT KPU

Jakarta, IDN Times - Salah satu saksi yang turut diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara OTT eks komisioner KPU pada Rabu (26/2) adalah Nurhasan. Ia merupakan penjaga kantor DPP PDI Perjuangan dan disebut-sebut sempat memboncengi buronan Harun Masiku menuju ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Ia tiba di gedung Merah Putih sekitar pukul 09:30 WIB, tak lama usai Hasto menjejakan kaki di komisi antirasuah. Nurhasan baru meninggalkan KPK sekitar pukul 18:00 WIB. Usai diperiksa lebih dari enam jam, ia enggan memberikan keterangan apapun kepada media. 

"Tanyakan ke penyidik saja ya," ungkap Nurhasan kepada media. 

Ia tetap memilih bungkam kendati telah diberondong berbagai pertanyaan dari awak media. Sebagian besar mengonfirmasi mengenai kebenaran Nurhasan memboncengi Harun menuju ke PTIK. 

Sedangkan, Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan penyidik sempat mengonfirmasi beberapa komunikasi yang dilakukan oleh Nurhasan kepada beberapa pihak. Apakah itu salah satunya komunikasi dengan Hasto dan Harun?

1. Penyidik turut menggali informasi percakapan antara penjaga kantor PDI Perjuangan dengan Harun Masiku

KPK Konfirmasi Komunikasi dari Harun Masiku ke Penjaga Kantor PDIP(Kader PDI Perjuangan Harun Masiku) www.facebook.com/dwi.jepray.bagjana

Menurut plt juru bicara KPK, Ali Fikri, salah satu hal yang digali lebih jauh oleh penyidik yakni mengenai konfirmasi Nurhasan dengan tersangka yang kini menjadi buron, Harun Masiku. Komunikasi itu diperoleh dari alat komunikasi elektronik yang disita oleh KPK. 

Namun, Ali tidak menjelaskan secara detail komunikasi terkait apa yang ditanyakan oleh penyidik kepada Nurhasan. Diduga salah satu yang ditanyakan mengenai Nurhasan yang sempat bertemu dan memboncengi eks caleg itu menuju ke PTIK. 

"Tentunya seluruh fakta-fakta percakapan dengan para tersangka pasti digali oleh penyidik," ujar Ali pada Rabu malam di gedung KPK. 

Ketika ditanyakan apakah percakapan dengan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto ikut dikonfirmasi, pria yang juga bertuga sebagai jaksa itu tidak bersedia memberikan keterangan lebih detail. 

"Bahwa mengenai nama, materi seperti apa sekali lagi saya hanya bisa menyampaikan secara umum bahwa itu lah yang kemudian ditanyakan kepada para saksi oleh penyidik. Namun, mengenai detailnya seperti apa, tentu belum bisa saya sampaikan pada malam ini," tutur dia lagi. 

Baca Juga: Yasonna Laoly Bersumpah Tak Kenal Harun Masiku

2. KPK terkesan tidak terlalu membutuhkan keterangan Harun Masiku

KPK Konfirmasi Komunikasi dari Harun Masiku ke Penjaga Kantor PDIP(Ilustrasi eks caleg PDI Perjuangan Harun Masiku) IDN Times/Arief Rahmat

Kendati belum tertangkap, penyidik komisi antirasuah tetap berjalan dan memproses perkara yang melibatkan eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Keterangan Harun dibutuhkan salah satunya untuk mengonfirmasi sumber duit yang diserahkan oleh kader PDI Perjuangan itu ke Wahyu. Nominalnya mencapai Rp400 juta. Santer disebut-sebut duit itu berasal dari Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. 

"Keterangan tersangka hanya salah satu alat bukti yang pada umumnya di persidangan itu tidak hanya berpegangan pada keterangan tersangka atau terdakwa saja, tetapi alat bukti yang lain. Minimal kan lima atau enam alat bukti, termasuk keterangan terdakwa. Ketika terdakwa tidak mengakui atau menyangkal sekali pun, itu nilainya tidak ada," ungkap Ali. 

Kendati terdakwa nantinya membantah, jaksa dan penyidik tidak akan menyerah. Mereka akan melakukan kroscek ke alat bukti lain seperti keterangan yang disampaikan oleh para saksi, dokumen-dokumen atau saksi ahli. 

3. KPK belum mendapatkan informasi bahwa Harun Masiku sudah meninggal

KPK Konfirmasi Komunikasi dari Harun Masiku ke Penjaga Kantor PDIPPlt jubir KPK, Ali Fikri (IDN Times/Santi Dewi)

Pada kesempatan itu, Ali juga menyampaikan hingga saat ini KPK masih belum menerima konfirmasi bahwa Harun sudah meninggal. Spekulasi soal kemungkinan Harun meninggal disampaikan oleh politikus Partai Demokrat Benny K. Harman. Ia menyebut ada kemungkinan buronan komisi antirasuah itu sudah mati ditembak. 

"Sampai hari ini, kami belum mengonfirmasi bahwa ada yang meninggal atau mati. Belum dapat konfirmasi itu," kata Ali. 

Harun sudah buron sejak (8/1) lalu. Kendati sudah diburu oleh semua Polda dan Polres di seluruh Indonesia, hasilnya tetap nihil. 

Menurut Ali, salah satu penyebab Harun sulit ditangkap karena ia tidak menggunakan ponsel selama dalam perburuan komisi antirasuah. Ia menjelaskan Harun akan lebih mudah tertangkap bila menggunakan ponsel atau media sosial. 

"Faktanya tidak seperti itu," ungkap dia pada (19/2) lalu. 

Baca Juga: Harun Masiku Tak Tercatat Masuk ke RI karena Server di Bandara Error

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya