Comscore Tracker

Menhan Prabowo Puji Kebijakan Jokowi di Bidang Hankam Cemerlang

Ia memuji Jokowi gegara beri anggaran besar untuk Kemenhan

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kembali memuji Presiden Joko "Jokowi" Widodo di hadapan publik. Ia mengatakan banyak keputusan yang dibuat oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang cemerlang. Dua keputusan yang dipuji Prabowo cemerlang yakni setuju terhadap pembentukan Komponen Cadangan dan memberikan anggaran besar di sektor pertahanan serta keamanan. 

"Jadi, hal ini harus saya akui dan saya bukan ngotot ini. Keputusan-keputusan Beliau banyak yang cemerlang," ungkap Prabowo ketika memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Sulawesi Selatan dan dikutip dari akun media sosial Kementerian Pertahanan pada Jumat (22/10/2021). 

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan serta APBN 2022, Kemenhan mendapat anggaran senilai Rp133,9 triliun. Angka ini naik dibandingkan anggaran pada tahun ini yang mencapai Rp118,2 triliun. 

Tetapi, berdasarkan keterangan dari Prabowo sendiri di hadapan para mahasiswa, anggaran pertahanan di Indonesia masih tergolong kecil bila dibandingkan negara lain. Data yang ia miliki, anggaran pertahanan Indonesia hanya 0,8 persen dari pendapatan per kapita alias GDP. Sedangkan, India mengalokasikan anggaran pertahanan mencapai 2,4 persen dari GDP nya. 

Meski demikian, Prabowo menilai hal itu sudah menunjukkan perbaikan. Sebab, kekuatan pertahanan sebuah negara mendesak untuk menjaga kekayaan dan kedaulatan negara. 

"Beliau kasih kita Komcad dan juga anggaran terbesar di bidang pertahanan. Jadi, kita semangat membangun Indonesia menjadi negara yang seharusnya," kata dia lagi. 

Ada apa di balik pujian Prabowo kepada Jokowi?

1. Wakil Ketua DPR sebut Komcad merupakan ide bersama Prabowo dan Jokowi

Menhan Prabowo Puji Kebijakan Jokowi di Bidang Hankam CemerlangInfografis program tentara komponen cadangan (IDN Times/Sukma Shakti)

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan makna pujian Prabowo bagi Jokowi. Dasco kemudian menjelaskan bahwa konsep Komcad adalah ide bersama Prabowo dengan Jokowi. 

Ia menjelaskan ketika di masa awal menjabat sebagai Menhan, Prabowo dipanggil oleh Jokowi. Keduanya, disebut membahas konsep pertahanan dan saling bertukar pikiran. Hasilnya, kemudian diimplementasikan oleh Prabowo. 

"Nah, di situ kemudian konsep pertahanan itu adalah sharing antara ide Pak Jokowi yang kemudian ditambah oleh Pak Prabowo dan diimplementasikan di lapangan," ungkap Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis, 21 Oktober 2021. 

Ia juga menambahkan berkat ide kolaborasi Prabowo dan Jokowi tersebut, justru telah membawa nama Indonesia menjadi kekuatan militer terkuat di ASEAN. "Kemarin kan kita sudah lihat, bahwa kekuatan militer Indonesia itu di Asia ini dapat urutan paling baik lah," kata dia lagi. 

Dasco merujuk kepada data dari Global Firepower yang dikutip pada 13 Oktober 2021 lalu. Berdasarkan data di situs itu, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat ke-16 dari 140 negara di dunia pada 2021. Vietnam berada di peringkat kedua dan posisi ketiga ditempati oleh Thailand. 

Baca Juga: Jadi Duta Komcad, Deddy Corbuzier ke Prabowo: Thank you, Sir!

2. Pembentukan Komcad justru dikecam oleh masyarakat sipil karena berpotensi ciptakan konflik

Menhan Prabowo Puji Kebijakan Jokowi di Bidang Hankam CemerlangDemonstrasi Keterampilan Komponen Cadangan TNI. (youtube.com/Sekretariat Presiden)

Meski Prabowo memuji keputusan Jokowi yang mendukung pembentukan Komcad sebagai keputusan cemerlang, namun masyarakat sipil tak berpikir hal yang sama. Koalisi masyarakat sipil justru mengkritik pembentukan Komcad yang merupakan realisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021 mengenai pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara. 

Koalisi yang terdiri dari beberapa LSM itu pun mempertanyakan urgensi pembentukan Komcad. Apalagi, Kemhan berencana merekrut 25 ribu warga sipil untuk bergabung.

"Kami memandang pembentukan Komponen Cadangan Pertahanan Negara merupakan langkah yang terburu-buru, selain urgensi pembentukannya yang dipertanyakan, kerangka hukum yang digunakan di dalam UU PSDN juga memiliki beberapa permasalahan yang cukup fundamental karena mengancam hak-hak konstitusional warga negara," demikian keterangan tertulis koalisi masyarakat sipil pada Januari 2021 lalu. 

Alih-alih membentuk Komcad, mereka mengusulkan agar pemerintah fokus menuntaskan pekerjaan rumah pada komponen utamanya, yakni TNI. Di antaranya terkait dengan kesejahteraan prajurit TNI.

"Masih banyak pekerjaan rumah yang belum rampung, seperti modernisasi alutsista yang tertatih-tatih karena anggaran yang terbatas, minimnya kesejahteraan prajurit dan beberapa agenda reformasi TNI yang belum tuntas," tutur mereka lagi. 

Di sisi lain, pembentukan Komcad justru berpotensi menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. 

3. Pujian Prabowo untuk Jokowi menandakan keduanya sudah klop

Menhan Prabowo Puji Kebijakan Jokowi di Bidang Hankam CemerlangMenteri Pertahanan Prabowo Subianto ketika mendampingi Presiden Joko "Jokowi" Widodo ketika menetapkan Komponen Cadangan di Batujajar, Jawa Barat (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Sementara, dari sudut pandang Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, pujian Prabowo terhadap Jokowi menandakan relasi keduanya sudah klop. Menurutnya, tak heran bila publik kemudian mengait-ngaitkan kedekatan keduanya untuk kepentingan pilpres 2024. 

"Ini kode keras kalau keduanya sudah klop. Meski penilaian macam ini sah-sah saja meski yang paling mengemuka ini pujian dari seorang menteri kepada presiden," ungkap Adi kepada media pada Kamis, 21 Oktober 2021 lalu. 

Ia menilai pujian itu sekaligus bentuk kekaguman Prabowo terhadap Jokowi. Sebab, segala ide Prabowo didukung penuh oleh Jokowi. 

"Kan segala hal yang yang terkait pertahanan didukung oleh Jokowi. Mulai dari peningkatan anggaran hingga ke program Komcad," tutur dia lagi. 

Baca Juga: Komisi I: Senjata untuk KomCad Lebih Modern dari yang Digunakan TNI AD

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya