Comscore Tracker

Novel Baswedan Tunggu Bukti Nyata Kasus Terornya Segera Diungkap

Novel tak lagi mau dibohongi dengan janji palsu

Jakarta, IDN Times - Penyidik senior Novel Baswedan terkesan tidak lagi tertarik ketika Presiden Joko "Jokowi" Widodo memerintahkan Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis untuk segera mengungkap pelaku lapangan yang menyiram air keras ke wajahnya. Khawatir kembali diberi harapan palsu, Novel lebih memilih untuk menunggu bukti nyata hingga Polri mengumumkan dua orang pelaku lapangan dari teror yang nyaris merenggut penglihatannya. 

Titik cerah teror air keras yang menimpanya kembali muncul ketika Jokowi memerintahkan Polri agar mengungkap ke publik identitas pelaku lapangan. Bahkan, kali ini mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta pelaku segera diungkap dalam hitungan hari. 

"Karena pernyataan semacam ini kan sudah sering ya. Yang pasti kan kita tinggal lihat ke bukti, tapi berpuas diri juga gak baik karena janjinya sudah sering salah. Selain itu sudah sering diucap janjinya, kemudian tidak ditepati," kata Novel ketika berbincang dengan IDN Times melalui telepon pada Kamis lalu (12/12). 

Lalu, apakah ia yakin kali ini ada komitmen yang berbeda yang disampaikan oleh Jokowi ke publik?

1. Novel Baswedan sudah diberi harapan palsu sejak tahun 2017 lalu

Novel Baswedan Tunggu Bukti Nyata Kasus Terornya Segera Diungkap(Perkembangan kasus Novel Baswedan) IDN Times/Arief Rahmat

Kepada IDN Times, Novel mengaku sejak awal sudah pesimistis kasusnya akan diungkap karena melibatkan tokoh besar di negara ini. Selain itu ada pula beberapa jenderal yang diduga ikut terlibat. Namun, mantan perwira kepolisian itu menyadari apabila nama itu diungkap ke publik justru semakin membahayakan keselamatannya. 

Oleh sebab itu, ia masih berharap agar presiden mau membentuk tim pencari fakta (TPF) yang independen. 

"Sepertinya lebih tepat kalau saya melihat hasil nyatanya saja," kata dia. 

Penyidik yang sudah bekerja di KPK selama 13 tahun itu pun kembali harus menelan kekecewaan apabila Polri baru mengusut kasusnya setelah kembali diultimatum beberapa kali oleh presiden. Artinya, sejak awal memang tidak ada keseriusan untuk mengungkap kasus terornya. 

"Setelah sekian lama lalu baru sesungguhnya diproses itu kan bukan sesuatu yang luar biasa. Standarnya kan kasus saya sudah diungkap tak lama setelah peristiwa itu terjadi, prosedurnya kan seperti itu," ungkap Novel. 

Hal semacam itu, justru menunjukkan ke publik pengungkapan kasusnya diduga memang sengaja ditunda-tunda. Setelah dilupakan oleh publik lalu tak diungkap. 

Baca Juga: [BREAKING] Jokowi: Penyiram Air Keras Novel Baswedan Segera Diumumkan

2. Novel Baswedan dituding oleh politikus PDI Perjuangan sengaja merekayasa teror air keras yang ia alami

Novel Baswedan Tunggu Bukti Nyata Kasus Terornya Segera Diungkap(Dewi Tanjung di Sukamiskin, Sabtu (7/12)) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Di saat Novel menanti kasusnya segera diungkap, ia justru dilaporkan oleh politikus PDI Perjuangan, Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya dengan dugaan telah melakukan rekayasa teror air keras yang dialaminya pada tahun 2017 lalu. Salah satu indikasi bahwa peristiwa teror air keras itu rekayasa yakni tidak ada luka bakar di area wajahnya. 

Sementara, pada umumnya, orang yang wajahnya disiram air keras mengalami ruam-ruam merah. Untuk hal itu Novel menjelaskannya secara spesifik ke presenter Deddy Corbuzier dalam podcast yang tayang pada (20/11) lalu. 

Novel mengatakan kondisi wajahnya tidak terlalu parah lantaran sejak awal ia disiram air keras, penyidik senior KPK itu sudah melakukan prosedur yang tepat yakni dengan membasuh wajahnya dengan air biasa. 

"Pertama kali saya disiram air keras ke muka, saya langsung menyiramkan air ke muka dan diguyur terus. Kemudian, ketika saya dirawat di rumah sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, ketika dibius total dan dioperasi, wajah saya kembali disiram dengan air murni. Itu penanganan terbaik yang dilakukan," ujar Novel. 

Ketika ia sadarkan diri, wajahnya sudah diperban oleh petugas medis. Novel kemudian diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan perawatan lanjutan di pusat luka bakar di General Hospital Singapore. 

"Di sana, perban di wajah saya dibuka dan saya baru menyadari di dalam perban itu ditempelkan kasa basah, kemudian oleh dokternya saya diberikan perawatan. Selama empat hari saya dirawat di sana dan luka bakarnya perlahan-lahan mulai mengelupas. Itu saya duga karena sejak awal prosedur yang ditempuh sudah baik dimulai dari di Indonesia hingga di Singapura," katanya lagi. 

Itu sebabnya mengapa di wajah Novel sudah tidak lagi menyisakan bekas luka bakar. Sehingga, Novel ingin menunjukkan ke publik tudingan Dewi bahwa ia telah merekayasa terornya adalah hal keliru. 

3. Polri kembali menjanjikan segera mengungkap kasus Novel dalam hitungan hari

Novel Baswedan Tunggu Bukti Nyata Kasus Terornya Segera DiungkapKadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin 9 Desember 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Ketika ditanya kapan Polri hendak mengungkap pelaku lapangan dalam kasus Novel, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Muhammad Iqbal kembali mengatakan kata segera. Mantan Wakapolda Jawa Timur itu menjanjikan pengungkapan kasusnya tidak akan lagi memakan waktu berbulan-bulan seperti yang lalu. 

"Saya sampaikan ini masalah waktu, dan waktu ini tidak akan berapa lama lagi. Kami sangat optimis untuk segera menyelesaikan kasus ini. Tidak berapa lama lagi," ujar Iqbal di Kompleks Istana Kepresidenan pada (9/12) lalu. 

Polri menjanjikan akan mengungkap pelaku lapangan dalam hitungan hari usai Presiden Jokowi menemui Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis. Idham ketika itu melaporkan ke presiden ada temuan signifikan dalam kasus teror Novel yang berujung ke kesimpulan siapa pelakunya. 

Namun, saat didesak kapan pelaku teror akan diungkap, Iqbal pun tidak bisa memberikan kepastian. Ia mengatakan tim teknis yang telah dibentuk oleh kepolisian segera mengungkap pelaku. 

"Tidak akan berapa lama lagi, Insyaallah tidak akan sampai berbulan-bulan. Dalam waktu dekat," katanya lagi. 

Namun, uniknya, Iqbal menyebut usai pertemuan antara Jokowi dengan Idham, tidak ada lagi tenggat waktu bagi penyelesaian kasus Novel. Seolah-olah tenggat waktu awal Desember yang dijanjikan Polri ke Jokowi untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras itu sudah ditepati. Padahal, pada kenyataannya Polri masih menggantung janji mereka. 

"Enggak ada (tenggat waktu dari Presiden Jokowi. Cuma segera. Pak Kapolri segera ungkap kasus ini," ujarnya.

Novel disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal pada 11 April 2017 usai menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya di area Kelapa Gading, Jakarta Timur. 

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

https://www.youtube.com/embed/hf-qy7y4XVg

Baca Juga: [EKSKLUSIF] Novel Baswedan: Presiden Seolah 'Cuci Tangan' Kasus Saya

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You