Comscore Tracker

Temui Jokowi di Istana Bogor, PA 212 Bantah Bahas Dukungan untuk Pilpres 2019

PA 212 meminta agar gak ada lagi kriminalisasi terhadap ulama Muslim

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo membenarkan sempat bertemu Persaudaraan Alumni (PA) 212 pada Minggu (22/4) di Istana Bogor. Pertemuan yang sesungguhnya dilakukan secara tertutup itu, akhirnya terungkap karena ada foto yang bocor ke media. 

Publik pun kemudian penasaran mengenai isi pertemuan tersebut. Sebab, PA 212 selama ini selalu mengambil sikap berseberangan dengan mantan Gubernur DKI itu. Bahkan, mereka kerap menuding Jokowi melakukan tindak kriminalisasi terhadap ulama Muslim. Tindak kriminalisasi yang dimaksud yakni proses kasus hukum yang membelit Rizieq Shihab sehingga ia kini belum kembali dari Arab Saudi. 

Apa yang sebenarnya dibahas oleh kedua pihak? 

1. Dilandasi semangat untuk menjalin tali silaturahmi 

Temui Jokowi di Istana Bogor, PA 212 Bantah Bahas Dukungan untuk Pilpres 2019www.twitter.com/@setkabgoid

Jokowi mengaku tidak ada yang istimewa dari pertemuan dengan anggota PA 212. Lagipula ia sudah sering melakukan pertemuan dengan para ulama, baik itu dilakukan di Istana Bogor atau ia menyambangi pondok pesantren. 

Pertemuan pada hari Minggu kemarin diawali dengan salat dzuhur berjemaah dan dilanjutkan makan siang. 

"Saya kan hampir setiap hari, hampir setiap minggu, bertemu dengan ulama, baik di pondok pesantren atau mengundang ulama datang ke Istana. Untuk apa? Semangatnya adalah menjalin tali silaturahmi dengan para ulama, para habain, kyai, ustaz, dari seluruh area di Indonesia," ujar Jokowi yang ditemui media di Tanjung Priok seperti dikutip dari kantor berita ANTARA pada Rabu (25/4). 

Ia berharap dengan terjalin silaturahmi, berbagai permasalahan dapat diatasi. 

"Dengan pertemuan-pertemuan itu, diharapkan kami dapat menyelesaikan banyak masalah dan persoalan-persoalan yang ada di umat dan masyarakat. Pertemuan kemarin secara garis besar seperti itu," katanya lagi. 

Baca juga: Jokowi Temui PA 212 di Istana Bogor, Bamusi: Bagus untuk Persatuan

2. PA 212 meminta agar tindak kriminalisasi terhadap ulama Muslim dihentikan

Temui Jokowi di Istana Bogor, PA 212 Bantah Bahas Dukungan untuk Pilpres 2019www.twitter.com/@DPP_LPI

Sementara, tim 11 Persaudaraan Alumni 212 menyatakan tidak ada aksi dukung-mendukung dari pertemuan tersebut. Ketua tim 11 Alumni 212, Misbahul Anam, justru meminta kepada Jokowi agar berhenti melakukan tindak kriminalisasi terhadap ulama Muslim. 

Hal itu tertuang dalam tujuh poin keterangan pers yang disampaikan hari ini di Restoran Larazetta di area Tebet, Jakarta Selatan. 

"Dua, pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat terkait dengan kasus-kasus kriminalisasi para ulama dan aktivis 212. Ketiga, pertemuan itu diharapkan agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212 serta mengembalikan hak-hak para ulama, aktivis 212 korban kriminalisasi sebagai warga negara," ujar Misbahul. 

Ia mengatakan penjelasan terkait tindak kriminalisasi disampaikan secara lugas dan apa adanya. 

"Walaupun disampaikan di acara yang santun sebagai tugas amar makruf nahi mungkar kepada Presiden. Bahkan termasuk ke dalam kategori yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW di Musnah Ahmad juz 12 ayat 228," katanya lagi. 

Misbahul juga menyesalkan pertemuan tertutup itu bisa bocor ke publik. Oleh sebab itu, mereka meminta agar pihak Istana segera mengusut dengan tuntas awal mula bocornya pertemuan itu. 

"Ini merupakan kelalaian aparat Istana yang tidak dapat menjaga rahasia negara," tuturnya lagi. 

3. Tidak ada pernyataan mendukung Jokowi sebagai capres di 2019

Temui Jokowi di Istana Bogor, PA 212 Bantah Bahas Dukungan untuk Pilpres 2019ANTARA FOTO/Aprilio Akbar

Sementara, Ketua GNPF Yusuf Muhammad Martak menegaskan pertemuan di Istana Bogor pada Minggu kemarin tidak ada hubungannya dukung-mendukung di acara Pilpres 2019. 

"Apakah ada dukungan politik? Kami tidak berbicara dukung-mendukung tentang perpolitikan dalam hal ini," ujar Martak di tempat yang sama. 

Baca juga: 3 Alasan Rizieq Shihab Batal Pulang Hari Ini

 

Topic:

Berita Terkini Lainnya