Comscore Tracker

Vaksinasi Berjalan, DPR Usulkan Konser Musik Digelar Lagi

Pelarangan konser musik berdampak ke pelaku industri kreatif

Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, mengusulkan agar industri kreatif, khususnya seni pertunjukan kembali dibuka. Usulan ini didasari pertimbangan kasus aktif COVID-19 yang terus menurun dan program vaksinasi sudah berjalan. 

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada Rabu (3/3/2021), sudah ada 1.968.057 orang yang disuntik vaksin tahap pertama. Sementara, 1.055.291 orang sudah menerima suntikan dosis kedua. Menurut Syaiful, antusiasme publik terhadap program vaksinasi tergolong tinggi.

"Seni pertunjukan, saya rasa layak dipertimbangkan untuk kembali dibuka secara bertahap baik itu konser musik, pertunjukan teater, atau kesenian tradisional," ujar Syaiful melalui keterangan tertulisnya. 

Kasus aktif COVID-19 di Indonesia memang menurun. Catatan Kepala Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, semula ada 175 ribu kasus aktif. Sementara, berdasarkan data pada Selasa, 2 Maret 2021, kasus aktif mencapai 149.645. Namun, itu pun bertambah 3.429 kasus aktif. 

Syaiful mengatakan sudah setahun lamanya terdapat pelarangan kegiatan seni-budaya karena pandemik COVID-19. Kondisi itu berdampak bagi para pelaku seni pertunjukan termasuk para musisi, aktor, komedian, hingga kru pertunjukan. 

"Mereka yang biasa menggantungkan hidup dari seni pertunjukan kehilangan sumber mata pencahariannya," katanya. 

"Pelarangan itu, juga berdampak pada penurunan daya kreativitas karena minimnya ruang ekspresi," tutur dia lagi. 

Apakah kondisi saat ini sudah dinilai aman kembali gelar konser musik?

Baca Juga: Fakta-fakta di Balik Varian Baru COVID-19 Mutasi B117

1. Pandemik COVID-19 di RI sebenarnya masih berbahaya

Vaksinasi Berjalan, DPR Usulkan Konser Musik Digelar LagiSeorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus corona (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Brisbane, Australia, Dicky Budiman, menilai situasi pandemik COVID-19 di Indonesia masih jauh dari kata aman. Apalagi positivity rate masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu lima persen. Positivity rate di Indonesia per 2 Maret 2021 masih 18,6 persen. 

"Tentu berbahaya. Ini merupakan pemahaman yang keliru. Penilaian situasi pandemik sudah terkendali, harus dianalisa oleh orang-orang yang kompeten dan didasari sains," ungkap Dicky ketika dihubungi oleh IDN Times pada Rabu (3/3/2021). 

Orang-orang kompeten yang memiliki kompetensi untuk menilai adalah epidemiolog penyakit menular atau wabah. Mereka biasanya ditemukan di kampus. 

Dicky juga mewanti-wanti situasi pandemik COVID-19 di Indonesia bisa lebih gawat karena mutasi baru corona sudah masuk ke tanah air. Apalagi, dia melihat pintu-pintu masuk menuju Indonesia tidak sepenuhnya ditutup. Pemerintah masih memberikan celah bagi warga negara asing yang memiliki tujuan perjalanan dinas dan bisnis ke Indonesia. 

Baca Juga: Catatan 1 Tahun Pandemik RI: Kasus Kematian Tinggi, Tes Masih Rendah

2. Komisi X DPR dukung konser musik digelar lagi dengan prokes yang ketat

Vaksinasi Berjalan, DPR Usulkan Konser Musik Digelar LagiKetua Komisi X DPR dari fraksi PKB, Syaiful Huda (www.instagram.com/@syaifulhooda)

Syaiful menyadari seni pertunjukkan tidak bisa digelar kembali secara masif. Protokol kesehatan yang ketat tetap harus diberlakukan. 

"Pertama, penonton tetap harus dibatasi. Kedua, sebisa mungkin pagelaran dilakukan di luar ruangan. Ketiga, semua harus mengenakan masker, suhu tubuh dalam batas aman, dan disediakan sanitasi, agar tetap terjaga selama pertunjukkan berlangsung," ungkap Syaiful. 

Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pelaku industri kreatif, salah satunya asosiasi promotor musik. Mereka bersedia berdialog dan merumuskan bagaimana seni pertunjukkan tetap dapat digelar, namun memperhatikan kesehatan.

"Jadi, sudah saatnya pemerintah mengajak mereka duduk bersama," tutur Syaiful. 

3. Pelaku industri kreatif diusulkan masuk kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19

Vaksinasi Berjalan, DPR Usulkan Konser Musik Digelar LagiTarget dan sasaran vaksinasi di Indonesia (IDN Times)

Syaiful juga mengusulkan agar pelaku industri kreatif ikut dimasukkan pemerintah ke dalam kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19. Sebab, mereka termasuk pendorong aktif roda ekonomi di Indonesia. 

"Kami berharap para pelaku industri kreatif juga menjadi kaum prioritas vaksinasi, sehingga ruang kreasi di Indonesia kembali semarak," ujar pria yang juga merupakan politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

Sementara, Dicky menilai pelaku industri kreatif secara teori tidak masuk ke dalam kelompok prioritas. Sebab, mereka yang masuk ke dalam kaum prioritas adalah kaum rentan dan berisiko tinggi bila terpapar COVID-19. 

"Kan yang masuk kelompok prioritas itu, karena mereka berusia lansia, punya penyakit komorbid. Bila dirujuk berdasarkan pekerjaan, maka mereka yang berinteraksi langsung dengan penanganan penyakitnya, pelayanan publik, dan sosial," ujar Dicky. 

Dia menambahkan tidak bisa pelaku industri kreatif tiba-tiba dimasukkan ke dalam kelompok prioritas. Sebab, semua harus didasarkan data ilmiah dan sains. 

"Bila menangani pandemik tak menggunakan pendekatan ilmiah, ya akan jauh dari kata berhasil," tutur Dicky.

https://www.youtube.com/embed/6RJMFZ_sbkk

Baca Juga: Menkes: Dua Kasus Mutasi Baru COVID-19 B117 Masuk RI dari Arab Saudi

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya