Comscore Tracker

Zulhas, Ganjar, Anies Hingga Ridwan Kamil Masuk Radar Capres PAN

DPW PAN akan beri 6 rekomendasi saat rakernas Agustus

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, mengatakan parpol tempatnya bernaung bakal menggelar rapat kerja nasional pada akhir Agustus 2022. Dalam rakernas itu, masing-masing Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PAN dapat mengajukan 10 nama capres 2024. Kemudian, nama itu akan dikerucutkan menjadi 6 nama ketika diajukan ke tingkat provinsi. 

"Nanti keenam nama tersebut akan diajukan kepada pimpinan. Lalu, enam nama itu akan dibicarakan dengan mitra koalisi. Intinya, PAN akan mencari solusi terbaik untuk negeri ini," ungkap Yandri di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/6/2022). 

Konsep yang dipilih PAN menyerupai metode yang telah dilakukan oleh Nasional Demokrat lebih dulu. Menurut Yandri, rakernas PAN rencananya digelar pada 26-28 Agustus 2022. Acara tersebut digabung dengan HUT PAN. 

"Memang yang kami bahas di dalam rakernas itu adalah masalah capres dan cawapres," katanya. 

Ia menjelaskan agenda utama dari penyelenggaraan rakernas yakni menjaring aspirasi masyarakat yang berada di kabupaten atau kota. Selain itu, PAN mengklaim juga mendengarkan aspirasi dari para ulama, tokoh masyarakat hingga ke kelompok buruh. 

"Aspirasi itu nanti dijaring oleh DPD. Nah, dimasukan secara formalitas di rapat kerja daerah itu," tutur dia lagi. 

Lalu, siapa saja nama-nama tokoh yang sudah masuk ke dalam radar PAN?

1. Ganjar, Anies Baswedan, Erick Thohir, Zulkifli Hasan hingga Ridwan Kamil masuk radar PAN

Zulhas, Ganjar, Anies Hingga Ridwan Kamil Masuk Radar Capres PANGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ketika ngopi bersama di tahun 2018. (www.instagram.com/@ridwankamil)

Lebih lanjut Yandri menjelaskan sejauh ini sejumlah nama memang sudah masuk ke dalam radar capres PAN. Mereka adalah Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri BUMN Erick Thohir hingga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

"Sejauh ini Bang Zul (Zulkifli Hasan) selalu menjadi pilihan dari internal (PAN). Beliau dipilih di lebih dari 500 kabupaten dan kota. Tetapi, di internal juga muncul aspirasi nama Ganjar, Anies, Erick. Semisal di DKI Jakarta ada (aspirasi) Anies Baswedan, di Jatim ada (aspirasi) Khofifah," tutur Yandri memaparkan. 

Sementara, aspirasi yang besar di Jawa Barat muncul nama Ridwan Kamil. "Nah, ini yang mesti kami ramu. Kan gak mungkin semuanya kami usung. Pasti akan ditutup satu nama capres dan satu nama cawapres," kata dia. 

Keputusan nama-nama tersebut bakal semakin mengkerucut saat digelar rakernas pada akhir Agustus mendatang. PAN diketahui tetap menggelar rakernas meski telah bergabung dengan dua parpol lainnya yakni PPP dan Golkar.

Mereka membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Meski begitu, koalisi itu hingga kini belum mengumumkan sosok capres dan cawapres yang bakal diusung dalam pemilu 2024. 

Baca Juga: Ketua Umum ProJo Diundang Deklarasi KIB, Lampu Hijau untuk Ganjar?

2. PAN siap berkomunikasi dengan parpol manapun termasuk PDIP

Zulhas, Ganjar, Anies Hingga Ridwan Kamil Masuk Radar Capres PANKetua DPR RI Puan Maharani (dok. Pribadi/Puan Maharani)

Yandri turut mengomentari mengenai sosok Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani yang diutus oleh Megawati Soekarnoputri untuk membuka jalur komunikasi dengan parpol lainnya. Ia menyambut baik bila PDIP akhirnya menjalin tali komunikasi dengan parpol lainnya.

Sempat muncul persepsi PDIP sebagai partai yang sombong lantaran hingga kini tak ikut-ikutan sibuk menemui ketum parpol lainnya. Sikap PDIP yang tak ingin terburu-buru menjalin kerja sama lantaran mereka menjadi satu-satunya parpol yang memenuhi syarat presidential treshold. Sehingga, tak perlu bekerja sama dengan parpol lainnya untuk mengajukan nama capres. 

"Oh, selamat datang (kepada Mbak Puan). Kami (hubungannya) baik. Hubungan PAN dengan semua parpol itu baik. Komunikasi sangat baik, apalagi dengan Mba Puan, baik (hubungannya)," kata Yandri. 

Ia pun tak memusingkan bila PDIP mengutus Ketua DPP untuk menjalin tali silaturahmi dengan parpol lainnya. Sedangkan, parpol lain langsung dipimpin oleh ketua umumnya. 

"Gak apa-apa (berkomunikasi dengan Ketua DPP). Kami kan sudah mendengarkan bahwa Bu Megawati sudah mengutus Mba Puan, karena saya kira bagus. Mba Puan kan tokoh PDIP yang kini kariernya sedang cemerlan," ujarnya lagi. 

3. PAN bertekad menjadikan pemilu 2024 bebas dari polarisasi

Zulhas, Ganjar, Anies Hingga Ridwan Kamil Masuk Radar Capres PANIlustrasi Pemilu (IDN Times/Arief Rahmat)

Di sisi lain, PAN mengaku berjanji akan mengupayakan pemilu 2024 jauh dari aksi polarisasi. PAN, kata Yandri, menghindari sikap saling memfitnah, menjatuhkan, hingga  menjelekan parpol lain. 

"Maka, untuk menghindari kegiatan yang membuang energi seperti itu, sudah saatnya di pemilu 2024 (aksi polarisasi) dihentikan. Mari mulai kontestasi yang sehat. Kontestasi yang membanggakan bagi kita semua," ujarnya. 

PAN, katanya lagi, menghargai siapapun yang berniat ikut pilpres. Ia berharap dalam pemilu 2024 nanti tidak dijadikan kontestasi yang saling menjatuhkan. 

"Maka siapapun nanti yang dipilih oleh rakyat mari kita hormati," kata dia. 

Baca Juga: Ketum PAN Zulkifli Hasan Minta Kampanye Politik Dibiayai Negara

Topic:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya