Comscore Tracker

Catat! Mahasiswa yang Masuki Sleman Wajib Patuhi 3 Hal Ini

Ketua RT hingga Camat harus lakukan pendataan

Sleman, IDN Times - Melakukan antisipasi terkait penambahan kasus positif COVID-19, Bupati Sleman mengeluarkan 3 peraturan untuk para mahasiswa yang datang dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Yang pertama, Pemerintah Kabupaten Sleman mewajibkan mahasiswa membawa surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan tempat mereka berasal.

Yang kedua, selain membawa surat keterangan sehat, mahasiswa yang berasal dari daerah dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diminta untuk karantina mandiri selama 14 hari, kecuali mahasiswa yang menunjukkan hasil RDT COVID-19 dengan hasil non-reaktif yang masih berlaku.

Terakhir, atau yang ketiga, Bupati Sleman Sri Purnomo mewajibkan mahasiswa yang bersangkutan juga diminta untuk melapor kepada pemilik indekos atau pimpinan asrama serta mengisi data yang dibutuhkan pada saat kedatangan.

Bagi perguruan tinggi di Sleman juga diminta untuk melakukan pendataan dan membuat pelaporan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

1. Dukuh, Ketua RW, dan Ketua RT dituntut aktif mendata mahasiswa yang balik ke Sleman

Catat! Mahasiswa yang Masuki Sleman Wajib Patuhi 3 Hal IniBupati Sleman, Sri Purnomo. IDN Times/Siti Umaiyah

Sri Purnomo juga meminta Dukuh, Ketua RW, dan Ketua RT untuk mendata mahasiswa yang datang dari luar kota. Pendataan yang harus dilakukan adalah:

1. Menghimpun nama, nomor HP, NIK, alamat asal serta tanggal tiba.

2. Surat keterangan sehat serta hasil RDT non-reaktif mahasiswa yang berasal dari luar Sleman.

Kemudian data mahasiswa tersebut wajib dilaporkan ke kepala desa paling lambat 1 hari setelah mahasiswa datang di kecamatan setempat.

"Pak Dukuh serta Ketua RW dan RT harus memberikan edukasi kepada warga masyarakat agar menerima mahasiswa yang masuk di Sleman dengan baik, dan dalam berinteraksi menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Memantau dan memastikan mahasiswa yang berasal dari daerah yang menerapkan PSBB melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari," ungkapnya pada Senin (8/6).

Baca Juga: Selain Mal, Pemkab Sleman Juga Atur Jam Operasional Salon dan Gamenet

2. Kepala Desa diminta segera memberitahu Kepala UPT Puskesmas jika ada mahasiswa yang positif COVID-19

Catat! Mahasiswa yang Masuki Sleman Wajib Patuhi 3 Hal Inipixabay/leejeongsoo

Bupati Sleman juga meminta Kepala Desa di wilayahnya yang telah menerima informasi mengirimkan kepada Camat jika terdapat mahasiswa pendatang yang memerlukan penanganan puskesmas.

"Untuk Camat juga diminta melaporkan secara tertulis kepada Dinas Kesehatan berkaitan dengan mahasiswa yang baru datang kepada Bupati Sleman dan Kepala Dinas Kesehatan melalui alamat email dinkes.slemankab.co.id," terangnya.

3. Pimpinan perguruan tinggi juga diminta lakukan pendataan

Catat! Mahasiswa yang Masuki Sleman Wajib Patuhi 3 Hal IniBupati Sleman, Sri Purnomo. IDN Times/Siti Umaiyah

Sri Purnomo menjelaskan untuk pimpinan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sleman juga diminta melakukan pendataan dan memastikan mahasiswa datang dalam keadaan sehat, dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat dari daerah asal dan/atau dari fasilitas kesehatan masyarakat yang ada di wilayah DIY.

Selain itu, pimpinan perguruan tinggi juga diminta untuk memastikan mahasiswa dari daerah PSBB melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

"Mewajibkan mahasiswa yang memiliki gejala ISPA, untuk memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan. Melaporkan secara tertulis mahasiswa yang datang dari luar DIY kepada Bupati Sleman dan Kepala Dinas Kesehatan melalui email dinkes.slemankab.co.id," paparnya. 

Baca Juga: Kasus Positif DIY Tambah 2 Kasus, Salah Satunya Berkaitan Pemasok Ikan

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya