Comscore Tracker

Bambang Soesatyo Berpeluang Besar Gantikan Novanto sebagai Ketua DPR

Tidak ada penolakan di internal Golkar

Jakarta, IDN Times - Partai Golkar kemungkinan besar memilih Ketua Komisi III Bambang Soesatyo sebagai pengganti Setya Novanto, untuk menduduki kursi Ketua DPR RI. Politikus Golkar itu dinilai pantas menduduki kursi pimpinan DPR. 

1. Bamsoet calon pengganti Novanto di DPR

Bambang Soesatyo Berpeluang Besar Gantikan Novanto sebagai Ketua DPRANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin mengatakan pria yang akrab disapa Bamsoet itu menguat dibanding nama lainnya di partai beringin. Namun memang belum diputuskan dalam rapat pleno.  

"Namun memang nama yang ada dari Partai Golkar sendiri memang Pak Bambang Soesatyo yang mungkin akan menduduki ketua DPR RI. Karena memang dari dulu kan sebenarnya tidak ada aturan khusus juga harus pleno," ujar Mahyudin di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/1). 

Kandati, Mahyudin mengatakan, penunjukkan Bamsoet sebagai Ketua DPR kemungkinan usai pembahasan MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) terkait penambahan pimpinan DPR.

"Bisa jadi. Tapi kalau dipandang perlu segera bisa jadi juga sebelum itu. Semua dikembalikan kepada ketum Partai Golkar," ujar dia.

Baca juga: Cari Pengganti Setya Novanto, Fraksi Golkar Gelar Rapat

2. Tidak ada yang menolak

Bambang Soesatyo Berpeluang Besar Gantikan Novanto sebagai Ketua DPRInstagram/@bambang.soesatyo

Mahyudin mengatakan di kalangan internal Golkar tidak ada yang menolak pemilihan Bamsoet sebagai pengganti Novanto.

"Sampai kemarin kita di rapat pleno fraksi gak ada yang menolak. Karena yang saya tahu, termasuk Pak ARB (Aburizal Bakrie) selaku Ketua Dewan Pembina juga sudah tahu nama itu. Dari awal udah tahu semua," ujar dia. 

Mahyudin menegaskan pencalonan mantan wartawan Harian Umum Prioritas itu tidak pernah mengerucut. Tapi disampaikan semacam rapat konsultasi antara pimpinan Ketua Dewan Pertimbangan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan senior Golkar. 

"Dan sejauh ini gak ada penolakan," ucap dia.

3. Tidak melanggar hukum

Bambang Soesatyo Berpeluang Besar Gantikan Novanto sebagai Ketua DPRInstagram/@bambang.soesatyo

Terkait kepatutan Bamsoet pernah menjadi angota Pansus Hak Angket Komsi Pemberantasan Korupsi (KPK), menurut Mahyudin, sah-sah saja karena tidak melanggar hukum.

"Ya mudah-mudahan semua lancar-lancar aja lah. Lagi pula Pak Bamsoet pernah jadi anggota Pansus Angket KPK dan inisiator KPK, kan gak melanggar hukum itu?" ujar dia.

Pemilihan Bamsoet, kata Mahyudin, juga tidak ada kaitan dengan slogan Golkar Bersih. Karena dia hanya melaksanakan tugas partai. "Kecuali kalau Pak Bambang bermasalah secara hukum dengan korupsi, maka itu bertentangan," dia melanjutkan.

Bahkan, kata Mahyudin, sekali pun Bamsoet pernah disebut-sebut terdakwa pemberian keterangan palsu dalam kasus korupsi e-KTP Miryam S Haryani, namun hal itu tidak masalah karena tidak terbukti.

"Sempat juga disebut oleh Miryam, tapi kan gak terbukti. Sekarang orang hanya disebut-sebut, misalnya terlibat, kalau gak ada bukti kan gak bisa disalahkan. Menurut saya Pak Bamsoet pengalamannya cukup banyak juga, sekarang ketua Komisi III. Sehingga beliau memang kapasitasnya memenuhi untuk jadi ketua DPR," kata Mahyudin.

Setya Novanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPR RI sejak ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP. Novanto sempat mengusulkan Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya, namun anggota Fraksi Golkar menolak karena dinilai tidak sesuai prosedur.

Baca juga: Menanti Ketua DPR Baru Pengganti Setya Novanto

Line IDN Times

Topic:

Just For You