Comscore Tracker

Cerita di Balik Foto Jokowi ke Tengah Sawah Sendiri Saat Hujan Deras

Jokowi menembus hujan deras tanpa didampingi Paspampres

Jakarta, IDN Times - Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin membeberkan cerita dibalik foto Presiden Joko "Jokowi" Widodo berjalan sendirian di tengah sawah sambil memegang payung di bawah hujan deras tanpa didampingi oleh Paspampres.

Menurut Bey, Paspampres tidak jalan ke tengah sawah mendampingi Jokowi karena jalurnya hanya cukup untuk satu orang.

"Paspampres ada, tapi tidak bisa lebih dahulu berjalan, karena jalannya hanya untuk satu orang. Kalau Paspampres lebih dahulu, maka Presiden gak bisa sampai ke tempat paling ujung," ujar Bey dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi Berkunjung ke NTT, Dua Videonya Jadi Sorotan Warganet 

1. Istana sudah memperingatkan Jokowi untuk tidak ke tengah sawah

Cerita di Balik Foto Jokowi ke Tengah Sawah Sendiri Saat Hujan Deras Presiden Jokowi kunjungan kerja ke NTT (Dok. Biro Pers Kepresidenan/Agus Suparto)

Bey mengaku pihak Istana sebenarnya sudah memperingatkan Jokowi untuk tidak ke ujung pompa air. Karena keadaan sedang hujan deras saat itu

"Namun Presiden tetap ingin melihat langsung pompa air itu karena merupakan kunci untuk food estate di lokasi tersebut. Presiden mau ke situ untuk memastikan pompa berfungsi," tutur Bey.

2. Jokowi ke tengah sawah untuk menyapa masyarakat dengan jarak lebih dekat

Cerita di Balik Foto Jokowi ke Tengah Sawah Sendiri Saat Hujan Deras Presiden Jokowi kunjungan kerja ke NTT (Dok. Biro Pers Kepresidenan/Agus Suparto)

Selain ingin mengecek langsung pompa air, kata Bey, Jokowi juga ingin menyapa masyarakat yang telah menunggunya sejak lama. Dalam video yang beredar, memang terlihat masyarakat yang berada di tengah sawah dan pinggir sawah dan bersorak memanggil nama Jokowi.

"Presiden ingin ke lokasi pompa air karena ada masyarakat yang menunggu di ujung. Mereka memanggil-manggil dan telah menunggu lama serta hujan-hujanan. Jadi Presiden ingin menyapa dari jarak yang relatif lebih dekat," jelas dia.

3. Video Jokowi berjalan ke tengah sawah di bawah hujan deras jadi sorotan publik

Cerita di Balik Foto Jokowi ke Tengah Sawah Sendiri Saat Hujan Deras Presiden Jokowi kunjungan kerja ke NTT (Dok.Biro Pers Kepresidenan)

Pada Selasa (23/2/2021), Presiden Joko "Jokowi" Widodo memang bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka kunjungan kerja. Agenda kunjungan kerja Jokowi yakni meninjau lumbung pangan dan meresmikan Bendungan Napun Gete.

Di tengah kunjungannya ke NTT, kedatangan Jokowi ke lokasi lumbung pangan yang terletak di Bukit Ngora Lenang, Lai Patedang, Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, disambut hujan deras. Namun, hujan deras itu seakan tak menyurutkan Jokowi untuk mengakhiri kegiatannya.

Dengan memegang payung warna biru tua, Jokowi menembus derasnya hujan dan berjalan ke arah tengah sawah. Dalam sebuah video yang beredar di Twitter, Jokowi tampak berjalan sendirian dan tanpa anggota Paspampres yang mengikutinya.

Kunjungan Jokowi itu terlihat disambut oleh warga sekitar yang melihat orang nomor satu di Indonesia itu dari pinggir sawah. Bahkan, mereka terdengar bersorak dan tepuk tangan saat Jokowi berjalan sendirian menembus hujan di tengah sawah.

"Pak Jokowi... Pak Presiden..," teriak mereka.

Usai meninjau lokasi lumbung pangan, Jokowi pun mengungkapkan alasan membangun proyek raksasa pemerintah itu di Sumba Tengah. Menurutnya, karena data kemiskinan cukup besar di sana.

"Kenapa di kerjakan di NTT, khususnya di Kabupaten Sumba Tengah? Karena memang kita harus ngomong apa adanya Pak Bupati, Pak Gubernur, data yang saya miliki 34 persen kemiskinan ada di sini," kata Jokowi seperti disiarkan di channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2/2021).

Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa panen di Sumba Tengah terhitung sedikit. Sebab, setahun sekali hanya panen padi. Sehingga, ia ingin wilayah tersebut menghasilkan panen yang lebih banyak.

"Panen yang ada di Sumba Tengah ini masih setahun baru sekali yaitu padi, dan kita ingin mengelola agar satu tahun bisa dua kali panen padi, dan sekali panen jagung atau kedelai," jelas Jokowi.

Pria kelahiran Solo itu menuturkan, pemerintah memang tengah menyiapkan 5 ribu hektare lumbung pangan di Kabupaten Sumba Tengah, yang terdiri dari 3 ribu hektare tanaman padi dan 2 ribu hektare untuk jagung.

"Tapi ke depan akan diperluas lagi dengan keluasan 10 ribu hektare yang nantinya dibagi 5.600 hektare untuk padi dan 4.400 hektare untuk jagung," kata Jokowi.

Baca Juga: Muncul Kerumunan, Kunker Jokowi ke NTT Disorot Epidemiolog

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya