Comscore Tracker

Eggi Sudjana Jadi Tersangka Makar, Mahfud: Pasti Polisi Punya Bukti 

Mahfud bilang kemungkinan bukti bukan hanya pidato

Jakarta, IDN Times - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan polisi pasti memiliki bukti atas penetapan tersangka Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Eggi Sudjana, dalam kasus makar.

"Kalau memang betul ditetapkan sebagai tersangka, pasti alasannya bukan karena bilang people power, pasti ada alat bukti lain," ucap Mahfud di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

2. Eggi menjadi tersangka karena menyerukan people power di hadapan pendukung 02

Eggi Sudjana Jadi Tersangka Makar, Mahfud: Pasti Polisi Punya Bukti IDN Times/Jihaan Risviani Tabriiz

Seperti diketahui Eggi menjadi tersangka dalam kasus dugaan makar. Kasus ini berawal dari pidatonya di depan kediaman calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, di Kertanegara, Jakarta Selatan.

Dalam pidatonya, Eggi menyerukan ajakan people power di hadapan pendukung kubu Prabowo-Sandi. Karena pidatonya itu, polisi kemudian memanggil Eggi pada Jumat (3/5) lalu.

Saat itu ia tidak memenuhi panggilan polisi. Pemeriksaan tersebut atas laporan relawan Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri, yang kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Laporan Supriyanto terdaftar dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Selain oleh Supriyanto, Eggi juga dilaporkan oleh caleg PDIP Dewi Tanjung, dengan laporan hal serupa.

Akibatnya, Eggi disangkakan Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

3. Pidato lengkap Eggi Sudjana

Eggi Sudjana Jadi Tersangka Makar, Mahfud: Pasti Polisi Punya Bukti IDN Times/Irfan Fathurochman

Berikut isi pidato lengkap Eggi Sudjana:

Dalam posisi saya sekarang penasihat dari Persaudaraan alumni 212. Dalam konteks analisis, kalau 2014 itu Prabowo dikalahkan dengan 8 juta suara itu sebenarnya sudah teratasi ketika 2016, sampai kemarin 2018. Ada alumni 212 bisa mengumpulkan 13 juta orang di Monas. Artinya, 8 juta itu tidak ada apa-apanya. Yang kedua kita semua menjadi saksi. Setiap Prabowo datang ke daerah atau Prabowo kampanye tidak ada yang sepi. Betul? 

Tapi kita bisa tunjukkan ketika Jokowi datang ke tempat kampanye masih banyak yang sepi. Maka ini anomali. Tidak mungkin kesepian dari konteks dia datang untuk kampanyenya itu, menjadi menang. Tidak mungkin. Anomali, di mana? 

Oleh karena karena itu, saudara. Jika temuan-temuan kecurangan ini semakin terang benderang. Dan kemarin saya ke Malaysia juga sudah jelas, terang benderang. Sebelum pemilu malah sudah dicoblos. Itu bukan curang lagi, perbuatan haram dalam konteks pemilu. 

Maka, jika terus semua kecurangan ini diakumulasi, saya dengar tadi, insya Allah sekitar jam 7, jam 8, akan diumumkan resmi apakah betul ada kecurangan serius. Maka analisis yang sudah dilakukan pemimpin kita juga bapak Prof DR Amien Rais, kekuatan people power itu mesti dilakukan. Setuju? Berani? Berani?

Kalau people power itu terjadi, kita tidak perlu lagi mengikuti konteks tahapan-tahapan, karena ini sudah kedaulatan rakyat. Bahkan mungkin ini cara dari Allah untuk mempercepat Prabowo dilantik.

Tidak harus menunggu 20 Oktober. Inilah kekuatan people power. Insya Allah. Tapi kita berharap, tetap persatuan Indonesia harus dijaga. Tidak boleh kita pecah antarbangsa. Ini yang bikin brengsek elite-elite saja. Terima kasih. Assalamualaikum warahmaatullahi wabarakatuh.

Baca Juga: Demokrat Sebut Pernyataan Eggi Sudjana Masuk Kategori Makar

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya