Comscore Tracker

Ini Kata Fadli Zon-Fahri Hamzah Usai Terima Bintang Jasa dari Jokowi

Katanya demi persatuan dan kesatuan sih

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo telah memberikan penghargaan bintang tanda jasa kepada sejumlah tokoh nasional. Di antara nama-nama tersebut, mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah masuk di dalamnya.

Meskipun secara politik kerap mendapatkan kritik pedas dari Fadli dan Fahri, Jokowi mengaku berteman baik dengan keduanya. Ia juga menyebut keputusan pemberian penghargaan ini sudah melalui pertimbangan matang.

Lalu, apa komentar Fadli dan Fahri tentang penghargaan yang diberikan dari Jokowi?

1. Fahri sebut penghargaan diberikan untuk memperkuat kesatuan

Ini Kata Fadli Zon-Fahri Hamzah Usai Terima Bintang Jasa dari JokowiWakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah saat hadiri bedah buku KPK Bukan Malaikat di Sukamiskin. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Fahri mengatakan HUT ke-75 RI menjadi momen orang nomor satu di Indonesia itu, untuk memupuk kesatuan dan persatuan Indonesia. Apalagi dalam kondisi krisis sekarang ini, akibat pandemik virus corona.

"Sebagai negara demokrasi, kita harus bisa memelihara persatuan dan kebersamaan, apalagi situasinya sekarang kan lagi COVID-19 dan sebagainya. Jadi saya kira itulah momennya sekarang bagi kita semua untuk mempersatukan bangsa kita," ujar Fahri di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga: Terima Bintang Tanda Jasa dari Jokowi, Apa Kata Fahri Hamzah? 

2. Fadli Zon sebut akan tetap menjaga check and balances di pemerintahan

Ini Kata Fadli Zon-Fahri Hamzah Usai Terima Bintang Jasa dari JokowiMantan Wakil Ketua DPR Fadli Zon (IDN Times/Dimas Fitra Dirgantara)

Sementara, Fadli Zon menuturkan, penyematan bintang jasa dari Jokowi ini sebagai bagian dari penghargaan kepada rakyat. Menurut dia, dengan adanya penghargaan tersebut, ia harus tetap menjaga demokrasi di Indonesia ke depan.

"Jadi kami ucapkan terima kasih atas pengakuan terhadap demokrasi kita, dengan tadi berbagai perbedaan itu, sebenarnya adalah potensi kita untuk maju dan tetap kuat melakukan check and balances," ungkap politikus Partai Gerindra, di lokasi yang sama.

3. Jokowi sebut penghargaan diberikan melalui pertimbangan matang di Dewan Tanda Gelar dan Jasa

Ini Kata Fadli Zon-Fahri Hamzah Usai Terima Bintang Jasa dari JokowiPresiden Jokowi dalam Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan RI di Istana Negara pada Kamis (13/8/2020) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Mengenai penganugerahan tanda kehormatan tersebut, Jokowi menuturkan, penghargaan ini memang diberikan kepada tokoh-tokoh yang memiliki jasa terhadap bangsa dan negara. Menurut dia, keputusan memberikan penghargaan sudah melalui pertimbangan yang matang.

"Ini lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh Dewan Tanda Gelar dan Jasa. Pertimbangannya sudah matang," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis.

4. Fadli Zon dan Fahri Hamzah akan tetap menjaga demokrasi di tanah air

Ini Kata Fadli Zon-Fahri Hamzah Usai Terima Bintang Jasa dari JokowiPresiden Jokowi memberikan keterangan pers setelah Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan RI di Istana Negara pada Kamis (13/8/2020) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Terkait pertanyaan publik tentang penghargaan yang diberikan kepada Fahri dan Fadli, Jokowi mengungkapkan, keduanya telah berjasa untuk tetap menjaga demokrasi di tanah air. Dia menyebut, meski berbeda pandangan politik, bukan berarti saling bermusuhan.

"Ya berlawanan dalam politik, kemudian berbeda dalam politik, ini bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara. Inilah yang namanya negara demokrasi," ucap Jokowi.

Kendati kerap mendapatkan kritik pedas dari Fadli Zon dan Fahri Hamzah, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga tetap berteman baik dengan keduanya. "Jadi saya berkawan baik dengan Pak Fahri Hamzah, berteman baik dengan Pak Fadli zon. Inilah Indonesia," ungkap dia.

5. Nama-nama penerima penghargaan Tanda Kehormatan Republik Indonesia dari Presiden Jokowi

Ini Kata Fadli Zon-Fahri Hamzah Usai Terima Bintang Jasa dari JokowiUpacara Penganugerahan Tanda Kehormatan RI di Istana Negara pada Kamis (13/8/2020) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menganugerahi Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah tokoh nasional. Penganugerahan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51,52,53/TK/2020 tanggal 22 Juni 2020 dan Keputusan Presiden Nomor 79,80,81/TK/2020 tanggal 12 Agustus 2020 tentang Penganugerahan Tanda Jasa Kepeloporan, Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra, Bintang jasa dan Bintang Penegak Demokrasi.

Tahun ini tanda jasa Medali Kepeloporan dan tanda kehormatan yang terdiri atas Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Penegak Demokrasi dianugerahkan kepada para tokoh nasional. Berikut deretan penghargaan kepada 52 tokoh tersebut:

Tanda Jasa Medali Kepeloporan dianugerahkan kepada dua penerima sebagai berikut:

1. Dr. (H.C.) Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri (Presiden ke-5 RI); dan
2. Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahwil Lutan, S.H., M.B.A., M.M. (Kepala Pelaksana Harian BKNN 1999-2001).

Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera yang dianugerahkan kepada sembilan penerima yang terdiri atas Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Mahaputera Nararya.

Bintang Mahaputera Utama dianugerahkan kepada dua orang penerima, yakni:

1. Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang (Ketua DPD RI 2017-2019); dan
2. Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H. (Ketua Mahkamah Agung RI 2012-2017 dan 2017-2020).

Tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya dianugerahkan kepada tujuh orang penerima sebagai berikut:

1. Dr. H. Mahyudin, S.T., M.M. (Wakil Ketua MPR RI 2014-2019);
2. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019);
3. H. Fahri Hamzah, S.E. (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019);
4. Dr. Agus Hermanto, M.M. (Wakil Ketua DPR RI 2014-2019);
5. Komjen Pol. (Purn) Drs. Suhardi Alius, M.H. (Kepala BNPT 2016-2020);
6. Prof. Dr. Farouk Muhammad Saleh (Wakil Ketua DPD RI 2014-2019); dan
7. Dr. H. Rahmat Shah (Anggota DPD RI 2009-2014 dan Anggota MPR RI 1999-2004).

Tanda kehormatan Bintang Jasa dianugerahkan kepada total 41 orang penerima yang terdiri atas Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, dan Bintang Jasa Nararya.

Para penerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama ialah sejumlah sembilan orang sebagaimana berikut:

1. H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. (Ketua DPR RI 2018-2019);
2. Dr. Ahmad Basarah, M.H. (Wakil Ketua MPR RI 2018-2019);
3. H. Ahmad Muzani, S.Sos. (Wakil Ketua MPR RI 2018-2019);
4. Drs. Utut Adianto Wahyuwidayat (Wakil Ketua DPR RI 2018-2019);
5. Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri 2014-2019);
6. Prof. Amzulian Rifai, S.H., LLM., Ph.D. (Ketua Ombudsman RI 2016-2021);
7. Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS. (Kepala BKN 2015 s.d. sekarang); dan
8. Teddy Lhaksmana Widya Kusuma (Wakil Kepala BIN 2017 s.d. sekarang);
9. Irjen Pol. (Purn) Prof. Dr. H. Teguh Soedarsono, S.H., S.IK., M.Si. (Wakil Ketua/Anggota LPSK 2008-2013 dan 2013-2018).

Sementara sepuluh penerima tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama yaitu:

1. Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si. (Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI 2012 s.d. sekarang);
2. Almarhum dr. Djoko Judodjoko, Sp.B. (Dokter);
3. Almarhum Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc. (Dokter/Guru Besar);
4. Almarhumah dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes. (Dokter);
5. Almarhum dr. Bartholomeus Bayu Satrio Kukuh Wibowo (Dokter);
6. Almarhum dr. Heru Sutantyo (Dokter);
7. Almarhum dr. Wahyu Hidayat, Sp. THT. (Dokter);
8. Almarhum Setia Aribowo, A.Md.Kep. (Perawat);
9. Almarhumah Mursyida, A.Md.Kep. (Perawat); dan
10. Almarhumah Ns. Elok Widyaningsih, S.Kep. (Perawat).

Adapun penerima tanda kehormatan Bintang Jasa Nararya terdiri atas 22 orang, yakni:

1. Almarhum dr. Hadio Ali Khazatsin, Sp.S. (Dokter);
2. Almarhum dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT. (Dokter);
3. Almarhumah drg. Umi Susana Widjaja, Sp.PM. (Dokter Gigi);
4. Almarhum drg. Gunawan Oentaryo, M.Kes. (Dokter Gigi);
5. Almarhumah drg. Anna Herlina Ratnasari (Dokter Gigi);
6. Almarhumah drg. Amutavia Pancarsari Artsianti Putri, Sp.Ort. (Dokter Gigi);
7. Almarhum drg. Yuniarto Budi Santosa, M.K.M. (Dokter Gigi);
8. Almarhumah Ns. Ninuk Dwi Pusponingsih, S.Kep. (Perawat);
9. Almarhum Sugiarto, A.Md.Kep. (Perawat);
10. Almarhumah Mulatsih Widji Astuti, AMK., S.H. (Perawat);
11. Almarhum Adharul Anam, S.Kep. (Perawat);
12. Almarhumah Nuria Kurniasih, AMK. (Perawat);
13. Almarhumah Nur Putri Julianty, AMK. (Perawat);
14. Prof. Dr. Muhammad Guntur Hamzah, S.H., M.H. (Sekjen MK RI 2015 s.d. sekarang);
15. Drs. Bonny Anang Dwijanto, M.M. (Deputi Bidang Akuntan Negara BPKP 2017-2020);
16. Iswan Elmi, Ak., M.S. Acc. (Deputi Bidang Investigasi BPKP 2014-2020);
17. Dr. Nurdin, Ak., M.B.A., CA., CfrA., QIA. (Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP 2015-2020);
18. Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M., A.C.C.S. (Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham 2017 s.d. sekarang);
19. Ir. H.R. Bambang Sarwono A. Rahim, CBEng., M.T. (Widyaiswara Ahli Utama Pusdiklat Pegawai ASN Kemendes PDTT 2015 s.d. sekarang);
20. Dr. Hadi Prabowo, M.M. (Rektor IPDN Kemendagri);
21. Saur Hutabarat (Ketua Dewan Redaksi Media Group); dan
22. Ir. Ririek Adriansyah (Dirut PT Telkom Indonesia).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Penegak Demokrasi Utama kepada Prof. Dr. Jimly Ashiddiqie, S.H. (Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Masa Jabatan 2012-2017).

Baca Juga: Beri Penghargaan Fadli Zon dan Fahri, Jokowi: Pertimbangannya Matang

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya