Comscore Tracker

Istana Beberkan Alasan Jokowi Lebur Kemenristek dengan Kemendikbud 

Jokowi juga akan bentuk Kementerian Investasi

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Fadjroel Rachman, mengungkapkan alasan Jokowi meleburkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menurut Fadjroel, keputusan tersebut telah melalui banyak pertimbangan, salah satunya sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008.

"Semua pertimbangan tersebut sudah disetujui DPR sesuai Pasal 19 ayat 1, pengubahan sebagai akibat pemisahan atau penggabungan kementerian dilakukan dengan pertimbangan DPR," kata Fadjroel kepada IDN Times, Kamis (15/4/2021).

1. Peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud salah satunya untuk efisiensi dan efektivitas

Istana Beberkan Alasan Jokowi Lebur Kemenristek dengan Kemendikbud IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Fadjroel pun memaparkan, adanya alasan peleburan tersebut memang telah melewati banyak pertimbangan, seperti untuk efisiensi dan efektivitas. Tak hanya itu, ada juga pertimbangan untuk perubahan atau perkembangan tugas dan fungsi, cakupan tugas dan proporsionalitas beban tugas, kesinambungan, keserasian, dan keterpaduan pelaksanaan tugas.

"Peningkatan kinerja dan beban kerja pemerintah, kebutuhan penanganan urusan tertentu dalam pemerintahan secara mandiri," ucap Fadjroel.

Baca Juga: Kemenristek Akan Dilebur, Bambang Brodjonegoro Beri Sinyal Pamit

2. Jokowi korbankan Kemenristek untuk bentuk Kementerian Investasi

Istana Beberkan Alasan Jokowi Lebur Kemenristek dengan Kemendikbud Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Selain meleburkan Kemenristek dengan Kemendikbud, Presiden Jokowi juga segera membentuk Kementerian Investasi. Rencana pembentukan Kementerian Investasi pun disetujui DPR dalam Rapat Paripurna Jumat, 9 April 2021. Tak berselang lama, terdengar kabar kementerian yang akan "dikorbankan" adalah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kemenristek/BRIN akan dilebur dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

DPR pun sudah merestui kementerian yang dipimpin Bambang Brodjonegoro itu berakhir di kabinet jilid II Jokowi ini dan lahir sebagai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Teknologi. Dengan demikian, Kementerian Investasi bisa dibentuk dalam susunan kabinet yang tetap terdiri dari 34 kementerian.

Jokowi tidak bisa mendirikan Kementerian Investasi tanpa mengorbankan kementerian lainnya. Hal itu sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Pada pasal 15 disebutkan:

"Jumlah keseluruhan Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Pasal 13, dan Pasal 14 paling banyak 34 (tiga puluh empat)," tulis pasal tersebut yang dikutip pada Senin (12/4/2021).

Jokowi pun telah memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan, salah satunya pertimbangan DPR, untuk membentuk Kementerian Investasi berdasarkan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tersebut.

3. Bambang Brodjonegoro beri sinyal pamit dari posisi menteri

Istana Beberkan Alasan Jokowi Lebur Kemenristek dengan Kemendikbud IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Sementara, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) Bambang Brodjonegoro pada Jumat (9/4/2021) memberikan sinyal akan pamit dari posisi menteri. Hal itu usai rapat paripurna di DPR menyepakati Kemenristek akan dilebur dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ke depan, kementerian itu akan disebut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek. 

"Pada tadi siang baru saja ada kabar Kemenristek akan dilebur dengan Kemendikbud. Kunjungan ke Universitas Hasanuddin ini akan menjadi kunjungan terakhir saya sebagai Menteri Ristek," ujar Bambang dalam pidatonya ketika meresmikan Science Techno Park (STP) di Universitas Hasanuddin seperti disiarkan daring melalui akun YouTube kampus tersebut.

Ia pun mengenang kembali ketika baru dilantik menjadi Menristek pada 2019. Ketika itu, tujuan kunjungan dinasnya ke luar Pulau Jawa yang pertama adalah ke Sulawesi Selatan. 

"Jadi, kunjungan perdana saya usai dilantik jadi menteri pada 2019 ke Unhas. Ketika itu saya menghadiri pertemuan konsorsium perguruan tinggi Indonesia-Prancis, di mana Unhas adalah tuan rumahnya," tutur dia lagi. 

Baca Juga: Ilmuwan Muda Indonesia Respons Rencana Peleburan Kemenristek

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya