Comscore Tracker

Jelang Debat Pilpres Kedua, Begini Persiapan Kubu Jokowi

Jokowi-Ma'ruf sudah lebih siap dari debat selanjutnya

Jakarta, IDN Times - Usai menggelar debat pertama capres-cawapres di Pilpres 2019, pada 17 Januari lalu, debat kedua antara calon presiden pun akan segera digelar. Debat kedua antara calon presiden nomor urut 01, Joko "Jokowi" Widodo dan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto akan dilaksanakan pada 17 Februari mendatang.

Kedua capres tersebut akan berdebat dalam tema Sumber Daya Alam, Energi dan Pangan, Infrastruktur, dan Lingkungan Hidup. Mendekati perhelatan debat kedua, kubu Jokowi tampaknya sudah cukup siap dengan materi yang akan disampaikan.

Bahkan, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, mengungkapkan bahwa tema di debat kedua ini membuat mereka percaya diri dan siap dengan materinya. Lantas, bagaimana persiapan TKN menghadapi debat kedua?

1. TKN telah siapkan tim ahli sesuai tema debat kedua

Jelang Debat Pilpres Kedua, Begini Persiapan Kubu JokowiANTARA FOTO/Zabur Karuru

Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong mengungkapkan bahwa persiapan TKN menjelang debat kedua sudah cukup baik. TKN sendiri sudah menggelar Focus Grup Discussion (FGD) bersama para tim ahli dari internal TKN.

FGD bersama tim ahli debat berlangsung pada Kamis (24/1). TKN mengumpulkan beberapa tim ahli di bidang sumber daya alam, infrastruktur, energi dan pangan, dan lingkungan hidup.

"Ada beberapa ahli internal saja. Misalnya lingkungan hidup kita punya Emmy Hafild, ada Pak Agus Sari, Pak Dinal Salim. Terus kemudian kalau infrastruktur dan energi, kami punya Pak Misbhakun, punya Pak Inas," kata Usman di Jakarta Pusat, Kamis (24/1).

Emmy Hafild yang dimaksud adalah Mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara. Sementara, Dinal Salim yang dimaksud adalah Roosdinal Salim, anak kandung dari mantan Menteri LHK Emil Salim, serta aktivis lingkungan yang kini juga kader PSI, Agus Sari.

Untuk debat pertama, Usman mengaku, TKN telah mendapatkan masukan dari beberapa pihak. Masukan tersebut sudah disampaikan kepada Jokowi selaku calon presiden. Dan hal itu akan menjadi bahan evaluasi TKN untuk di debat kedua.

"Nanti kalau kami rasa ada yang penting (masukannya), kami teruskan ke calon presiden," ujar dia.

2. Diskusi hingga pengenalan lapangan pun dipersiapkan oleh TKN

Jelang Debat Pilpres Kedua, Begini Persiapan Kubu Jokowibiro pers kepresidenan

Sementara, Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir menyampaikan debat kedua TKN hanya akan berfokus pada presiden. Nantinya, di debat kedua, Jokowi akan lebih berfokus pada visi misi dan program.

"Jadi debat ini sangat ditunggu-tunggu ketika Pak Jokowi bisa memaparkan visi misi, bisa memberikan solusi-solusi, tidak hanya pembangunan yang sudah dilakukan hari ini, dan juga yang akan datang," ujar Erick di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).

Lanjut Erick, di persiapan debat kedua nanti, TKN juga sudah menggelar diskusi dengan beberapa tim ahli. Selain itu, juga ada pengenalan lapangan untuk lokasi debat kedua, karena setting-nya yang berbeda dengan debat pertama.

"Karena kan berbeda juga konsepnya, tempat duduknya tidak ada di belakang sekarang, lalu lokasinya berbeda, pasti perlu pengenalan, sudah wajar," jelasnya.

Baca Juga: Format Baru Debat Capres, KPU Tak Ada Lagi Kisi-Kisi

3. TKN ajukan panelis dari Indonesia Timur, tak diakomodir oleh KPU

Jelang Debat Pilpres Kedua, Begini Persiapan Kubu JokowiIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Dalam debat kedua, Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sudah menentukan para panelis juga tak dianggap masalah oleh TKN. Meski sebenarnya, TKN sudah pernah mengajukan agar panelis bisa diambil dari Indonesia Timur. Namun, pengajuan TKN tersebut tak diakomodir oleh KPU.

"Kami sudah sepakat menyerahkan ini kepada KPU. Kami cuma mengusulkan agar ada panelis dari universitas di Indonesia timur. Misal dari Uncen (Universitas Cendrawasih), Unhas (Universitas Hasanuddin), atau dari Universitas Patimura, sebab kalau kami lihat, nama-nama panelis itu cenderung dari Jawa gitu," terang Usman.

Tak merasa terganggu karena usulan TKN tak diterima, Usman menjelaskan bahwa bukan nama panelis yang dipersiapkan, melainkan jawaban dari pertanyaan yang akan diberikan kepada pasangan calon.

"Siapapun, yang paling penting bagi kami adalah bukan menolak panelis, tapi menyiapkan jawabannya. Itu yang paling penting bagi kita," ujar dia.

Pada Kamis (31/1), KPU telah memilih 8 panelis yang akan memberikan pertanyaan untuk kedua kandidat di debat kedua. Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan mengatakan kedelapan panelis tersebut berasal dari akademisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Akademisi enam orang, yakni dua rektor dari ITS dan IPB, dan empat orang akademisi dari Unair, UGM, ITB, Undip. Empat akademisi yang bukan rektor ini menjadi panelis atas keahlian bidang masing-masing. Sementara itu, dua orang panelis lain dari LSM yakni Walhi dan KPA," kata Wahyu di Gedung KPU Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).

Adapun nama-nama yang akan menjadi panelis untuk debat kedua capres-cawapres antara lain:

1. Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng (Rektor Universitas Telkom 2013-2018)

2. Rektor IPB Dr Arif Satria

3. Prof Dr Ir Irwandy Arif, M.Sc. (Ahli Pertambangan dari ITB)

4. Ahmad Agustiawan ST M.Sc., Ph.D (Pakar Energi dari UGM)

5. Sudharto P Hadi (Pakar Lingkungan dari Undip)

6. Dr. Suprapto Wijoyo S.H., M.Hum (Pakar Hukum Lingkungan Unair)

7. Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati

8. Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria (KPA) Dewi Kartika

4. TKN telah siapkan simulasi pertanyaan yang akan dilontarkan kubu Prabowo

Jelang Debat Pilpres Kedua, Begini Persiapan Kubu JokowiANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Debat kedua yang akan dijalani oleh kedua calon presiden ini, rupanya TKN sudah memprediksi serangan-serangan yang akan diberikan kubu lawan kepada mereka. Salah satunya adalah tentang infrastruktur.

Sering dikritiknya pembangunan infrastruktur oleh oposisi, TKN pun tak ingin lengah begitu saja. Mereka mencoba mulai memprediksi serangan-serangan apa saja yang akan dilontarkan oleh Prabowo nantinya.

Menjelang debat kedua, Usman mengaku TKN telah membuat simulasi terhadap prediksi pertanyaan yang akan keluar di debat. Salah satunya adalah mengenai kebijakan-kebijakan Jokowi di bidang infrastruktur.

"Katakan misalnya soal infrastruktur, itu karena kan ada serangan barangkali, kalau kami simulasikan misalnya apa sih dampak infrastruktur terhadap masyarakat kecil, itu kami siapkan," jelas Usman.

"Infrastruktur katanya dibangun dengan utang kami siapkan, gitu. Atau energi, kami sudah siapkan 'Oh, kami punya program B20, B30, B50, bahkan B100, misalnya begitu. Nanti itu kami siapkan semuanya begitu," tambahnya.

Selain infrastruktur, TKN juga sudah menyiapkan pertanyaan tentang kritikan kebijakan pemerintah terkait impor. Dijelaskan Usman, TKN sudah menyiapkan tim ahli untuk isu tersebut.

"Kami sudah siapkan, karena di kami itu ada di tim penggalangan, kami ada ahli pangan, dia dari Serikat Petani Indonesia, dia kalau ngomong ketahanan pangan, kedaulatan pangan, dia jagonya, makanya kami libatkan dia nanti," jelas Usman.

5. Kubu Jokowi percaya diri dengan tema di debat kedua

Jelang Debat Pilpres Kedua, Begini Persiapan Kubu JokowiANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Usman menerangkan, tema debat kedua ini memang menjadi salah satu nilai tambah untuk kubu Jokowi. Pasalnya, kebijakan Jokowi banyak yang mengarah ke isu tersebut, sehingga TKN sangat siap terhadap jawaban di debat nanti.

"Kami relatif lebih siap, kami tidak mau bilang diuntungkan ataupun dirugikan. Kami tidak mau bilang kami diuntungkan karena nanti seolah-olah kalau kami diuntungkan, kan mereka yang dirugikan, tapi kan gak seperti itu. Tapi, ya, kami lebih siap," ungkap dia.

Sebelumnya di debat pertama Jokowi lebih banyak menyerang, di debat kedua ini, Usman menyampaikan bahwa Jokowi akan kembali menyerang dengan memaparkan keberhasilannya selama di pemerintahan. Oleh karena itu, Jokowi akan lebih banyak memaparkan visi dan misinya.

"Kami akan menyampaikan lebih banyak visi. Porsinya akan lebih besar visi, dalam bahasa Anda mungkin diartikan ofensif ya. Ofensif tapi bukan ofensif dalam arti menyerang kebijakan, tapi kita ofensif menyerang dengan visi kita," tutur Usman.

Baca Juga: Latihan Debat, Sandiaga Berperan sebagai Jokowi Melawan Prabowo

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Just For You