Comscore Tracker

Jokowi: Kita Ada Kekuatan Vaksinasi COVID-19, Negara Lain Gak Punya

Jokowi minta vaksinasi COVID-19 dilakukan secepatnya

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo ingin program vaksinasi COVID-19 yang dicanangkan pemerintah segera dilakukan. Ia mengatakan, Indonesia memiliki kekuatan vaksinasi, yang diklaim tidak dimiliki negara lain.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Kompas 100 CEO Forum Tahun 2021, yang disiarkan langsung di channel YouTube Harian Kompas, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga: [CEK FAKTA] Viral Vaksinasi COVID-19 Presiden Jokowi Harus Diulang

1. Jokowi minta program vaksinasi dilakukan secepatnya

Jokowi: Kita Ada Kekuatan Vaksinasi COVID-19, Negara Lain Gak PunyaJokowi beri sambutan di Puncak Acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 pada Rabu (28/10/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Jokowi menyampaikan program vaksinasi harus dilakukan secepatnya. Sebab, lanjut dia, Indonesia memiliki kekuatan 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas, 30 ribu rumah sakit, dan 10 ribu puskesmas.

"Katakanlah 30 ribu vaksinator, satu hari bisa mengerjakan 30 orang. Satu hari berarti bisa menvaksin satu juta. Ini angka yang besar sekali, ini kekuatan kita di sini, negara lain gak punya. Kita memiliki, yang setiap hari melakukan imunisasi kepada anak-anak kita," ujar dia.

2. Jokowi minta ketersediaan dan kesiapan vaksin jangan sampai terlambat

Jokowi: Kita Ada Kekuatan Vaksinasi COVID-19, Negara Lain Gak PunyaIlustrasi Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Oleh sebab itu, Jokowi meminta agar program vaksinasi juga didorong kesiapannya. Ia ingin ketersediaan dan kesiapan vaksin juga jangan sampai terlambat.

"Ini kenapa pernah saya bilang vaksin sebetulnya tidak ada setahun, harusnya vaksinasi kita bisa diselesaikan, karena angka-angkanya yang saya hitung kita bisa," tutur dia.

3. Pemerintah sedang menggodok isu vaksinasi mandiri

Jokowi: Kita Ada Kekuatan Vaksinasi COVID-19, Negara Lain Gak PunyaIlustrasi Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Terkait vaksinasi mandiri, pemerintah juga sedang menggodok. Hingga saat ini, rencana tersebut belum diputuskan.

"Ada yang bertanya bagaimana mempercepat lagi, tanya perusahaan menyampaikan 'pak, bisa gak vaksin mandiri?' Ini yang baru kita akan putuskan, karena apa kita perlu mempercepat perlu sebanyak-banyaknya, apalagi biayanya ditanggung perusahaan sendiri, kenapa tidak?" ujar Jokowi.

Meski begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut isu vaksinasi mandiri harus dipikirkan dengan matang. Sebab, pelaksanaan vaksinasi dan merek vaksin harus berbeda dengan vaksin gratis.

"Tetapi sekali lagi harus kita kelola isu ini dengan baik, mungkin bisa diberikan asal mereka vaksinnya berbeda. Tempat untuk melakukan vaksin juga berbeda bisa dilakukan," tutur Jokowi.

Baca Juga: Soal Vaksinasi Mandiri, Jokowi: Jika Dibayar Perusahaan, Kenapa Tidak?

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya