Comscore Tracker

Kasus COVID di Kalteng Ada 1.096, Jokowi: Harus Setop, Jangan Nambah!

Pemerintah pusat buka tangan lebar untuk bantu daerah

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo berharap agar kasus virus corona atau COVID-19 di Kalimantan Tengah tidak bertambah. Per Kamis 9 Juli 2020, kasus di Kalimantan Tengah bertambah 23 kasus, sehingga total mencapai 1.096.

Terkait penambahan kasus itu, Jokowi meminta kepala daerah dan jajarannya agar berupaya agar tidak ada penambahan kasus lagi.

"Hati-hati, angka 1.096 kasus positif ini harus stop, jangan sampai ada tambahan lagi," kata Jokowi dalam arahannya di Posko Penanganan COVID-19 Kalimantan Tengah, yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/7/2020).

1. Jokowi ingatkan agar kepala daerah ambil kebijakan berdasarkan data sains

Kasus COVID di Kalteng Ada 1.096, Jokowi: Harus Setop, Jangan Nambah!Jokowi tinjau food estate di Kalimantan Tengah (Dok. IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan pada kepala daerah agar hati-hati dalam mengambil kebijakan. Dia meminta agar semua diperhitungkan berdasarkan data sains.

"Tolong pakai betul yang namanya data sains. Kedua, minta saran kepada pakar pakar, jangan sampai dalam memutuskan sesuatu tanpa tanya kanan kiri, ini berbahaya sekali. Ini bukan sesuatu yang mudah. Oleh sebab itu, semuanya harus backup data sains dan masukan para pakar," ucapnya.

Baca Juga: Jokowi: Jika Ancaman COVID-19 Turun, Jangan Ujug-ujug Masuk New Normal

2. Pemerintah pusat buka tangan lebar untuk membantu daerah

Kasus COVID di Kalteng Ada 1.096, Jokowi: Harus Setop, Jangan Nambah!Presiden Joko Widodo menerima kedatangan pimpinan MPR di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020) (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Meski begitu, Jokowi tetap mengapresiasi kerja keras Kalimantan Tengah dalam mengurangi penyebaran kasus virus corona. Dia menyampaikan, apabila kepala daerah dan Gugus Tugas daerah membutuhkan bantuan pusat, maka pemerintah pusat bisa segera beri bantuan.

"Silakan disampaikan, sesegera mungkin akan kami bantu, (misalnya) 'pak kurang personel', saya kira kalau personel di TNI-Polri bisa membantu, tenaga kesehatan misalnya. Tapi kita harapkan tidak ada, karena memang semuanya sudah ini. Tapi kalau memang sangat diperlukan sekali sarana yang ada, silakan, akan kami usahakan," kata Jokowi lagi.

3. Kasus hari ini melonjak, Jokowi beri lampu merah

Kasus COVID di Kalteng Ada 1.096, Jokowi: Harus Setop, Jangan Nambah!Rapat Terbatas Percepatan Pembangunan PSN Jalan Tol Trans Sumatra dan Tol Cisumdawu pada Senin, (7/7/2020) (Dok. IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)

Dalam arahannya tersebut, Jokowi juga menyinggung tentang penambahan kasus nasional hari ini yang mencapai 2.657 kasus. Bahkan, Jokowi memberikan lampu merah karena penambahan kasus yang tinggi.

"Sebaran COVID di seluruh Tanah Air sangat tergantung sekali kepada bagaimana daerah mengendalikannya. Juga perlu saya ingatkan ini sudah lampu merah lagi. Hari ini secara nasional kasus positif ini tinggi sekali hari ini, 2.657," ujar Jokowi.

Baca Juga: Ada 2.657 Kasus Baru Positif COVID-19, Jokowi: Jangan Dianggap Enteng!

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya