Comscore Tracker

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD, Panglima: Kami Ingin Keadilan!

Namun, Panglima janji pihaknya tak akan intervensi

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan pihaknya akan terus mengawal kasus pengeroyokan seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD). Namun, ia menegaskan bahwa TNI tidak akan mengintervensi kasus tersebut. Ia hanya ingin keadilan dalam kasus ini.

"Kami akan kawal. Untuk tim penyidik TNI sudah berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara, kami terus memonitor, tapi kami tetap tidak mengintervensi," kata Andika di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD di Penjaringan hingga Tewas

1. Panglima TNI minta keadilan dalam kasus pengeroyokan anggota TNI AD

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD, Panglima: Kami Ingin Keadilan!Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ketika memimpin rapat dengan Danrem dan Kasrem di area Papua (Tangkapan layar Zoom dengan Panglima TNI)

Andika menuturkan hingga saat ini pihaknya akan terus menunggu hasil dari kasus tersebut. Dia menyebut pihak TNI hanya ingin keadilan.

"Sejauh ini kelihatannya sudah ada kemajuan, sudah ada tiga yang ditangkap. Kami menunggu. Intinya kami juga ingin ada keadilan, karena mereka melakukan tindak pidana yang menyebabkan anggota TNI AD dan orang secara umum tewas," ujar Andika.

Baca Juga: Anggota TNI AD Tewas usai Dikeroyok Orang Tak Dikenal

2. Anggota TNI AD berinisial S dikeroyok hingga tewas

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD, Panglima: Kami Ingin Keadilan!Ilustrasi Kekerasan. IDN Times/Sukma Shakti

Sebelumnya, seorang anggota TNI AD berinisial S (23), dikeroyok hingga tewas oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (16/1/2022) dini hari WIB. Dalam laporan yang ditunjukkan kepada Danrem 052/WKR/ itu menyebut, S yang jadi korban tewas adalah anggota Yonif Raider 303 TNI. 

Selain S, ada korban lain dengan inisial SM, yakni warga sipil juga jadi sasaran pengeroyokan tersebut. Beruntung, ia masih selamat usai mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Atmajaya, Jakut.

Baca Juga: Panglima TNI: Prajurit yang Bawa Kabur Senjata di Papua Melanggar UU

3. Korban sempat buang air kecil sebelum dikeroyok

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD, Panglima: Kami Ingin Keadilan!Ilustrasi aksi kekerasan. IDN Times/Mardya Shakti

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian tragis yang menimpa anggota TNI itu terjadi pada Pukul 03.00 WIB. Korban yang pergi dari Royal bersama temannya bernama Septa, berangkat menuju Taman Waduk Peluit.

Namun, di tengah jalan, korban meminta rekannya itu untuk berhenti. Ia turun dan membuang air kecil.

“Sesaat setelah selesai buang air kecil, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tersungkur dan berdarah dan saksi mendengar teriakan pelaku, saya Makassar, saya Makassar, saya Makassar,” tulis laporan saksi.

Tak lama berselang, para pelaku yang sudah menjalankan aksinya itu langsung berhamburan meninggalkan korban. Saksi pun langsung menghubungi pihak keluarga korban memalui sambungan telepon. 

Setelah itu, korban di bawa ke RS Atma Jaya bersama dengan satu korban sipil yang saat ini disebutkan masih dalam perawatan di RS Atma Jaya.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya