Comscore Tracker

Pasokan Vaksin ke RI Berkurang, Menkes: Dari Tiongkok Masih Lancar

Yang terhambat saat ini adalah Vaksin AstraZeneca

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pasokan vaksin COVID-19 ke Indonesia berasal dari empat negara. Sehingga, apabila ada kendala di satu negara, maka masih ada negara-negara produsen vaksin lainnya yang mengirim pasokan ke Indonesia. Salah satunya adalah Tiongkok.

"Alhamdulillah Indonesia itu sumber vaksinnya ada empat. Ada yang dari China, dari London, dari Amerika, ada yang dari Jerman. Sehingga kalau ada satu yang terganggu, yang lainnya InsyaAllah masih lancar," ujar Budi saat meninjau vaksinasi seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/4/2021).

1. Vaksin Sinovac masih rutin masuk ke Indonesia

Pasokan Vaksin ke RI Berkurang, Menkes: Dari Tiongkok Masih LancarVaksin COVID-19 Sinovac pada 19 Juli 2020 tiba di Soetta dan langsung dibawa ke Bandung untuk segera mulai Uji Klinis oleh Biofarma dan FK Unpad. Dok. IDN Times/bt

Menurut Budi, meski beberapa negara membatasi pengiriman vaksin ke luar negeri, namun Indonesia tetap mendapatkan vaksin dari Tiongkok. Bahkan, kata dia, pengirimannya terbilang rutin.

"Salah satu yang lancar ini dari China, jadi rutin mereka memang setiap dua minggu itu ada pengiriman. Pengirimannya datang kemarin itu 6 juta bahan baku. Itu akan jadi sekitar 80 persennya atau 4,8 juta satu bulan kemudian di bulan Mei," kata Budi.

Baca Juga: Menkes: Ada 3 Hal yang Buat Pandemik di Indonesia Bisa Seperti India

2. Budi sebut vaksin yang terhambat adalah AstraZeneca

Pasokan Vaksin ke RI Berkurang, Menkes: Dari Tiongkok Masih LancarMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Rapat tersebut membahas ketersediaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Budi menyampaikan, saat ini yang agak terhambat yaitu Vaksin AstraZeneca dari Inggris. Kendati begitu, pasokan vaksin untuk Indonesia masih ada dari Tiongkok.

"Jadi kita sekarang walaupun agak rem karena memang ada hambatan untuk yang AstraZeneca tapi alhamdulillah yang China masih masuk, sehingga April ini harusnya terpenuhi dan kita juga sudah menyiapkannya untuk bulan Mei," ujar Budi.

3. Menkes Budi sebut pasokan vaksin Indonesia berkurang

Pasokan Vaksin ke RI Berkurang, Menkes: Dari Tiongkok Masih LancarPetugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 di Mataram, NTB, Rabu (17/3/2021) (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Meski target pemerintah 70 juta orang divaksinasi pada Juli mendatang, namun pasokan vaksin untuk Indonesia harus menurun. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat mengatakan paskokan vaksin itu berkurang karena dampak embargo vaksin COVID-19 oleh berbagai negara produsen vaksin.

"Sehingga, jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk Maret hingga April 2021 masing-masing 15 juta, atau totalnya dua bulan adalah 30 juta, kami hanya bisa dapat 20 juta dosis atau 2/3-nya," jelas Budi dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (5/4/2021).

Adanya pengurangan jatah vaksin ini lantaran negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, Brasil, dan lainnya, mengalami lonjakan kasus. Sehingga, mereka mengutamakan vaksin yang diproduksinya untuk warganya terlebih dahulu.

"Sehingga akibatnya, negara-negara produsen, yang terjadi lonjakan ketiga mengarahkan agar vaksinnya tidak boleh keluar. Hanya boleh dipakai di negara masing-masing," jelas Budi.

Karena adanya pengurangan pasokan, akibatnya hal itu mempengaruhi laju vaksinasi di Indonesia. Sehingga, pemerintah akan mengatur program vaksinasinya kembali.

"Akibatnya, laju vaksinasinya, mohon maaf, agak kami atur kembali. Sehingga, kenaikannya tidak secepat sebelumnya karena memang vaksinnya yang berkurang suplainya," tutur dia.

Baca Juga: IDI Khawatir Polemik Vaksin Nusantara Bikin Publik Ragu akan Vaksinasi

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya