Pemred Media Masuk Tim Sukses, Begini Penjelasan Koalisi Jokowi-Ma'ruf

Tak takut dinilai akan menggiring opini publik lewat media?

Jakarta, IDN Times - Koalisi petahana Joko "Jokowi" Widodo sudah mulai menyusun nama-nama di tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Di antara nama-nama tersebut, terdapat dua nama pimpinan redaksi yang tergabung di dalamnya.

Kedua pimpinan redaksi tersebut diantaranya adalah Direktur Pemberitaan MNC Grup Arya Sinulingga dan Pemimpin Redaksi iNews TV Yadi Hendriyana. Di dalam tim pemenangan, Arya sebagai juru bicara dan Yadi sebagai Direktur Kominfo.

Tak takut dinilai akan menggiring opini publik melalui media, seperti apa penjelasan dari koalisi Jokowi?

1. Koalisi serahkan masalah kode etik kepada organisasi jurnalistik

Pemred Media Masuk Tim Sukses, Begini Penjelasan Koalisi Jokowi-Ma'rufIlustrasi jurnalis (PIxabay)

Menjawab tudingan penggiringan opini publik melalui media massa, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, koalisi akan menyerahkan persoalan kode etik para jurnalis yang masuk tim pemenangan tersebut kepada organisasi terkait.

"Itu kembali ke kode etik atau organisasi para wartawan jurnalis mengatakan apa," kata Arsul di Gedung DPR RI, Selasa (21/8).

2. Selama tidak ada aturan melarang, tidak ada masalah

Pemred Media Masuk Tim Sukses, Begini Penjelasan Koalisi Jokowi-Ma'rufIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Menurut Arsul, apabila tidak ada kode etik atau aturan terkait hal itu, maka tidak ada yang salah dengan melibatkan pimpinan redaksi media ke dalam tim pemenangan. Selama pemberitaannya tidak melanggar kode etik, Arsul berpendapat tidak ada masalah.

"Katakanlah, medianya tidak masuk, tapi pemberitaannya miring sebelah kan itu malah lebih gawat, karena fungsi media untuk memberikan keseimbangan informasi kepada masyarakat kan gak tercapai," terang Arsul.

Baca Juga: Survei: Jokowi-Ma'ruf Menang Telak di Segmen Pemilih Muslim

3. Masalah netralitas, koalisi serahkan pada KPI

Pemred Media Masuk Tim Sukses, Begini Penjelasan Koalisi Jokowi-Ma'rufKPI (Twitter/KPI_Pusat)

Saat ditanya apakah koalisi tidak takut akan dituding menggiring opini masyarakat melalui media, Arsul menjawab bahwa ia menyerahkan hal itu kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

"Itu biar KPI sajalah yang menilai itu," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Batal Masuk Tim Kampanye Jokowi, Ini Alasannya

Topik:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya