Comscore Tracker

Polisi Menduga Kelompok MIT Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi

Polisi sebut kondisi di lokasi Sigi sudah kondusif

Jakarta, IDN Times - Kepolisian menduga pelaku pembantaian satu keluarga yang berjumlah empat orang di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, adalah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Hal itu berdasarkan kesaksian warga yang melihat kejadian tersebut.

“Terindikasi seperti itu, ada kemiripan dari saksi-saksi yang melihat langsung saat kejadian yang kami konfirmasi dengan foto-foto (Daftar Pencarian Orang MIT Poso) ada kemiripan. Terindikasi,” kata Kepala Kepolisian Resor Sigi AKBP Yoga Priyahutama, seperti dikutip dari ANTARA, Sabtu (28/11/2020).

Baca Juga: Satu Keluarga di Sigi Dibunuh, Warga Sekitar Bersembunyi di Hutan

1. Polisi sebut kondisi di lokasi kejadian saat ini sudah kondusif

Polisi Menduga Kelompok MIT Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di SigiIlustrasi jenazah. IDN Times/Mardya Shakti

Yoga menjelaskan situasi di lokasi kejadian saat ini sudah kondusif. Bahkan, anggota Brimob, Polres, dan Satgas Operasi Tinombala telah melakukan trauma healing agar jangan sampai warga trauma dengan kejadian tersebut.

"Jenazah korban akan segera dimakamkan oleh keluarga, sementara peti matinya disiapkan oleh Polres Sigi. Satgas Operasi Tinombala saat ini sedang mengejar terduga pelaku," ucap dia.

2. Sebanyak 150 keluarga telah diamankan pasca-pembantaian

Polisi Menduga Kelompok MIT Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di SigiIlustrasi TKP (IDN Times/Mardya Shakti)

Sebanyak 150 kepala keluarga di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diungsikan pasca-pembantaian yang diduga dilakukan kelompok MIT pada Jumat (27/11/2020). Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA.

Kepala Desa Lemban Tongoa Deki Basalulu menjelaskan mereka yang mengungsi itu bermukim dekat lokasi kejadian penyerangan. Ratusan kepala keluarga itu diungsikan ke tempat yang lebih aman yang lokasinya masih di Desa Lemban Tongoa.

"Saat ini aman, semua warga di lokasi sudah diungsikan ke daerah yang ramai penduduk,'' kata Deki seperti dikutip dari ANTARA, Sabtu (28/11/2020).

Deki menuturkan, berdasarkan keterangan saksi mata, pelaku yang melakukan penyerangan berjumlah enam orang. Salah satu warga ada yang melihat kejadian tersebut. ''Warga ada yang lihat. Namun, sampai sekarang belum didapat, ada enam orang,'' ujar dia.

3. Satu keluarga yang dibantai di Sigi berjumlah empat orang dan pelaku diduga enam orang

Polisi Menduga Kelompok MIT Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di SigiIlustrasi Berita Pembunuhan (IDN Times/Sukma Shakti)

Sementara, Sekretaris Desa Lembatongoa Rifai mengatakan, korban pembantaian berjumlah empat orang.

''Dari informasi saya dapatkan ada empat orang. Itu mertua, anak, menantu,'' ungkapnya, seperi dilansir ANTARA, Jumat (27/11/2020).

Tidak hanya itu, sejumlah warga yang bermukim sekitar rumah korban, sempat bersembunyi dan melarikan diri ke dalam hutan. Rifai juga menjelaskan lokasi pembunuhan itu memang sepi dan hanya ditempati beberapa kepala keluarga.

Sementara, Kepala Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Deki Basalulu, menuturkan berdasarkan keterangan saksi mata, pelaku diduga berjumlah enam orang. Salah satu warga ada yang melihat kejadian tersebut.

''Warga ada yang lihat. Namun sampai sekarang belum didapat, ada enam orang,'' ujar dia.

Baca Juga: 150 Keluarga Diungsikan Usai Terjadi Pembantaian Satu Keluarga di Sigi

Topic:

  • Rochmanudin
  • Hidayat Taufik

Berita Terkini Lainnya