Comscore Tracker

Satgas COVID-19: Pemda, Hati-hati Klaster Pengungsian di Musim Hujan!

Protokol kesehatan harus tetap dijaga meski ada bencana

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengingatkan Kepala Daerah untuk waspada terhadap klaster pengungsian di musim hujan ini. Ia mengatakan, para Kepala Daerah harus siaga untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19 di musim hujan.

"Kami ingin mendorong kepada Pemerintah Daerah agar siap siaga dan berupaya meminimalisir risiko penularan COVID-19 selama musim hujan ini," kata Wiku dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (24/9/2020).

1. Wiku minta Kepala Daerah pastikan pengungsi tetap terapkan protokol kesehatan

Satgas COVID-19: Pemda, Hati-hati Klaster Pengungsian di Musim Hujan!Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Kamis (27/8/2020) (Dok.Biro Pers Kepresidenan)

Wiku kemudian menjelaskan salah satu lokasi yang berpotensi menyebabkan klaster penyebaran adalah pengungsian. Dengan banyaknya pengungsi, lanjut Wiku, berpotensi cukup besar terjadi penularan di lokasi pengungsian dan bisa menimbulkan klaster baru.

"Namun, tindakan kedisiplinan dari masyarakat di pengungsian dengan tetap mematuhi protokol kesehatan selama di pengungsian dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta menjaga kebersihan lokasi pengungsian dapat menekan potensi penularan," jelas Wiku.

Baca Juga: Satgas: Testing COVID-19 di RI Sudah 62 Persen Menuju Standar WHO 

2. Sirkulasi udara harus tetap dijaga dengan baik saat di pengungsian

Satgas COVID-19: Pemda, Hati-hati Klaster Pengungsian di Musim Hujan!Banjir di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat pada Selasa (22/9/2020) (IDN Times/Aryodamar)

Selain itu, kebersihan lokasi pengungsian ini juga akan menjaga para pengungsi dari penyakit-penyakit lainnya yang kemungkinan timbul selama musim penghujan. Wiku pun menyebutkan beberapa penyakit tersebut antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD), lepra, tipus, diare, dan penyakit kulit.

Semua penyakit tersebut, ujar Wiku, dapat menurunkan imunitas sehingga masyarakat menjadi rentan terpapar COVID-19.

"Jika memang tidak memungkinkan untuk jaga jarak, maka sebisa mungkin pemerintah setempat memastikan adanya sirkulasi udara yang baik, sinar matahari yang cukup, dan selalu menjaga kebersihan pengungsian," saran Wiku.

3. Penambahan kasus COVID-19 per 24 September 2020 sebanyak 4.634

Satgas COVID-19: Pemda, Hati-hati Klaster Pengungsian di Musim Hujan!Seorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Wiku menyampaikan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Per 24 September 2020, Wiku mengatakan penambahan kasus mencapai 4.634 kasus.

"Ini adalah angka yang besar setelah beberapa hari kasus penambahan positif setiap hari adalah di atas 4.000. kami mohon jangan menunggu sampai 5.000 untuk disiplin protokol kesehatan," kata Wiku.

Sementara, jumlah kasus aktif mencapai 60.064 atau 22,9 persen, di mana angka dunia adalah 23,16 persen. Sedangkan jumlah kasus sembuh kumulatif yaitu 191.853 atau 73,2 persen, di mana kasus sembuh dunia adalah 73,77 persen.

"Sedangkan kumulatif jumlah kasus meninggal adalah 10.105 dengan angka 3,9 persen, di mana dunia persentase meninggalnya adalah 3,05 persen," papar Wiku.

Baca Juga: Satgas COVID-19 Beri Apresiasi pada KPU, Soal Apa Ya?

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya