Comscore Tracker

Satgas: Laboratorium yang Tak Patuhi Aturan Tarif PCR Dijatuhi Sanksi

Dinas kesehatan daerah diminta awasi

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah akan menjatuhkan sanksi bagi laboratorium yang tidak patuh terhadap aturan batas tarif tertinggi tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Dia menyebut sanksinya berupa penutupan hingga pencabutan izin operasional laboratorium.

"Jika terhadap laboratorium yang memakai harga tidak mengikuti ketetapan pemerintah, maka akan dilakukan pembinaan melalui dinas kesehatan kota atau kabupaten. Apabila masih tidak mengikuti aturan yang ditetapkan maka sanksi terakhir adalah penutupan laboratorium dan pencabutan izin operasional," kata Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga: Masa Berlaku Tes PCR Diperpanjang Jadi 3x24 Jam Mulai Hari Ini

1. Wiku sebut penetapan harga PCR sudah melalui penghitungan

Satgas: Laboratorium yang Tak Patuhi Aturan Tarif PCR Dijatuhi SanksiJuru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan situasi penularan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta perlu mendapatkan perhatian masyarakat secara luas dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Wiku menjelaskan, aturan baru tentang batas tarif tertinggi tes PCR sudah dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Surat edaran tersebut mengatur bahwa harga tes PCR di wilayah Jawa-Bali turun menjadi maksimal Rp275 ribu dan di luar Jawa-Bali maksimal Rp300 ribu.

"Evaluasi harga tes PCR yang dilakukan sudah melalui penghitungan biaya pengambilan, dan pemeriksaan RT PCR yang terdiri dari komponen-komponen jasa pelayanan atau SDM, komponen reagen dan bahan habis pakai, komponen biaya administrasi overhead, dan komponen biaya lainnya yang kita sesuaikan dengan kondisi saat ini," kata dia.

2. Hasil pemeriksaan PCR harus keluar maksimal 1x24 jam

Satgas: Laboratorium yang Tak Patuhi Aturan Tarif PCR Dijatuhi SanksiIlustrasi uji swab PCR.IDN Times/GrabHealth

Wiku mengatakan, hasil pemeriksaan RT PCR dikeluarkan dengan durasi maksimal 1x24 jam dari waktu pengambilan sampel.

"Apabila terjadi penambahan waktu keluar hasil maka tidak akan meningkatkan biaya tes PCR," ujarnya.

3. Satgas minta dinas kesehatan daerah melakukan pembinaan dan pengawasan

Satgas: Laboratorium yang Tak Patuhi Aturan Tarif PCR Dijatuhi SanksiPetugas kesehatan melakukan tes cepat antigen kepada warga di UPTD Puskesmas Sambongpari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (21/6/2021). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Terkait perubahan aturan ini, Wiku meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota melakukan pembinaan dan pengawasan. Pemda diminta memastikan supaya laboratorium di tiap daerah benar-benar mematuhi aturan.

"Sebagai bentuk pengawasan, dinas kesehatan daerah provinsi dan dinas kesehatan daerah kabupaten/kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT PCR sesuai dengan kewenangan masing-masing," tutur Wiku.

Baca Juga: Tak Ada Subsidi PCR, Menkes: Harga PCR RI Sudah Murah

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya