Comscore Tracker

Satgas: Sebesar 30,8 Persen Masyarakat di Restoran Tak Taat Protokol

Lonjakan kasus terjadi karena masyarakat abai pada protokol

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan saat ini masyarakat sudah mulai lengah terhadap protokol kesehatan. Menurut data Satgas, lokasi dengan ketidakpatuhan protokol kesehatan tertinggi berada di rumah makan.

"Lokasi kerumunan dengan tingkat tidak patuh memakai masker tertinggi, berada di restoran dan kedai sebesar 30,8 persen," ujar Wiku dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/12/2020).

1. Lokasi-lokasi di mana orang abai pada protokol kesehatan

Satgas: Sebesar 30,8 Persen Masyarakat di Restoran Tak Taat ProtokolIlustrasi pasien virus corona. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Selain restoran, lokasi lainnya di mana masyarakat banyak yang melanggar protokol kesehatan adalah rumah, tempat olahraga dan juga jalan umum. Di tempat wisata juga pelanggaran protokol masih terjadi.

"Di rumah sebesar 21 persen. Tempat olahraga publik sebesar 18,8 persen. Di jalan umum sebesar 14 persen dan tempat wisata sebesar 13,9 persen," papar Wiku.

Baca Juga: [BREAKING] Bukan DKI, Papua Jadi Penyumbang Kasus COVID-19 Terbanyak

2. Satgas sebut kenaikan kasus hari ini sangat besar dan tidak bisa ditolerir

Satgas: Sebesar 30,8 Persen Masyarakat di Restoran Tak Taat ProtokolJuru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Jakarta (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Wiku menyampaikan, sebelumnya penambahan kasus harian COVID-19 tidak pernah berada di atas 5 ribu. Namun, akhir-akhir penambahan kasusnya semakin tinggi, bahkan hari ini mencapai di atas 8 ribu.

"Ini adalah angka yang sangat besar dan tidak bisa ditoleransi. Mohon agar diperhatikan bahwa terus meningkatnya angka kasus positif ini menandakan bahwa laju penularan masih terus meningkat," pesan Wiku.

3. Lonjakan kasus terjadi karena masyarakat sudah mulai abai protokol kesehatan

Satgas: Sebesar 30,8 Persen Masyarakat di Restoran Tak Taat ProtokolSeorang warga duduk di dekat instalasi peti jenazah COVID-19 di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020) (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Wiku menuturkan, lonjakan kasus tersebut terjadi lantaran masyarakat semakin mengabaikan protokol kesehatan. Sehingga, kelalaian tersebut berdampak sangat fatal. Ia mengingatkan agar masyarakat jangan menunggu kasus harian semakin tak terkendali baru menaati protokol kesehatan.

"Target ini tak akan menjadi sulit jika semua orang sadar betul bahwa kita tidak sedang dalam keadaan yang baik-baik saja. Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus mau bekerja sama dan bergotong-royong demi meningkatkan penanganan COVID-19 di Indonesia," ucap Wiku.

Baca Juga: [BREAKING] Alamak! Kasus COVID-19 Bertambah 8.369 Hari Ini

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya