[UPDATE] COVID-19 di Indonesia Naik 4.394 Kasus Hari Ini

Kematian akibat COVID-19 di Indonesia bertambah 144 orang

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan ada 4.394 orang dinyatakan positif terpapar virus corona per hari ini, Minggu (2/5/2021). Dengan penambahan ini, total jumlah orang yang terpapar COVID-19 di Tanah Air mencapai 1.677.274 kasus.

DKI Jakarta menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang kasus harian virus corona hari ini, dengan 854 orang. Disusul Jawa Barat dengan 672 kasus, Riau 583 kasus, Nusa Tenggara Timur 252 kasus, dan Jawa Timur 206.

1. Tercatat 3.740 orang berhasil sembuh dari COVID-19 hari ini

[UPDATE] COVID-19 di Indonesia Naik 4.394 Kasus Hari IniSeorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus corona (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Meski jumlah kasus positif bertambah, Satgas COVID-19 melaporkan jumlah pasien yang berhasil sembuh juga bertambah 3.740 orang dalam 24 jam terakhir. Maka, total kesembuhan sudah 1.530.718 orang.

DKI Jakarta mencatat kasus kesembuhan paling banyak hari ini yaitu 984 kasus. Selanjutnya disusul Jawa Barat sebanyak 482 kasus, Riau 345 kasus, DI Yogyakarta 308 kasus, dan Jawa Timur 208 kasus.

Baca Juga: [UPDATE] 152 Juta Warga Dunia Positif COVID-19, India Makin Mengerikan

2. Sebanyak 144 orang meninggal akibat COVID-19

[UPDATE] COVID-19 di Indonesia Naik 4.394 Kasus Hari IniIlustrasi pasien di rumah sakit (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Satgas COVID-19 juga melaporkan, sebanyak 144 orang meninggal dunia akibat virus corona dalam satu hari terakhir. Total jumlah orang yang meninggal dunia karena COVID-19 menjadi 45.796 kasus.

Provinsi yang memiliki kasus kematian terbanyak hari ini yaitu Jawa Timur dengan 27 kasus. Disusul Jawa Tengah dengan 18 kasus, Riau 16 kasus, dan DKI Jakarta 10 kasus.

3. Terbukti, COVID-19 bisa terpapar melalui udara

[UPDATE] COVID-19 di Indonesia Naik 4.394 Kasus Hari IniIDN Times/Sunariyah

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

 

Baca Juga: [LINIMASA-6] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

Topik:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya