Waduh! 4.123 Pemudik Dinyatakan Positif COVID-19

Sebanyak 6.742 pemudik dites COVID-19

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sebanyak 4.123 pemudik dinyatakan positif COVID-19 saat dites petugas di pos penyekatan Operasi Ketupat 2021. Selain itu, aparat juga telah melakukan tes COVID-19 kepada 6.742 pemudik.

"Secara umum pengetatan yang dilakukan oleh Polri itu di 381 lokasi dan operasi Ketupat kemarin jumlah pemudik yang dirandom testing dari 6.742,  konfirmasi positifnya 4.123 orang dan dilakukan isolasi mandiri 1.686 orang dan dirawat 75 orang," kata Airlangga seperti yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (10/5/2021).

Baca Juga: Arus Balik Tetap Ada, Menhub Usul Vaksin Gratis untuk Pemudik Darat

1. Sebanyak 41 ribu kendaraan diminta putar balik oleh aparat

Waduh! 4.123 Pemudik Dinyatakan Positif COVID-19Petugas Kepolisian menghalau pemudik motor yang melawan arah untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)

Selain itu, Airlangga mengatakan aparat kepolisian melakukan penyekatan di 381 lokasi. Jumlah kendaraan yang telah diperiksa yakni 113.694 unit, dan 41.097 di antaranya diminta putar balik.

"Dan pelanggaran travel gelap adalah 346 kendaraan," jelas Airlangga.

2. Menhub Budi: Pergerakan penumpang turun 77 persen usai larangan mudik

Waduh! 4.123 Pemudik Dinyatakan Positif COVID-19Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim bahwa pengendalian transportasi dalam rangka peniadaan mudik periode 6-17 Mei 2021, berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari pergerakan penumpang yang turun signifikan di semua moda transportasi.

“Di ratas tadi kami melaporkan bahwa secara umum peniadaan mudik ini ditanggapi dengan cukup baik oleh masyarakat, ditandai dengan adanya penurunan jumlah pergerakan penumpang selama 6-9 Mei 2021 yang mencapai 77 persen di semua moda transportasi," kata Budi.

Menhub Budi juga menyampaikan bahwa angkutan logistik mampu beroperasi dengan normal selama periode larangan mudik. Hal ini patut disyukuri karena pendistribusian barang tetap lancar.

“Walaupun perjalanan penumpang dilakukan pembatasan secara ketat di masa peniadaan mudik, namun untuk angkutan logistik dipastikan tidak terkendala dan berjalan seperti biasanya,” ujar Menhub Budi.

Baca Juga: Gertak Sambal Larangan Mudik di Tahun Kedua Pandemik

3. Kemenhub prediksi terjadi lonjakan pada H+2 Idul Fitri

Waduh! 4.123 Pemudik Dinyatakan Positif COVID-19Petugas Kepolisian menghalau sejumlah pemudik motor yang melawan arah untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). (ANTARA FOTO/Fahkri Hermansyah)

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini memperkirakan bakal terjadi lonjakan pergerakan pada arus balik atau H+2 Idul Fitri. Budi mengimbau kepada masyarakat yang sudah sempat curi 'start' mudik, agar menunda kepulangannya.

Pihaknya juga mengusulkan untuk melakukan testing COVID-19 di berbagai tempat yang konsentrasinya besar seperti di Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, Cirebon, Jakarta bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni.

"Kami mengusulkan kepada Menko Perekonomian dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat. Sementara untuk perjalanan transportasi lain akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa prapeniadaan mudik,” papar Menhub.

Baca Juga: Menko PMK: Mobilitas di Wilayah Aglomerasi untuk Bekerja Bukan Mudik

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya