Comscore Tracker

Yusril Vs Rizieq Shihab: Pertanyakan Keislaman Prabowo

Keduanya membicarakan keislaman Prabowo

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra tengah berseteru dengan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Perseteruan tersebut bermula ketika Rizieq mengklarifikasi tentang keraguannya terhadap keislaman calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Dalam wawancaranya yang diunggah di kanal Front TV, Rizieq Shihab ditanya oleh Ustaz Mawardi tentang pernyataan Yusril yang terekam dalam wawancara yang disiarkan salah satu media massa nasional, pada November 2018, terkait Prabowo dan agama.

Kemudian, pernyataan Rizieq di dalam video tersebut pun dibantah oleh Yusril. Mantan menteri kehakiman itu mengungkapkan bahwa Rizieq lah yang sedari awal mempertanyakan keislaman Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Janji Jemput Rizieq Shihab Jika Terpilih Jadi Presiden

1. Rizieq sebut Prabowo lebih Islami dibanding Yusril karena taat pada hasil Ijtima Ulama

Yusril Vs Rizieq Shihab: Pertanyakan Keislaman PrabowoYoutube/Front TV

Dalam video wawancaranya dengan Front TV tersebut, Rizieq mengklarifikasi tentang tudingan Yusril yang pernah menyebutnya meragukan keislaman Prabowo. Rizieq menegaskan bahwa perkataan tersebut datang dari mulut Yusril sendiri.

"Kalimat Prabowo Islamnya tidak jelas itu datang dari mulut Yusril. Dengan mengataskan nama saya. Tadi sudah saya sampaikan dengan panjang lebar bahwa kontak telepon-teleponan semacam itu tidak pernah ada, itu kebohongan yang dibuat oleh Yusril," kata Rizieq.

Menurut Rizieq, ia mengira bahwa Prabowo saat ini lebih Islami dibandingkan Yusril. Kemudian ia pun menjelaskan salah satu alasannya.

"Satu, Prabowo itu taat kepada hasil Ijtima Ulama. Yusril tidak taat kepada hasil Ijtima Ulama. Prabowo tidak pernah menjelek-jelekkan Yusril. Apalagi melakukan gibah tentang Yusril, tetapi Yusril menjelek-jelekkan Prabowo dan melakukan gibah, bahkan diviralkan gibahnya terhadap Prabowo," terang Rizieq.

"Nah kemudian Prabowo tidak melakukan black campaign terhadap Yusril. Tapi Yusril melakukan black campaign terhadap Prabowo. Kemudian Yusril dalam hal ini, secara terang-terangan menyerang Ijtima Ulama yang artinya kalau menyerang Ijtima Ulama sekaligus juga menyerang para ulama yang ada di Ijtima. Sementara Prabowo tidak pernah menyerang ulama-ulama yang ada di Ijtima," lanjut Rizieq.

2. Rizieq sebut Prabowo lebih menghormati ulama

Yusril Vs Rizieq Shihab: Pertanyakan Keislaman PrabowoYouTube/Front TV

Rizieq pun menyebut bahwa Prabowo adalah sosok yang menghormati ulama. Dan ia menyebut justru Yusril lah yang merendahkan ulama.

"Nah jadi sekarang kalau sudah begini, kira-kira mana yang ngerti Islam? Jangan kemudian, selain itu Prabowo tidak angkuh dan tidak berbohong, sedangkan Yusril angkuh dan berbohong," ucap Rizieq.

Sehingga, menurut Rizieq, dari hal itu bisa terlihat mana yang bisa mengamalkan Islam sesungguhnya.

"Nah ini, ya kita pakai akal sehat lah. Jadi jangan terlalu mudah untuk mengikuti fitnah-fitnah yang dibuat seperti ini walaupun datangnya daripada seorang Yusril," ungkap Rizieq.

3. Rizieq kepada Yusril: Insaflah, sadarlah

Yusril Vs Rizieq Shihab: Pertanyakan Keislaman Prabowo(Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab) Screen shot Youtube

Kemudian, Rizieq pun menasehati Yusril agar segera insaf dan sadar. Ia meminta agar Yusril kembali menjadi seseorang yang baik dan tidak menjelek-jelekkan orang lain.

"Nah, karena itu sekali lagi saya nasehati Yusril Ihza Mahendra, insaflah, sadarlah. Jadilah seorang Yusril yang baik, jangan melakukan gibah, jangan menjelek-jelekkan orang lain, jangan melakukan black campaign, jangan juga berdusta dan berbohong," ungkap Rizieq.

"Nah, semoga ini juga menjadi pelajaran buat semuanya. Ya semoga Allah SWT memberikan taufik hidayah kepada kita dan juga kepada Yusril serta kepada saudara-saudara kita yang lainnya," tutupnya.

4. Yusril tunjukkan percakapannya dengan Rizieq

Yusril Vs Rizieq Shihab: Pertanyakan Keislaman PrabowoTwitter/YusrilIhza Mahendra

Menanggapi hal itu, Yusril pun membantah. Dalam keterangan tertulisnya, Yusril malah mengungkapkan bahwa sedari awal yang meragukan keislaman Prabowo adalah Rizieq.

Hal itu diungkapkan oleh Yusril melalui salah satu aplikasi percakapan. Di dalam aplikasi tersebut, Yusril membeberkan percakapan antara dirinya dan Rizieq yang membahas keislaman Prabowo. Percakapakan tertanggal pada September 2018.

Pembahasan berawal saat Yusril mengatakan kepada Rizieq tentang dirinya yang belum memberikan keputusan untuk mendukung Jokowi atau Prabowo di Pilpres 2019. Kemudian, Rizieq pun mengungkapkan bahwa Ijtima Ulama juga dilema memberikan dukungannya kepada Prabowo karena capres nomor urut 02 itu tidak mengambil wakil dari ulama.

Berikut percakapan keduanya di salah satu aplikasi tersebut.

Yusril:
Sikap kami sejalan dengan sikap antum, belum menentukan sikap sambil menunggu Ijtima' II dan juga sikap para ulama NU. Jika ulama yang berijtima di Peninsula mendukung Prabowo-Sandiaga, sementara ulama NU yang jumlahnya puluhan ribu itu mendukung Jokowi-KMA, saya khawatir akan terjadi perang statement antar ulama yang berdampak kurang baik bagi umat islam. Apalagi jika kedua belah pihak masing-masing mengerahkan massa, bisa bentrok sesama umat islam.

Saya ingin mencegah agar hal itu tidak terjadi. Karena itu dalam berbagai statement, saya selalu mengatakan bahwa PBB sementara ini berada di tengah, belum menyatakan mendukung salah satu paslon dalam pilpres ini. Internal PBB sendiri terdapat cukup banyak yang mendesak agar segera dukung Prabowo-Sandi.

Saya pribadi mengenal Prabowo dan Sandi. Namun saya tidak yakin keduanya berada di dalam barisan pembela Islam. Pemahaman Prabowo dan Sandi terhadap Islam sangat minim. Belum ada track record keduanya berjuang dalam barisan Islam.

Setelah mengirimkan pesan tersebut, lalu Rizieq pun membalas pesan Yusril.

Rizieq:
Kita memang sangat dilematis. Di satu sisi umat ingin ganti presiden karena berbagai alasan yang sangat mendasar, dan di sisi lain alternatif pilihannya PS (Prabowo Subianto) tidak didampingi ulama.

Dukungan ijtima untuk PS harus berdampingan cawapres ulama justru karena kita tahu PS lemah tentang Islam dan lingkarannya pun masih banyak yang "islamphobia". Apalagi PS sudah terjebak dengan SBY yang sedang propaganda melawan politik Islam. Yang disebutnya sebagai "politik integritas" beraroma sara, dan ini juga salah satu sebab kandasnya cawapres ulama.

Kini ijtima hanya punya satu jalan untuk dukung PS yaitu ikat dengan "pakta integritas" yang berisi "nilai-nilai syariat Islam". Jika ini ditolak PS maka tidak ada jalan lain kecuali abstain sampai PS mau tanda tangani pakta integritas tersebut sebagai "mitsaq perjanjian" antara capres dan ulama.

5. Yusril menegaskan percakapannya dengan Rizieq bisa dilacak jejak digitalnya

Yusril Vs Rizieq Shihab: Pertanyakan Keislaman PrabowoFacebook/Yusril Ihza Mahendra

Berdasarkan percakapan di salah satu aplikasi tersebut, Yusril mengungkapkan bahwa komunikasi itu terjadi pada September 2018.

"Nyata dalam video itu Habib Rizieq berbohong. Yusril dan Habib tidak pernah komunikasi membahas Prabowo seperti dikatakan Habib Rizieq juga bohong," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya.

Kemudian, ia memaparkan tentang pernyataan Rizieq yang menyebut bahwa keislaman Prabowo masih diragukan, dan juga menyebut SBY propaganda melawan politik Islam.

"Itu tulisan Rizieq sendiri dalam WA yang jejak digitalnya bisa dijadikan bukti yang sangat sulit untuk dibantah. Pembicaraan telepon Yusril dan Rizieq tidak ada rekamannya, tetapi komunikasi via WA di atas telah cukup menunjukkan bahwa Habib Rizieq yang menuding Yusril berbohong, ternyata dirinya adalah SI RAJA BOHONG yang sesunggguhnya," ungkap Yusril Ihza Mahendra.

Baca Juga: Rizieq Shihab Sebut Menlu Ajak Pilih Paslon 01, Kemlu: Itu Tidak Benar

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya