Comscore Tracker

UII akan Lapor ke Polisi Penyebar Fitnah Dosennya Hendak Ajak Makar

Kediaman Ni'matul Huda sempat didatangi pria asing

Yogyakarta, IDN Times - Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid mengatakan pihaknya akan melaporkan ke polisi mengenai aksi teror dan ancaman yang terjadi pada (28/5) dan (29/5). Teror dialami oleh Guru Besar UII, Ni'Matul Huda usai menjadi pembicara untuk diskusi ilmiah yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada dengan tajuk "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan." Beredar luas narasi di ruang publik bahwa diskusi itu untuk menggiring opini agar menjatuhkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo. 

Ni'matul merasa diteror karena kediamannya pada (28/5) malam lalu didatangi oleh sekelompok pria asing. Padahal, areanya sedang diberlakukan karantina wilayah untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19. 

"Kami meminta aparat penegak hukum untuk memproses, menyelidiki, dan melakukan tindakan hukum terhadap oknum pelaku tindakan intimidasi terhadap panitia penyelenggara dan narasumber diskusi dengan tegas dan adil," ungkap Fathul ketika memberikan keterangan pers di ruang sidang Kampus UII pada Sabtu (30/5). 

Siapa pihak yang hendak dilaporkan oleh UII ke polisi?

1. Pihak UII akan melaporkan oknum yang memfitnah Ni'Matul seolah-olah hendak melakukan makar ke polisi

UII akan Lapor ke Polisi Penyebar Fitnah Dosennya Hendak Ajak MakarRektor UII berikan pernyataan sikap teror rumah guru besar/ IDN Times/Tunggul Damarjati

Fathul menegaskan salah satu pihak yang hendak dilaporkan oleh UII ke polisi adalah oknum penyebar fitnah bahwa diskusi ilmiah itu merupakan gerakan untuk melakukan makar ke pemerintah. Pihak yang diduga oknum penyebar fitnah adalah Bagas Pujilaksono yang merupakan dosen pascasarjana Fakultas Teknik UGM. 

Kepada media, Bagas sempat berkomentar diskusi itu adalah gerakan makar dan pelaksana kegiatan harus ditindak tegas. Pernyataan Bagas itu kemudian memicu reaksi publik dan mengakibatkan baik narasumber, moderator dan mahasiswa panitia mengalami teror. 

"Yang jelas akan kami laporkan adalah siapa yang melakukan pertama membuat fitnah bahwa Prof Ni'matul melalukan makar. Jelas, di situ ada satu perbuatan. Itulah orang yang akan kita laporkan," ungkap Fathul. 

Baca Juga: Jadi Pembicara Diskusi Ilmiah, Guru Besar UII Diteror Orang Asing

2. Diskusi ilmiah yang digelar mahasiswa UGM bukan ajakan makar ke presiden

UII akan Lapor ke Polisi Penyebar Fitnah Dosennya Hendak Ajak MakarRektor UGM memberikan pernyataan sikap pasca kasus teror di rumah guru besar uii. IDN Times/Tunggul Damarjati

Di dalam keterangan pers itu, turut hadir perwakilan dari Universitas Gadjah Mada. UGM ikut hadir karena acara diskusi ilmiah merupakan kegiatan komunitas Constitutional Law Society (CLS). 

Kendati membahas topik yang oleh sebagian orang dianggap sensitif, tetapi pihak UII menggaris bawahi diskusi itu jauh dari aktivitas mengajak masyarakat untuk makar ke presiden. 

"Sudah disampaikan, acara kan belum jadi bagaimana bisa dituduh acara tersebut adalah makar. Apakah hanya sekedar judul tulisan isinya sama atau gak, hal itu tidak bisa dijustifikasi, dijudge bahwa dia akan melakukan makar," ungkap Dekan Fakultas Hukum UII, Abdul Djamil.

Pada akhirnya, diskusi yang semula hendak digelar pada (29/5) pukul 14:00 batal dilaksanakan. Selain adanya ancaman, pelaku teror juga meretas aplikasi diskusi Zoom yang digunakan untuk acara itu. Menurut keterangan dari FH UGM, peretas mengeluarkan semua peserta yang sudah masuk ke aplikasi diskusi tersebut. 

3. UII meminta polisi agar melindungi Ni'Matul Huda dan mahasiswa UGM yang jadi penyelenggara diskusi

UII akan Lapor ke Polisi Penyebar Fitnah Dosennya Hendak Ajak MakarPoster acara diskusi yang diselenggarakan oleh Fakultan Hukum UGM sebelum penggantian judul/ Istimewa

Fathul melanjutkan, pihaknya juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan terhadap panitia penyelenggara dan narasumber.

"Serta keluarga mereka, dari tindakan intimidasi lanjutan dalam segala bentuknya. Termasuk ancaman pembunuhan," katanya menegaskan. 

UII turut meminta Komnas HAM turun tangan untuk mengawal penuntasan kasus tersebut agar HAM bisa tetap tegak dan terjaga. 

"Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menggunakan hak/kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat di muka umum, sepanjang sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan. Demi menjaga proses demokratisasi tetap berjalan pada relnya," kata dia. 

Baca Juga: UGM Ungkap Mahasiswa Panitia Diskusi Ikut Diancam akan Dibunuh  

Topic:

  • Santi Dewi
  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya