Comscore Tracker

Tidak hanya Soal Aksi Teror, Guru Besar UII Juga Laporkan Dosen UGM

Dosen UGM menudingnya dan acara diskusi itu bentuk makar

Sleman, IDN Times - Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Nimatul Huda yang menjadi pembicara dalam diskusi Constitutional Law Society (CLS) UGM, menyambangi Sentra Pelayananan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda DI Yogyakarta, Selasa (2/6).

Dia melaporkan aksi teror yang dialaminya usai namanya terpampang sebagai pembicara dalam diskusi bertema pemakzulan presiden tersebut. Diskusi itu awalnya bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' tapi kemudian berganti tajuk menjadi 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'.

Dengan didampingi penasihat hukum dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) UII, Nimatul tidak hanya melaporkan soal teror yang diterimanya tapi juga soal tudingan makar dari Dosen Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Bagas Pujilaksono Widyakanigara terkait diskusi tersebut.

"Laporan terkait dengan tuduhan bahwa saya akan melakukan gerakan makar. Kemudian juga penghinaan karena mengatakan kami kelompok sampah, kemudian ancaman melalui WA. Kami laporkan," kata Nimatul dijumpai usai membuat pelaporan di Halaman Polda DIY, Sleman.

1. Laporkan aksi teror sekelompok orang asing ke rumahnya dan pesan intimidatif

Tidak hanya Soal Aksi Teror, Guru Besar UII Juga Laporkan Dosen UGMGuru Besar Hukum Tata Negara UII, Nimatul Huda, melaporkan aksi teror dan pencemaran nama baik yang menimpanya ke Mapolda DIY, Selasa (2/6). IDN Times/Tunggul Damarjati

Nimatul melaporkan tindakan pengancaman, penghinaan, dan pencemaran nama baik yang diarahkan kepadanya. Laporan polisi tercantum dalam nomor LP-B/0309/VI/2020/DIY/SPKT. Pelaporan dilandasi dugaan atas Pasal 310 dan 311 KUHP serta Pasal 335 KUHP Jo Pasal 45 B UU No 19 Tahun 2016 UU ITE.

Dia melampirkan barang bukti berupa tangkapan layar dari empat buah nomor asing yang mengirimkan pesan bernada ancaman pembunuhan kepada Nimatul pada 28-29 Mei 2020. Selain pesan intimidatif itu, dia mengatakan kediamannya di Sorogenen juga sempat didatangi orang tidak dikenal, digedor-gedor hingga jelang pagi.

Baca Juga: Guru Besar UII: Acara Diskusi di UGM Bukan Gerakan Makar!

2. Nimatul juga melaporkan dosen UGM yang menudingnya makar

Tidak hanya Soal Aksi Teror, Guru Besar UII Juga Laporkan Dosen UGMSPKT Mapolda DIY. IDN Times/Tunggul Damarjati

Dalam kesempatan ini, Nimatul juga mengadukan Dosen Pascasarjana UGM Bagas Pujilaksono Widyakanigara atas tuduhan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana terlampir dalam surat pengaduan nomor Reg/0270/VI/2020/DIY/SPKT. Terlapor yakni Bagas dijerat Pasal 27 ayat 3 UU No. 19 Tahun 2016 jo Pasal 310 dan 311 KUHP.

Bagas mengomentari tersebut melalui surat terbukanya yang dimuat di salah satu media online. Bagas menyebut diskusi yang diselenggarakan CLS atau Komunitas mahasiswa Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM dan menghadirkan Nimatul sebagai narasumbernya adalah gerakan makar.

"Jadi gini ada dua. Satunya pengaduan. Itu sudah pasti orangnya yaitu Pak Bagas. Terkait IT kita split (pisah). Ada yang di bagian pidana umum tentang fitnah dan pencemaran nama baik. Kemudian, satunya lagi di pidana khusus masalah IT-nya. Kami akan dibagi dua yang mendampingi korban," papar Makmun Zakie selaku ketua Tim Kuasa Hukum Nimatul.

3. Dosen UGM enggan berkomentar

Tidak hanya Soal Aksi Teror, Guru Besar UII Juga Laporkan Dosen UGMGuru Besar Hukum Tata Negara UII, Nimatul Huda, melaporkan aksi teror dan pencemaran nama baik yang menimpanya ke Mapolda DIY, Selasa (2/6). IDN Times/Tunggul Damarjati

Dihubungi secara terpisah, Bagas menolak berkomentar terkait pengaduan yang dilayangkan oleh Nimatul ini. "Saya tidak mau bicara dulu," ujarnya singkat.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda DIY, AKBP Verena SW mengatakan pihaknya telah menerima aduan dan pelaporan yang disampaikan Nimatul. Dia berjanji kepolisian akan menangani kasus ini sesuai dengan prosedur.

"Tentu laporan beliau kita akan tindak lanjuti sesuai proses yang berlaku," ujar Verena saat dijumpai di kantornya.

Baca Juga: Diskusi Pemberhentian Presiden Batal, UGM dan UII Kecam Aksi Teror

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya